Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Minum Air Putih

February 20, 2014

minum air putih

Anda tentu sudah paham, bahwa minum air putih bagus untuk kesehatan. Kalau begitu, berapa banyak air yang harus kita minum supaya efeknya terasa di tubuh? Lalu mengapa kita sudah minum air putih cukup tapi tetap merasa haus? Masih banyak pertanyaan lain seputar air di dalam benak kita. Temukan jawabannya di halaman ini.

Tubuh Butuh Air

Pernah dapat e-mail berantai atau BB Broadcast Message yang menginfokan minum segelas air sebelum mandi bisa mencegah stroke, lalu segelas air sebelum tidur bisa membantu membersihkan pencernaan dan seterusnya. Benar tidak sih? Menurut Dr. Jeffrey. B. Tenggara, Medical Director InterMED Health Care, Jakarta, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab belum ada penelitian mendetail tentang itu. “Akan tetapi air merupakan komponen zat kimia yang utama dalam tubuh. Segala proses kimia seperti metabolisme tubuh membutuhkan air. Termasuk air menjaga volume pembuluh darah vaskuler supaya tetap normal. Dengan demikian bisa terhindar dari hipertensi,” lanjut Dr. Jeffrey.

Air pun membantu tubuh membuang semua racun yang tak terpakai dan mungkin membahayakan organ vital tubuh. Kekurangan cairan biasa kita kenal dengan dehidrasi. Bila tubuh Anda mengalami dehidrasi, maka ada fungsi tubuh yang terganggu, antara lain cepat merasa lelah.

Berapa Banyak Air?

Setiap hari air dalam tubuh dikeluarkan melalui urine, pernapasan, keringat, dan feses (tinja), Agar tubuh dapat berfungsi normal, keseimbangan cairan yang masuk dan keluar, harus terjaga. Artinya Anda wajib mengganti air yang keluar dalam tubuh. Pertanyaannya berapa banyak sih, yang kita butuhkan setiap hari? Berikut panduan umum minum perhari:

Ganti Cairan Yang Hilang. Anda kehilangan cairan tubuh lewat urine per hari sekitar 1,5 liter atau 6 gelas. Selain itu, Anda juga kehilangan air sebanyak 4 gelas sekitar satu liter per hari lewat napas, keringat dan BAB. Dari makanan yang Anda asup dapat mengantl 20% air yang keluar. Jadi, jika Anda minum 2 liter air per hari. Anda sudah menggantikan cairan tubuh yang hilang.

8 Gelas Per Hari. Standar yang disarankan para ahli yakni minumlah delapan gelas per hari (sekitar 1,9 liter). Meski tidak disertai bukti ilmiah, banyak orang yang menerapkan aturan ini karena mudah diingat dan diterapkan sehari-hari.

Rekomendasi Harian. The Institute of Medicine menyarankan pria minum 3 liter air per hari sekitar 13 gelas, sedangkan wanita 9 gelas per hari atau sekitar 2,2 liter total.

Jika Anda belum mengikuti aturan itu tidak perlu khawatir karena memang kebutuhan tiap orang terhadap jumlah asupan air itu berbeda-beda. Cara paling gampang mengetahui kecukupan asupan air Anda adalah dengan memperhatikan urine Anda, jika warnanya jernih dan sedikit kuning berarti kemungkinan besar asupan air Anda sudah cukup. Jika ditampung, pengeluaran urine yang sehat adalah 1,5 liter.

Air Tanah vs Air PAM
 
Standar air bagi perusahaan air minum seluruh dunia itu sama. “Perusahaan Air Minum punya standar ketat batas ambang logam berbahaya apabila setelah dimasak aman untuk diminum,” urai Dr Jeffrey. Permasalahannya aturan tersebut tidak sama buat air tanah yang digali sendiri. “Rumah kita tidak selebar lapangan bola dimana kita menggali air tanah tak jauh dari situ terdapat septic tank jadi tidak terjamin kebersihannya,” tambah Dr Endang Darmoutomo, SpGK.
 

Faktor Yang Memengaruhi Asupan Air Per Hari

Manusia itu unik, kondisi setiap orang berbeda-beda. Untuk itu kadang kebutuhan bagi semua orang tak bisa dipukul rata begitu saja. Delapan gelas per hari adalah kebutuhan air dalam sehari. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengatur total kebutuhan air minum per hari.

1. Doyan Olahraga

Bila Anda berolah tubuh atau melakukan aktivitas fisik yang menguras keringat, maka perlu minum air lebih banyak guna mengganti cairan yang terbuang lewat keringat. Satu hingga dua gelas cukup buat mengganti cairan yang hilang dari keringat. Dengan catatan olah tubuh yang Anda lakukan singkat. Bila yang Anda lakukan adalah jenis olah tubuh yang berat dan memakan waktu lebih dari satu jam, wajib minum lebih banyak. Bahkan ada baiknya Anda juga mengasup sport drink.

2. Kondisi Cuaca

Cuaca panas dan lembap menyebabkan Anda banyak berkeringat. Itu berarti tubuh membutuhkan air dalam jumlah yang lebih banyak. Selain itu, jika Anda sering menghabiskan waktu dalam ruangan ber-AC juga wajib banyak minum. Udara dingin selain membuat kulit kering juga meningkatkan frekuensi buang air kecil dan membuat napas Anda lebih berat dan dalam. Kondisi ini juga berlaku bagi mereka yang tinggal di daerah berketinggian 2500 meter di atas permukaan laut.

3. Sedang Sakit

Saat Anda sedang terserang demam atau muntaber tubuh kehilangan banyak cairan dan kondisi ini mewajibkan Anda mengasup lebih banyak air lagi. Bahkan dokter akan menyarankan meminum oralit guna menggantikan cairan yang banyak keluar. Kondisi lain yang mengharuskan Anda meneguk air lebih banyak dari yang diharuskan bila terjadi infeksi pada kandung kemih, atau terdapat batu dalam kandung kemih Anda. Akan tetapi di lain pihak, kondisi seperti gagal jantung atau tumor ginjal, justru membuat pengidap harus mengurangi asupan air. “Penderita penyakit ginjal yang parah harus menghitung asupan air per hari. Karena jika berlebihan malah bisa mengalami keracunan air,” papar Dr. Jeffrey.

4. Wanita Hamil & Menyusui

Wanita dalam masa ini membutuhkan lebih banyak air, bahkan The Institute of Medicine menyarankan bagi wanita hamil sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas per hari. Sedangkan bagi wanita menyusui, disarankan meneguk air minum perhari sebanyak 3,1 liter atau setara dengan 13 gelas.

Santap Makanan Berair

Rata-rata, makanan mampu menyediakan 20% kebutuhan air Anda. Ambil contoh semangka dan tomat yang mengandung air 90% dari beratnya. Selain air putih, jenis minuman lain seperti susu, jus, atau bahkan wine dan kopi, bisa menjadi sumber air. Meski memang tidak boleh menjadi sumber utama asupan air Anda. Air putih yang terbaik karena tidak mahal, bebas kalori dan lebih mudah didapat.

Hindari Dehidrasi!

Jangan tunggu sampai rasa haus datang untuk meneguk segelas air. Karena ketika Anda sudah merasa haus, besar kemungkinan Anda sudah mengalami sedikit dehidrasi!

Lebih jauh lagi, semakin bertambah umur maka semakin sedikit kemampuan tubuh Anda untuk menandai dehidrasi dan mengirim sinyalnya ke otak, Satu lagi, rasa haus berlebihan dan peningkatan frekuensi buang air kecil bisa merupakan pertanda kondisi medis yang serius, Segera hubungi dokter jika Anda mengalaminya.

Untuk menghindari dehidrasi dan memastikan tubuh Anda mendapat cairan yang dibutuhkan, jadikan air putih sebagai pilihan minuman dan ikuti beberapa tip ini:

✓ Minum segelas air setiap makan dan antara waktu makan. “Atau biasakan meneguk air setiap jam.” saran Dr. Jeffrey.
✓ Minum sebelum, saat dan setelah berolahraga.
✓ Dalam acara sosial, hang out, atau arisan pilihlah air putih.

Tapi ingat fakta unik ini: Meski sangat jarang, masih ada kemungkinan Anda akan menderita kelebihan minum! Kondisi ini terjadi jika ginjal Anda tidak mampu untuk membuang kelebihan asupan air, menyebabkan kandungan mineral dalam darah melemah dan level sodium darah menurun. Kondisi ini disebut hyponatremia. Atlet lari jarak jauh biasanya rentan terkena hyponatremia.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: