Yang Unik dari Daun Dewa

September 24, 2013

daun dewa

Namanya yang unik dan khas, menggambarkan sisi kehebatan khasiatnya. Herba ini secara turun temurun digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit dari yang ringan hingga berat seperti kanker, stroke dan jantung.

Daun dewa (Gynura segetum Lour. Merr) mempunyai ciri dan bentuk yang khas. Daunnya berwarna hijau tua dengan garis ungu dipinggirnya dengan permukaan yang diselimuti bulu-bulu halus. Sementara batangnya memiliki rambut halus, lunak, serta berwarna ungu kehijau-hijauan dengan tinggi maksimal sekitar 10-25 cm. Bunganya nampak di ujung batang, sebelum saat mekar, bunganya serupa kancing, serta layaknya himpunan benang sari berwarna kuning cerah sesudah mekar. Mahkota bunga berwarna kuning dengan ujung merah kecokelatan. Akar tumbuh dan berkembang menjadi umbi dengan kulit umbi berwarna keabu-abuan, sedangkan daging umbinya terlihat bening sampai keruh.

Tanaman semak tahunan ini mempunyai lebih dari satu julukan. Di Jawa Tengah disebut sambung nyawa, sedangkan di luar negeri seperti China menyebutnya son qicao dan kerap disebut juga beluntas cina.

Daun Dewa Bisa Dikonsumsi Langsung

Daun Dewa mengandung berbagai senyawa berkhasiat seperti saponin, minyak atsiri, flavonoid, tanin, polifenol, asam klorogenat, asam kalfeat, asam vanilat,asam p-kumarat, asam p-hidroksi benzoat, alkaloid, triterpenoid dan sterol. Sedangkan efek farmakologis yang dimiliki yaitu sebagai antikoagulan atau anti pembekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan, anti karsinogen dan antimutagenesis.

Daun dewa, merupakan salah satu tumbuhan obat yang dapat dikonsumsi langsung dalam bentuk segar/lalapan. Rasanya sedikit getir, mungkin tidak familiar bagi sebagian orang yang masih dalam tahap awal menggunakan. Namun demikian bagi yang ingin menghindari aroma dan rasanya yang kurang “enak” maka daun dewa saat ini sudah banyak yang diolah dalam kemasan siap minum seperti kapsul serbuk maun ekstrak.

Tangkal Kanker

Dalam literatur buku Atlas Tumbuhan Obat Indonesia yang ditulis oleh Dr. Setiawan Dalimartha, daun dewa bukan hanya daunnya yang bermanfaat, namun juga umbi. Daun dan umbi daun dewa dapat menghilangkan pembekuan darah di pembuluh darah, sehingga memungkinkan sebagai obat stroke dan jantung koroner. Selain itu umbinya juga dapat mengatasi bengkak karena memar, tulang patah, perdarahan sehabis melahirkan.

Hasil penelitian mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 2003, menyebutkan bahwa ekstrak daun dewa terbukti dapat menghambat pertumbuhan tumor dan sel kanker.

Senada dengan riset tersebut, penelitian lain yang dilakukan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, tahun 1997, menyatakan bahwa ekstrak daun dewa juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Hal tersebut didukung dengan adanya data hispatology adanya nekrosis sel-sel kanker. Sedangkan penelitian praklinis yang dilakukan oleh Sugiyanto pada tahun yang sama juga menunjukan betapa ekstrak daun dewa terbuki memiliki efek penghambatan pertumbuhan tumor paru.

Selain data penelitian yang mendukung dan membuktikan khasiat daun dewa, Ibu Ani 55 tahun seorang ibu rumah tangga di Jakarta Selatan memiliki pengalaman tersendiri dengan daun dewa ketika menderita lumpuh bagian tubuh sebelah kanan akibat stroke yang dipicu komplikasi diabetes. Bagian kanan tubuh mulai kaki hingga kepala serasa kebas, dan lemah tergantung sehingga sulit sekali untuk digerakan. Sekitar 3 mingggu minum daun dewa dalam bentuk kapsul membuat tangan dan kakinya yang lumpuh kembali mulai bisa digerakan.

Menurut seorang praktisi herbal Dr. Heru Tandyono, selain bermanfaat untuk pengobatan penyakit jantung, daun dewa juga banyak ia gunakan untuk mengurangi terjadinya perdarahan saat sunat. Caranya yaitu dengan minum kapsul daun dewa sebelum dilakukan proses sunat. Hal serupa juga dilakukan oleh Bidan Purwoko di bilangan Utan Kayu Jakarta Timur yang memanfaatkan kapsul daun dewa untuk membantu mengurangi adanya perdarahan pada proses persalinan. Caranya yaitu dengan minum kapsul daun dewa pada saat akhir masa kehamilan hingga mulai terasa akan bersalin. Berdasarkan pengalamannya banyak sekali ibu hamil yang tidak mengalami perdarahan saat melahirkan ketika diberikan kapsul daun dewa.

Dr. Vivi K. Tjahjadi, Herbalis Klinik herbal di Cempaka Putih menyebutkan bahwa salah satu sifat khas yang dimilki daun dewa adalah kemampuannya untuk dapat melancarkan sekaligus menghentikan perdarahan. Dua hal yang saling berbeda, misalnya pada kasus perdarahan haid, akan sangat terbantu berkurang setelah mengonsumsi daun dewa. Namun pada saat lain daun dewa dapat melancarkan kembali proses haid yang sebelumnya tidak lancar/tidak teratur. Menurut Dr. Vivi, apa yang menyebabkan daun dewa mempunyai sifat khas tersebut belum diketahui dengan jelas, karena kandungan senyawa dalam tanaman obat seperti daun dewa berjumlah ratusan.

Untuk penggunaan sehari-hari dalam menu makan sehat, daun dewa dapat digunakan sebagai lalapan, bersama herbal lain seperti daun pegagan dan sambung nyawa. Untuk mendapatkannya, daun dewa sebaiknya dibudidayakan secara organik. Perbanyakan tanaman bisa menggunakan umbi, stek batang maupun daun. Namun paling mudah perbanyakan tanaman menggunakan umbi, yang ditanaman pada tanah gembur dengan dicampur pupuk organik dengan pengairan yang cukup.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: