Waspadai Infeksi Telinga Pada Anak

August 4, 2015

infeksi telinga

Infeksi telinga merupakan salah satu penyakit yang biasa terjadi pada anak-anak. Selain menyebabkan anak menjadi rewel, infeksi telinga harus segera ditangani karena jika dibiarkan hingga parah dapat menyebabkan gangguan hingga kehilangan pendengaran.

Infeksi telinga atau dalam istilah medisnya otitis media, adalah gangguan yang umumnya terjadi terutama pada anak-anak berusia antara 6 bulan hingga 3 tahun yang sistem imunitas atau kekebalan tubuhnya masih rentan. Otitis media terjadi karena adanya infeksi pada saluran Eustachian atau saluran tipis yang menghubungkan hidung dan telinga. Hal ini biasanya terjadi saat anak menderita pilek atau demam yang membuat saluran ini tersumbat sehingga terdapat pengumpulan dan pengendapan cairan yang mengandung virus atau bakteri. Mikroorganisme inilah yang kemudian menjadi penyebab terjadinya infeksi dan rasa sakit pada telinga. Selain tersumbatnya saluran Eustachian, berbagai bakteri, virus, serta jamur penyebab infeksi juga dapat masuk ke dalam telinga bagian tengah melalui berbagai macam media seperti air, udara, saluran tenggorokan yang luka, serta melalui cotton bud atau alat yang digunakan untuk membersihkan telinga. Bahkan jari yang kotor juga dapat menjadi media masuknya berbagai mikroorganisme penyebab infeksi tersebut.

Lalu bagaimanakah kita dapat mengetahui anak menderita infeksi telinga? Pada anak yang lebih besar, keluhan mengenai sakit di bagian telinga bisa mereka katakan, namun bayi atau balita yang belum dapat berbicara tentunya tidak dapat mengatakan rasa sakit yang dideritanya. Menurut laman Caring for Kids, cara yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan gejala-gejala yang diperlihatkan tubuh mereka seperti demam tiba-tiba yang tidak dapat dijelaskan, anak menjadi rewel, mengalami gangguan tidur, kehilangan nafsu makan, serta mengalami kesulitan mendengarkan suara yang pelan. Tidak jarang terdapat cairan yang keluar dari telinga anak yang mengandung bibit penyakit, sehingga untuk menghindari penyebarannya maka kita harus mencuci tangan setelah menyentuh cairan tersebut. Selain itu, perhatikan saat balita menyentuh atau menarik bagian telinganya karena bisa jadi hal tersebut adalah caranya memberitahukan rasa sakit di telinganya. Namun Dr. Sear pada lamannya ask Dr. Sear, mengingatkan bahwa bayi suka bermain dengan telinganya, sehingga jika bayi menarik telinga tanpa ada gejala lainnya yang menandakan bahwa dia menderita infeksi telinga seperti demam atau tangis, maka orang tua dapat tenang karena mereka sebenarnya hanya ingin bermain.

Atasi Infeksi Telinga dengan Herbal

Gangguan infeksi pada telinga, walaupun tidak menular, namun harus segera ditangani karena jika dibiarkan akan semakin parah serta dapat menyebabkan bahaya jangka panjang karena anak dapat kehilangan sensitifitas terhadap suara hingga kehilangan indera pendengarannya. Cara yang paling efektif dalam menangani infeksi telinga anak adalah segera membawanya ke dokter anak jika gejalanya tidak membaik atau hilang setelah 24 jam. Dokter biasanya akan memeriksa gendang telinga anak dengan alat khusus bernama otoskop, kemudian memberikan antibiotik serta penurun demam untuk mengurangi rasa sakit. Selain memberikan obat, jika si kecil rewel dan sulit tidur, orang tua dapat menenangkan serta menemani tidur dengan menjaga agar saat tidur telinga yang sakit menghadap ke atas untuk mengurangi rasa sakit serta agar cairan tidak keluar.

Infeksi telinga biasanya akan sembuh sendirinya setelah mendapatkan pengobatan, namun tetap perlu dijaga agar tidak ada benda asing yang masuk ke telinga dan kembali menyebabkan infeksi. Walau infeksi telinga sebaiknya segera ditangani dokter anak, namun terdapat pengobatan herbal yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama pada infeksi telinga ringan. Cara ini tentunya harus dilakukan setelah melihat kondisi anak karena jika terjadi komplikasi atau kondisi anak tidak berubah bahkan semakin parah, menemui dokter merupakan cara terbaik mengatasinya.

• Kompres dengan air hangat pada bagian atas telinga yang sakit menggunakan handuk lembut. Ulangi beberapa kali dalam sehari untuk meredakan rasa sakit, namun tetap berhati-hati agar tidak ada air yang masuk ke dalam telinga.

• Encerkan beberapa tetes tea tree oil ke dalam air dengan perbandingan 1:1, lalu tempatkan ke wadah tetes telinga. Teteskan ke dalam telinga yang terinfeksi, tunggu selama 5 menit, lalu keluarkan dengan cara memiringkan kepala agar cairan dalam telinga bisa keluar.

• Hancurkan satu siung bawang putih segar lalu peras untuk diambil sarinya. Teteskan beberapa tetes sari bawang putih ke telinga yang terinfeksi dengan bantuan pipet. Lakukan 2 – 3 kali sehari hingga rasa sakit mereda dan infeksi telinga sembuh.

Mencegah Infeksi Telinga Pada Anak

Pencegahan merupakan cara yang paling baik daripada mengobati, termasuk untuk menangani infeksi telinga. Berikut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi telinga pada anak:

• Jangan terlalu sering membersihkan telinga. Organ telinga memiliki mekanisme alami untuk menghilangkan kotoran sehingga biasanya kotoran tersebut akan keluar tanpa perlu dibersihkan.

• Saat kita memang perlu membersihkan telinga, maka bersihkan hanya bagian luar telinga. Jika memang perlu membersihkan bagian dalam, gunakan cotton bud yang lembut serta berhati-hati agar tidak terjadi gesekan yang dapat menyebabkan luka pada kulit bagian dalam telinga.

• Jangan menyabuni telinga hingga dalam. Lingkungan bagian dalam telinga bersifat asam, sehingga jika terkena sabun yang bersifat basa, maka dapat menyebabkan berubahnya pH (derajat keasaman) di bagian dalam telinga yang membuatnya rentan terhadap infeksi.

• Saat kemasukan air, jangan kembali memasukan air dengan tujuan memancing air agar keluar. Biarkan beberapa saat karena air akan keluar dengan sendirinya, atau atau miringkan kepala untuk mempercepat keluarnya air.

• Jangan memasukkan jari atau benda lain ke dalam telinga untuk menghilangkan rasa gatal, cukup tekan perlahan bagian cuping telinga dari luar beberapa kali hingga rasa gatal hilang.

• Jangan menyentuh telinga dengan tangan kotor serta jangan lupa mencuci tangan setelah memegang benda yang kotor atau berdebu sebelum menyentuh telinga.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: