Yang Terasa Pasca Kecelakaan

October 16, 2014

pasca kecelakaan

Kecelakaan dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Entah terjatuh dari tangga, saat berkendara menggunakan motor atau mobil, atau benturan saat berolahraga. Meski sepertinya sudah berhati-hati, tapi bahaya selalu ada saat kita lengah. Kecelakaan dapat menimbulkan trauma psikologis maupun fisiologis. Orang yang baru saja mengalami kecelakaan tidak jarang menghadapi sejumlah gejala yang mengganggu. Meski sebagian gejala tidak mengganggu, tetapi bukan tidak mungkin gejala tersebut adalah pertanda terjadinya trauma serius dan permanen. Apa saja keluhan yang umum terjadi pasca kecelakaan? Bagaimana mengatasinya dan kapan kita harus waspada?

Sakit Kepala dan Leher

Sakit kepala adalah penyakit sejuta umat. Banyak penyakit yang menimbulkan gejala berupa sakit kepala, mulai dari flu, demam berdarah, hingga tumor otak. Meski demikian, sakit kepala sebagian besar tidak berbahaya dan cepat menghilang dengan sendirinya atau dengan pemberian obat. Mungkin inilah sebabnya, saat orang yang baru saja mengalami kecelakaan menganggap remeh sakit kepala yang dideritanya.

Jika benturan kepala saat kecelakaan tidaklah hebat, minum obat anti nyeri seperti parasetamol atau obat anti inflamasi non steroid, sakit kepala biasanya akan segera lenyap. Namun, jika nyeri dirasakan makin hebat, tidak kunjung hilang, atau bahkan disertai dengan muntah-muntah dan rasa mengantuk terus-menerus, maka Anda perlu waspada.

Nyeri kepala dan migren pasca kecelakaan, seringkali terjadi akibat whiplash injury. Cedera ini banyak terjadi pada benturan olahraga. Namun, ia juga merupakan cedera tersering pada orang yang mengenakan sabuk pengaman saat terjadi kecelakaan mobil. Bukan berarti Anda boleh meninggalkan sabuk pengaman saat mengendarai mobil. Sabuk pengaman sangat bermanfaat untuk mencegah cedera lain yang lebih serius dan mematikan.

Whiplash injury adalah cedera pada otot-otot leher akibat gerakan leher yang mendadak dan kuat. Dorongan saat kecelakaan, misalnya, dapat menyebabkan leher tertekuk, tertarik, atau terputar keras. Akibatnya, timbul rasa nyeri dan kaku di leher yang menjalar ke kepala. Tidak jarang, punggung dan pinggang juga ikut terkena imbasnya, mengakibatkan rasa pegal pasca kecelakaan.

Rasa nyeri akibat whiplash bisa timbul segera, atau baru mulai dirasakan beberapa hari hingga minggu setelah kecelakaan. Jika hal ini terjadi, segera periksakan diri ke dokter. Pasalnya, cedera yang tidak ditangani dengan tepat dapat terus menetap seumur hidup, bahkan menyebabkan bahaya yang lebih serius.

Kabar baiknya, whiplash injury yang ringan dapat sembuh seiring waktu. Untuk meredakan nyeri, Anda dapat meminum obat anti inflamasi non steroid atau anti nyeri lain yang dianjurkan, mengenakan penyangga leher sesuai anjuran dokter, dan mengompres leher dengan es dibungkus handuk segera setelah kecelakaan. Kompres diberikan selama 30 menit setiap 3-4 jam sekali selama 2-3 hari. Setelah 2-3 hari, baru gunakan kompres hangat dengan menggunakan handuk.

Pusing Berputar dan Muntah

Sakit kepala hebat dan whiplash injury merupakan tanda bahwa benturan yang terjadi sangat keras. Karena itu, boleh jadi otak Anda juga ikut terkena dampaknya. Gegar otak adalah salah satu dampak benturan kepala yang paling ditakuti. Pada gegar otak, otak dapat mengalami pembengkakan dan pecah pembuluh darah yang sangat berbahaya. Hal ini harus segera ditangani, tidak hanya untuk menyelamatkan jiwa, tetapi juga untuk menghindari dampak serius yang permanen.

Gegar otak perlu diwaspadai jika setelah kecelakaan jika terdapat gejala seperti pusing berputar, mual, muntah, mengantuk berlebihan, tampak bingung, atau tidak sadarkan diri. Untuk mengetahui adanya gegar otak atau tidak, tidak bisa hanya dengan melakukan rontgen kepala biasa. Dokter biasanya memerlukan bantuan alat CT Scan untuk mengetahui ada tidaknya cedera otak, dan melakukan sejumlah pemeriksaan lain untuk menyingkirkan kemungkinan lainnya.

Jika ternyata hasil pemeriksaan tidak terbukti adanya gegar otak, yang Anda perlukan adalah istirahat. Dokter mungkin akan meresepkan obat antihistamin untuk mengurangi rasa pusing berputar atau melakukan manuver-manuver tertentu. Perhatian juga perlu diberikan apakah rasa pusing diikuti dengan rasa berdengung di telinga.

Sakit Pinggang

Siapapun yang pernah jatuh dari motor pasti tahu betapa tukang pijat sangat berjasa di saat pegal-pegal mulai terasa pasca kecelakaan. Rasa sakit di pinggang dan punggung biasanya baru muncul beberapa hari setelah kecelakaan. Namun, jika jelas-jelas terjadi benturan pada tulang punggung, ada baiknya tunda dulu keinginan memanggil tukang pijat langganan.

Benturan pada tulang belakang dapat menimbulkan cedera serius. Penanganan yang tidak tepat, pembiaran, atau manipulasi di daerah tersebut dapat berakibat kelumpuhan. Karena itu, sebelum menyesal sebaiknya periksakan dulu kondisi tulang belakang ke dokter dan lakukan rontgen bila perlu untuk memastikan tidak ada kerusakan.

Tangan atau Kaki Bengkak dan Sulit Digerakkan

Perasaan kemarin saat diperiksa baik-baik saja. Namun, kenapa hari ini tangan atau kaki jadi terlihat bengkak, sakit, dan sulit digerakkan? Bengkak, nyeri, dan gangguan gerak pada tangan dan kaki dapat disebabkan oleh benturan sehingga terjadi cedera otot. Jika ini yang terjadi, cukup dikompres dengan air dingin atau es selama 30 menit setiap 4 jam selama 2-3 hari. Namun, perhatian lebih perlu diberikan jika tangan atau kaki tampak aneh atau bengkok, terlebih jika nyeri dirasakan hebat. Nyeri hebat juga dapat merupakan tanda terjadinya compartment syndrome, walaupun dari luar terlihat tidak ada apa-apa. Compartment syndrome adalah perdarahan di dalam otot yang menyebabkan otot terlihat dan terasa penuh atau kencang, kesemutan, dan nyeri hebat saat digerakkan. Perdarahan dalam ini dapat berbahaya dan harus segera ditangani dengan pembedahan.

Rasa Trauma dan Stress

Kecelakaan bisa menjadi pengalaman yang mengerikan dan traumatis. Terlebih jika kecelakaan sangat hebat hingga meninggalkan korban jiwa, kecacatan, atau bekas luka yang mendalam. Kita sering mendengar ada orang yang setelah kecelakaan jadi takut untuk kembali mengemudi di belakang setir atau mengendarai motor sendiri. Pada kasus yang berat, trauma dapat menyebabkan penderitanya sulit tidur, mimpi buruk, timbul gangguan panik, hingga timbulnya perasaan ingin bunuh diri. Penderitanya juga terus menerus ingat kejadian yang tidak mengenakkan tersebut, terutama saat berhadapan dengan benda atau tempat yang mengingatkan dirinya akan trauma yang terjadi.

Jika Anda mengalami hal ini, Anda perlu bantuan psikiater. Terapi utama untuk mengatasi trauma adalah terapi psikologis, meskipun seringkali juga memerlukan obat, terapi akan membantu Anda untuk menghadapi perasaan trauma yang timbul, membantu Anda merasa lebih baik dan siap jika gejala stress tersebut tiba-tiba muncul kembali.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: