Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Konstipasi

October 29, 2014

konstipasi

Sembelit (constipation) adalah sulit membuang air besar secara rutin, dan feses di dalam usus besar kering mengeras, sehingga sulit keluar dari anus. Jika feses terhalang, tidak bisa keluar selama berhari-hari, terjadilah gejala konstipasi yang bisa mengganggu kesehatan.

Kesulitan buang air besar kebanyakan dialami oleh orang berusia lanjut. Ini karena gerakan peristaltik usus besar sudah melemah dan cairan tubuh relatif berkurang. Di samping itu, orang yang menderita konstipasi biasanya karena menu utamanya lebih dominan daging daripada sayur-mayur dan buah-buahan yang mengandung serat tinggi.

Konstipasi adalah sebuah simtom yang disertai banyak penyebab. Ada dua tipe penyebab konstipasi. Yang pertama adalah “buang air besar terhalang” (obstructed defecation), dan yang kedua adalah gerakan peristaltik usus besar yang melemah, kurang tenaga. Setelah dievaluasi, 50% pasien konstipasi adalah tipe “buang air besar terhalang”. Tipe konstipasi ini disebabkan oleh masalah mekanik dan fungsional, yaitu peristaltik usus besar melemah.

Penyebab konstipasi tipe kedua adalah perjalanan feses yang lambat di usus besar karena makanan kurang berserat atau kekacauan hormonal. Misalnya, fungsi kelenjar thyroid menurun (hypothyroidism), atau efek samping dari obat-obatan yang diminum.

Karena konstipasi adalah sebuah simtom, bukan suatu penyakit, maka pengobatan yang efektif dilakukan kepada pasien konstipasi adalah mencari dulu kausanya. Kemudian, baru memastikan pengobatannya. Sementara itu, simtom konstipasi dapat dicegah dengan mengubah pola makan, banyak minum air putih hangat, dan bila perlu diberi laxatives, enemata, dan pada situasi konstipasi yang khusus, operasi bisa menjadi pertimbangan dokter. Obat pencahar (laxative) tidak boleh digunakan terus-menerus karena bisa menjadi ketergantungan obat.

Konstipasi adalah gejala yang umum. Ada dua faktor yang bisa mengganggu buang air besar, yaitu: 1) Makanan yang kurang berserat (fiber) dan kurang minum air putih. 2) Sering minum obat-obatan yang mempunyai efek samping mengakibatkan konstipasi, seperti obat analgesics (pain killer) dan obat-obatan lain yang termasuk golongan opiat.

Pencegahan Konstipasi

Konstipasi biasanya jauh lebih mudah dicegah daripada diobati. Cara yang dianjurkan adalah, pertahankan berolahraga rutin, banyak minum air putih, dan banyak makan makanan yang berserat tinggi (sayuran dan buah-buahan).

Untuk anak balita, lebih bermanfaat bila setiap pagi atau 30 menit setelah makan didudukkan di atas kloset.

Tips mengatasi konstipasi secara tradisional yang bisa dicoba adalah sebagai berikut.

1. Setiap pagi sehabis bangun tidur biasakan minum air putih 1-2 gelas @ 200 cc.

2. Minum jus lidah buaya plus air madu:

  • Ambil setangkai lidah buaya segar, kupas dan blender sampai halus.
  • Ambil dua sendok makan madu (honey), larutkan dalam 3/4 gelas air hangat.
  • Campurkan air madu hangat ke dalam jus lidah buaya, aduk rata, lalu minum sampai habis.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: