Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Infertilitas

December 8, 2014

infertilitas

Suatu kali, sepasang suami istri mengeluh sudah lima tahun berumah tangga tapi belum mendapat momongan. Begitu pula dengan pasangan muda lainnya. Mereka tiga tahun belum memiliki keturunan meski sudah mencoba banyak pengobatan.

Infertilitas

Apa yang disebut sebagai infertilitas? Satu pasangan dikatakan infertilitas mana kala dalam waktu 12 bulan atau lebih belum juga mendapat keturunan, dengan syarat suami istri tersebut melakukan hubungan intim secara rutin dua hingga tiga kali dalam seminggu dan tidak memakai alat kontrasepsi.

Kasus infertilitas kini makin meningkat dan telah menjadi masalah yang amat merisaukan di kalangan keluarga.

Lalu, apa sebenarnya penyebab utama kasus infertilitas?

Ada banyak hal. Baik dari pihak pria atau perempuan, keduanya punya kondisi yang memungkinkan terjadinya infertilitas.

Seorang pria mengalami infertilitas salah satunya karena sperma sangat rentan rusak akibat toksin atau radikal bebas. Sebab, membran sperma mengandung asam lemak jenuh ganda dan metabolisme asam lemak ganda ini menghasilkan radikal bebas. Dan ironisnya, sperma tidak memiliki enzim yang bersifat defensif untuk melindungi dirinya. Oleh karena itu sperma sangat butuh antioksidan seperti vitamin C, beta karoten, vitamin E dan B12. Selain itu dibutuhkan juga mineral seperti seng, selenium, hingga tembaga.

Perlu diketahui, bahwa sepertiga kasus infertilitas penyebabnya ada pada si pria dan 2/3 kasus lainnya baik pria dan wanita sama-sama bertanggung jawab. Oleh karena itu dalam mencari solusi, suami dan istri harus menjalani pemeriksaan.

Banyak penyebab yang dapat menimbulkan infertilitas. Sembilan puluh persen infertilitas pada pria akibat gangguan spermatogenesis. Ejakulat seorang pria sehat mengandung 200 juta sperma dan hanya satu sperma tangguh yang bisa membuahi sel telur.

Melihat kondisi sperma yang rentan terhadap radikal bebas, maka proses spermatogenesis pun dapat terganggu oleh aneka toksin seperti polusi udara, pestisida, logam berat, dan zat kimia lainnya. Ditambah lagi, apabila sering mengonsumsi daging ternak yang digemukkan dengan memakai hormon estrogenik, lemak trans, atau junk food dan zat kimia makanan atau minuman. Semua itu bisa memberi pengaruh yang kurang baik bagi kondisi sperma.

Bukan itu saja. Gaya hidup akibat malas bergerak, obesitas, aktif merokok, sering mengonsumsi alkohol dan sering memakai celana ketat juga bisa menjadi faktor yang menyebabkan sperma mati. Khusus pengguna celana ketat, bisa mengakibatkan suhu skrotum, yang bila meningkat satu derajat celcius saja sudah dapat menyebabkan sperma mati.

Selain itu, penyakit tertentu seperti varikokel, kriptokrismus (biji pelir tertahan di rongga perut), diabetes, dan hipertensi juga berpengaruh signifikan.

Sementara itu, gangguan infertilitas pada perempuan sering diakibatkan oleh endometriosis dan gangguan sistem imun, di mana imun wanita menolak sperma si suami.

Solusi Infertilitas

Bila penyebab penyakit pemberat tidak ada, maka perbaikan gaya hidup, pola makan dan eliminasi aneka toksin dapat menjadi solusi yang dapat meningkatkan taraf kesehatan dan perbaikan spermatogenesis ke normal. Hal yang sama juga berlaku bagi perempuan untuk memperbaiki sistem reproduksinya.

Selain itu, bagi kaum pria bisa dengan menjaga suhu skrotum agar tetap sejuk dengan menghindari mandi air panas dan memakai celana longgar. Lakukan juga olahraga rutin, atasi stress, giat relaksasi, dan hindari obat-obatan serta banyak berdoa kepada Tuhan yang Maha Kuasa agar dikaruniai seorang anak.

Semoga, dengan kesabaran dan usaha maksimal, kehadiran buah hati bisa datang di keluarga.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: