Wijen, Menurunkan Kolesterol dan Cegah Penuaan Dini

February 6, 2014

wijen

Biji wijen (Sesamum indicum L) memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Mengonsumsi wijen secara teratur dipercaya dapat menurunkan darah tinggi, anti kanker, turunkan kolesterol hingga mencegah penuaan dini.

Wijen merupakan biji dari tanaman herba berbatang lunak. Tanaman yang berasal dari Afrika ini dapat tumbuh subur di negara Tropis, termasuk Indonesia. Saat ini wijen telah banyak dibudidayakan oleh petani kita sehingga mudah dijumpai di pasaran dan harganya relatif murah. Pemanfaatan wijen sangat luas. Selain sebagai bahan baku minyak wijen, biji wijen juga bisa digunakan sebagai bumbu masakan, campuran kue, dan bahan baku kosmetik.

Varietas Wijen

Di pasaran dapat dijumpai dua jenis biji wijen, yaitu biji wijen putih biji wijen hitam. Masing-masing memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Namun dalam seni kuliner, biji wijen putih penggunaanya lebih banyak.

Di Indonesia wijen dikenal dengan banyak nama, seperti Walir, Lenga, Lena, Langan, dan Ringa. Saat ini wijen banyak dibudidayakan oleh petani di Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumbawa, dan Sulawesi. Polong wijen dapat dipanen ketika usia 140 hari dihitung setelah masa tanam. Setiap polong berisi sekitar 50 biji wijen. Biji ini dikeringkan kemudian siap digunakan sebagai bumbu masakan, campuran kue, atau bahan baku minyak wijen.

Kaya Zat Besi dan Lemak Sehat

Menurut pakar ilmu pangan Prof.Dr.Ir. Made Astawan MS, di dalam biji wijen mangandung zat besi dan lemak sehat. Setiap 100 g biji wijen mengandung zat besi sekitar 7.29 mg. Dengan mengonsumsi biji wijen yang kaya akan zat besi maka tubuh akan terhindar dari menurunya aktivitas sel darah merah yang dapat mengurangi daya angkut karbon dioksida ke dalam paru-paru. Asupan zat besi yang cukup dapat meningkatkan aktivitas sel darah merah sehingga paru-paru tidak bekerja keras dan mencegah sesak nafas. Zat besi juga dapat mengusir asam laktat di dalam otot yang dapat menyebabkan otot kaku dan pegal.

Selain mineral zat besi, wijen juga kaya akan lemak. Setiap 100 g wijen mengandung asam lemak jenuh 7.124 g, asam lemak tidak jenuh tunggal 19.209 g, dan asam lemak tidak jenuh ganda 22.296 g. Dari komposisi asam lemak terlihat bahwa biji wijen dominan mengandung lemak tidak jenuh yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah.

Prof Made juga memaparkan jika keunggulan lain biji wijen adalah mengandung substansi unik bernama sesamin dan sesamolin. Keduanya adalah kelompok serat yang disebut lignan. Lignan ini terbukti efektif menurunkan kadar kolesterol dan dapat mencegah hipertensi. Lignan juga berkhasiat sebagai anti kanker dan antioksidan.

Cegah Penuaan Dini

Di dalam minyak wijen banyak mengandung antioksidan seperti lesitin, sesamin, dan vitamin E (tokoferol). Vitamin E dipercaya dapat melindungi LDL dari proses oksidasi sehingga dapat mencegah aterosklerosis. Pada proses pembuatan minyak wijen, biji wijen biasanya akan disangrai terlebih dahulu, proses menyangrai ini akan mengubah senyawa sesaminol menjadi sesameol. Sesameol merupakan antioksidan yang sangat kuat, bahkan disinyalir lebih kuat dibandingkan vitamin E. Dengan mengonsumsi minyak wijen, diharapkan tubuh mendapatkan asupan antioksidan yang cukup yang dapat mencegah radikal bebas penyebab penuaan dini dan kanker. Sedangkan zat berkhasiat sesamin di dalam minyak wijen dapat bermanfaat sebagai antibakteri, insektisida, dan antioksidan. Sesamin juga dipercaya dapat memperbaiki fungsi enzim pada liver. Penelitian di Jepang menunjukkan, konsumsi sesamin pada peminum alkohol dapat meningkatkan laju oksidasi asam lemak di mitokondria dan peroksisome hati menjadi energi. Dengan demikian, asam lemak tersebut tidak disimpan dalam tubuh sebagai kolesterol.

Penggunaan Untuk Kuliner

Banyak orang yang tidak tahu manfaat baik biji wijen bagi kesehatan tubuh. Masyarakat kita juga belum terbiasa menggunakan biji wijen di dalam masakan sehingga konsumsi wijen dalam bentuk biji maupun minyak masih sangat rendah. Salah satu cara mendapatkan manfaat wijen adalah dengan rajin mengkonsumsinya. Caranya dengan memasukan unsur biji atau minyak wijen di dalam masakan.

Menggalakkan penggunaan biji wijen harus dibudayakan dalam seni kuliner. Aneka tumisan sebenarnya akan lebih lezat dan beraroma harum jika menambahkan minyak wijen atau biji wijen. Minyak wijen juga cocok digunakan sebagai bumbu olahan ikan, ayam, udang, daging, hingga masakan sayuran. Tidak hanya masakan, biji wijen juga bisa digunakan sebagai bahan campuran kue. Seperti sebagai taburan roti, campuran cake atau sebagai isi kue kering. Begitu banyak manfaat biji wijen. Karenanya, cobalah mulai membudayakan konsumsi wijen dengan mengaplikasikan sebagai campuran masakan, kue atau bumbu masak.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: