Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kolesterol Dalam Darah

March 4, 2015

kolesterol dalam darah

Kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi dalam darah dapat mengakibatkan bertambahnya deposit lemak di bawah kulit (adipose) dan di dalam pembuluh darah koroner. Akibatnya, terjadi kelebihan berat badan dan terbentuk plak-plak di dalam pembuluh darah koroner, sehingga pembuluh tersebut menjadi sempit.

Jika pembuluh darah menyempit, darah yang membawa oksigen, yang mengalir ke jaringan otot jantung, relatif jadi berkurang, dan kekentalan darah (blood viscosity) pun ikut meningkat, karena kadar lemak dalam darah tinggi. Dengan demikian, risiko penyumbatan pembuluh darah (blocking) menjadi bertambah, dan mudah terjadi penggumpalan darah (blood dots) di dalam pembuluh darah koroner atau di pembuluh arteri otak yang sempit itu. Jadi, tingginya kadar lemak dalam darah memiliki risiko tinggi terjadinya serangan jantung dan stroke.

Perlu diketahui bahwa zat kolesterol dibutuhkan oleh tubuh manusia. Tetapi jika kebanyakan juga tidak baik. Jaringan otak dan hati manusia maupun hewan mengandung banyak zat kolesterol. Jeroan hewan dan kuning telur juga mengandung kolesterol tinggi. Maka lebih baik hindari makan otak dan jeroan.

Total kolesterol dalam darah harus kurang dari 200 mg/dl. Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah mengandung risiko terkena penyakit jantung atau stroke. Bila kolesterol itu bergabung dengan low density lipoprotein (LDL), maka menjadi LDL-kolesterol, yang disebut sebagai “kolesterol jahat” (bad cholesterol). Kadar LDL-kolesterol dalam darah harus kurang dari 100 mg/dl, karena LDL-kolesterol bisa membentuk plak di dalam pembuluh darah koroner atau di arteri otak.

Ada satu zat bernama HDL-kolesterol (high density lipoprotein cholesterol) yang membawa LDL-kolesterol ke dalam liver, untuk kemudian dirusak molekulnya. HDL-kolesterol inilah yang disebut “kolesterol baik”. Kadar HDL-kolesterol paling bagus sekitar 40-59 mg/dl. Sedangkan trigliserida tidak boleh melampaui 150 mg/dl (dl = 10 ml).

Total kolesterol, LDL-kolesterol, dan trigliserida dalam darah dapat dikendalikan dengan diet berserat tinggi dan berkadar lemak jenuh (saturated oil) rendah. Yang berkadar lemak jenuh bisa diganti dengan lemak tak jenuh (unsaturated oil), seperti minyak zaitun (olive oil), minyak jagung (corn oil), minyak biji bunga matahari (sunflower oil), dan minyak kelapa sawit (palm oil). Di samping itu, perlu menurunkan berat badan dengan berolahraga secara rutin dan mengurangi stres, karena stres dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Jika total kolesterol tinggi, perlu makan makanan rendah kolesterol dan berolahraga secara rutin, serta minum obat kolesterol bila dianjurkan dokter.

Berapa banyak kadar kolesterol dalam kuning telur? Apakah telur ayam baik atau jahat untuk kesehatan? Pertanyaan ini dijawab oleh Thomas Behrenbeck, M.D., Ph.D. sebagai berikut.

“Kuning telur mengandung kadar kolesterol tinggi. Makanan yang tinggi kolesterol bisa memberi kontribusi kolesterol tinggi pula dalam darah. Berapa banyak kolesterol dalam makanan bisa menambah kolesterol dalam darah Anda? Ini sangat bervariasi dari orang ke orang. Sebagai dasar penelitian, makan 4 kuning telur ayam dalam satu minggu tidak berisiko terkena penyakit jantung.”

Berikut ini batas anjuran per hari (recommended daily limits-RDL) kolesterol di dalam makanan Anda.

■ Bila Anda sehat, dianjurkan batas kolesterol dalam makanan Anda kurang dari 300 mg per harinya.

■ Jika punya penyakit jantung, diabetes, atau kadar LDL kolesterol tinggi, Anda perlu membatasi makanan yang mengandung kolesterol hingga kurang dari 200 mg per hari.

Satu butir telur ayam besar mengandung 186 mg kolesterol di dalam kuning telurnya. Maka, kalau Anda sudah makan satu butir telur ayam pada satu hari, sangat penting untuk membatasi makanan lain yang mengandung kolesterol tinggi pada hari itu. Intinya, hindari mengonsumsi beberapa produk makanan berlemak tinggi pada hari yang bersamaan, atau makanlah banyak sayuran bersamaan dengan menu daging, supaya seimbang.

Bila Anda suka makan telur tetapi tidak mau ekstra kolesterol, sebaiknya makan putih telurnya saja. Putih telur tidak mengandung kolesterol sama sekali.

Dalam darah, 75% kolesterol diproduksi oleh organ hati kita sendiri dan 25% datang dari makanan yang kita santap. Maka, jangan menjadi takut makan telur ayam. Telur ayam kaya akan gizi yang diperlukan oleh tubuh, terutama untuk orang yang sudah lanjut usia.

Bahan baku struktur molekul kolesterol sangat diperlukan oleh tubuh manusia untuk disintesis di dalam liver menjadi berbagai jenis produk hormon. Tidak benar kalau sama sekali tidak mau makan makanan yang mengandung kolesterol. Yang perlu dijaga, jangan sering makan makanan yang mengandung kolestrol tinggi, dan total kolesterol jangan sampai melebihi 200 mg/dl di dalam darah.

Ada 3 alasan mengapa makan telur itu sehat:

■ Kuning telur mengandung banyak vitamin A (retinol), B2 (riboflavin), B12 (cyanocobaiamin), D, dan E (tocopherol).

■ Makan satu butir telur akan mendapatkan protein, yaitu dari putih telur dan kuning telur. Kuning telur mengandung setengah protein dari satu butir teiur.

■ Minyak jenuh (saturated oil) dan kolesterol akan menambah hormon testosteron. Kuning telur punya kontribusi besar dalam hal ini. Sekadar informasi, kuning telur dicampur dengan madu, dikocok sampai merata, dan diseduh dengan air mendidih, bagus sebagai jamu, diminum sehabis berhubungan seks.

Suatu penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa makan satu butir telur setiap hari tidak berpengaruh terhadap penyakit jantung, bahkan telur ayam dinyatakan sebagai salah satu makanan sehat. Telur ayam ini perlu disimpan di kulkas dan dimasak sampai putih dan kuning telurnya benar-benar matang agar jika ada bakteri salmonella-nya bisa ikut mati.

Laporan dari Physicians’ Health Study, tahun 2008, mendukung pendapat bahwa makan 5 butir telur per minggu umumnya aman untuk jantung. Namun, bagi penderita diabetes dan jantung koroner, lebih baik mengurangi konsumsi telur dan tidak melebihi 3 butir dalam satu minggu. Makan telur ayam secara berlebihan akan meningkatkan risiko gagal jantung (heart failure) di kemudian hari.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: