Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kanker Empedu

June 7, 2015

kanker empedu

Kanker empedu jarang ditemukan tapi sangat agresif dan berbahaya. Karena posisinya berdekatan dengan hati, kanker empedu seringkali menjalar ke hati, atau sebaliknya, berasal dari sel-sel hati.

Saluran empedu merupakan bagian dari sistem bilier yang terdiri dari beberapa saluran. Ada yang menghubungkan antara hati dan kantong empedu dan ada yang menghubungkan antara kantong empedu dengan usus halus. Setiap bagian ini dapat mengalami keganasan atau kanker yang disebut juga dengan cholangyiocarcinoma.

Bila kanker terdapat di dalam cabang saluran empedu di hati, ini disebut kanker intrahepatik yang sering salah diduga sebagai kanker hati. Meski demikian, jenis kanker ini tidak banyak, hanya 1 dibanding 10 kasus cholangiocarcinoma. Jenis kanker saluran empedu yang paling banyak adalah kanker perihilar, yaitu yang terdapat pada pangkal saluran empedu dari hati. Karena terletak di luar hati, jenis kanker ini termasuk kanker saluran empedu ekstrahepatik. Jenis kanker ekstrahepatik lainnya adalah kanker saluran distal empedu. Disebut demikian karena berada di saluran empedu yang menuju usus halus. Jenis kanker ini terjadi pada 2-3 dari 10 kasus kanker saluran empedu.

Penyebab kanker saluran empedu tidak diketahui dengan pasti. Kanker ini umumnya terjadi pada orang yang berusia lebih dari 65 tahun. Meski tidak ada pencegahan khusus, risiko terjadinya kanker saluran empedu dapat diturunkan dengan mengurangi konsumsi alkohol serta menghindari infeksi virus hepatitis B atau hepatitis C.

Mirip Seperti Sakit Kuning

Gejala kanker saluran empedu biasanya baru muncul setelah stadium kanker sudah lanjut. Namun, ada juga kasus yang gejalanya muncul lebih awal sehingga dapat terdeteksi sejak dini. Semakin cepat kanker ini didiagnosis, kemungkinan sembuhnya juga akan lebih baik.

Gejala yang timbul akibat kanker saluran empedu umumnya terjadi akibat sumbatan pada saluran empedu, di antaranya timbul kuning pada mata dan kulit, gatal, hingga feses terlihat pucat atau berminyak.

Pada saat saluran empedu tersumbat, bilirubin yang terdapat di dalam empedu juga tidak dapat dikeluarkan. Akibatnya, bilirubin yang berwarna kuning kehijauan masuk ke dalam saluran darah dan mengendap di beberapa bagian tubuh, termasuk di antaranya kulit dan mata. Selain menimbulkan warna kuning, penumpukan bilirubin juga sering menimbulkan rasa gatal pada kulit. Warna kuning ini dapat merupakan tanda awal terjadinya kanker saluran empedu. Meski demikian, perlu diingat bahwa kuning lebih sering disebabkan oleh hepatititis atau sumbatan batu empedu.

Bilirubin merupakan pigmen yang memberi warna kecokelatan pada feses dan urine. Bila kanker menyebabkan bilirubin tidak dapat keluar ke usus, feses akan terlihat lebih putih. Selain itu, tubuh akan kesulitan dalam mencerna lemak yang dimakan sehingga feses tampak pucat atau bahkan berminyak dan mengapung di jamban. Bilirubin yang tidak dapat keluar ini akan masuk ke dalam darah dan menyebabkan urine menjadi berwarna gelap seperti teh.

Gejala lain yang dapat timbul akibat cholangiocarcinoma di antaranya penurunan berat badan yang cepat dan drastis, nyeri perut, tidak nafsu makan, demam, serta mual atau muntah. Semua gejala di atas mirip dengan gejala hepatitis/sakit kuning dan sumbatan batu empedu. Karena kanker empedu jarang terjadi, bila timbul gejala-gejala tersebut perlu dipikirkan dua kemungkinan di atas terlebih dahulu dan periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Sulit Didiagnosis

Untuk menegakkan diagnosis kanker saluran empedu tidaklah mudah. Diperlukan kombinasi beberapa pemeriksaan untuk memastikan bahwa gejala sumbatan saluran empedu disebabkan oleh kanker empedu. Setelah menanyakan riwayat penyakit dan melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan darah dan pemeriksaan pencitraan. Pemeriksaan dengan mengambil sebagian jaringan empedu juga dapat dilakukan, tetapi biasanya hal ini dilakukan bersama dengan pengangkatan empedu.

Pemeriksaan darah bertujuan untuk mengetahui kadar bilirubin, enzim hati, albumin di dalam darah serta pemeriksaan lain untuk memeriksa fungsi hati. Melalui darah, dokter juga dapat memeriksa apakah terdapat tumor marker, yaitu zat yang dihasilkan oleh sel kanker. Sedangkan pemeriksaan pencitraan bertujuan untuk mendapat gambaran apa yang terjadi di dalam saluran empedu. Melalui pemeriksaan ini dokter dapat mengetahui apakah terdapat kanker, apakah kanker sudah menyebar, dan jika ada bisa diobati atau tidak. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan di antaranya USG, CT Scan, MRI, serta pemeriksaan khusus empedu seperti MRCP (MR cholangiopancreatography), cholangiography, percutaneeous transhepatic cholangiography (PTC), dan ERCP. Agar hasil yang didapat lebih jelas, dapat digunakan kontras yang diberikan dengan cara diminum atau disuntikkan ke pembuluh darah.

Selain pemeriksaan terhadap empedu, terkadang diperlukan pemeriksaan terhadap pembuluh darah di sekitar daerah empedu (angiography), laparoskopi, hingga biopsi atau pengambilan sebagian jaringan empedu.

Bisa Sembuh?

Untuk mengobati kanker saluran empedu, dokter perlu mempertimbangkan beberapa hal, yaitu lokasi dan besar kanker, apakah kanker tersebut bisa dioperasi, efek samping terapi, kondisi pasien secara umum, dan kemungkinan untuk sembuh, memperpanjang usia, atau meredakan gejala yang timbul. Karena dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, jenis terapi yang didapat oleh penderita mungkin tidak sama. Terapi ini juga tentunya
baru dapat dilaksanakan dengan diskusi dan persetujuan pasien. Beberapa terapi yang dapat digunakan untuk mengatasi kanker saluran empedu di antaranya pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi paliatif.

Kanker saluran empedu umumnya dapat disembuhkan selama sel kanker belum menyebar. Pada kasus ini, dokter hanya perlu melakukan operasi untuk membuang sebagian atau seluruh saluran empedu. Sayangnya, seperti yang telah diungkapkan, kanker empedu stadium awal umumnya tidak menimbulkan gejala sehingga baru terdeteksi pada stadium lanjut. Pada kasus ini, diperlukan terapi lanjutan seperti kemoterapi.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: