Waspadai Gigitan Binatang Saat Berlibur

January 16, 2014

gigitan binatang

Musim liburan sudah siap menjelang. Berbagai rencana sudah ada di bayangan Anda. Bagi yang memiliki jiwa pertualangan, menikmati alam bebas mungkin menjadi tujuan liburan yang paling utama. Menikmati liburan di alam bebas memang ampuh untuk melepas penat. Udara segar dan pemandangan apik yang ditawarkan membuat kita sekejap lupa akan rutinitas dan tumpukan pekerjaan di kantor. Namun, ada beberapa bahaya yang bisa saja mengintai, dari mulai ular, serangga ataupun lebah.

Berikut yang harus anda waspadai saat berlibur di alam bebas termasuk bagaimana menghadapinya.

Gigitan Ular

Di seluruh dunia, tersebar 2500 jenis ular, 500 spesies diantaranya berbisa dan 200 spesies dapat menyebabkan kematian ataupun cacat menetap.

Hampir semua racun ular tersebut mengandung zat yang dapat merusak mitokondria (bagian dari sel), sel darah merah, sel darah putih, keping darah, endotel vaskular (sel lapisan bagian dalam pembuluh darah), otot rangka, serta bersifat neurotoksin (racun bagi saraf). Di Indonesia sendiri, terdapat ular yang tidak mengandung bisa, namun dapat menyebabkan kematian yaitu ular piton.

Bahayanya:

Gejala yang ditimbulkan oleh gigitan ular biasanya berupa edema (penumpukan cairan di jaringan) akibat keluarnya isi pembuluh darah ke jaringan dibawah kulit atau dapat juga berupa matinya jaringan disekitar luka gigitan akibat adanya racun otot. Selain reaksi yang bersifat lokal disekitar gigitan tersebut, dapat pula terjadi reaksi sistemik (di seluruh tubuh) berupa edema paru dan kebocoran pembuluh darah seluruh tubuh yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang tentunya sangat berbahaya.

Disamping itu, dapat pula terjadi gangguan pembekuan darah sehingga perdarahan tidak dapat berhenti, serta lemas otot termasuk otot pernafasan yang dapat membuat korban tidak dapat bernafas. Seluruh proses inilah yang menjadi penyebab meninggalnya korban gigitan ular.

Pertolongan Pertama:

  • Evakuasi korban ke tempat yang aman, usahakan korban tidak menggerakkan kaki atau tangan yang tergigit karena pergerakkan otot akan mempercepat penyebaran racun.
  • Jangan menekan daerah gigitan karena penekanan akan lebih mempercepat penyebaran racun.
  • Daerah disekitar gigitan boleh diikat, namun jangan terlalu kencang karena akan timbul rasa nyeri. Ikatan ini fungsinya hanya untuk membatasi gerakan bukan untuk mencegah penyebaran racun.
  • Bawa ke klinik terdekat secepat mungkin dengan menggunakan tandu atau digotong. Gejala yang sangat berat dapat timbul sebelum korban sampai ke rumah sakit. Untuk mengatasi rasa nyeri dapat diberi obat pereda nyeri yang mengandung parasetamol. Jika terdapat mual dan muntah yang merupakan gejala keracunan pada seluruh tubuh, korban dibaringkan dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki dan posisi dimiringkan untuk mencegah muntahan masuk ke saluran pernapasan.

Pertolongan di klinik/rumah sakit

Yang harus dilakukan di klinik/rumah sakit antara lain:

  • Anamnesis/wawancara pasien dengan cepat, tanyakan lokasi gigitan, berapa lama telah tergigit, serta ciri-ciri ular penggigit. Apabila ular penggigit tidak berbisa, pasien bisa rawat jalan dengan sebelumnya disuntik vaksin tetanus toxoid.
  • Terdapatnya tanda gigitan taring 2-3 lubang menandakan gigitan ular berbisa.
  • Pemberian anti racun, di Indonesia hanya terdapat SABU (Serum Anti Bisa Ular).

Observasi gejala yang lebih berat:

  • Perdarahan spontan pada gusi atau perdarahan pada lokasi gigitan menandakan adanya gangguan pembekuan darah.
  • Petanda awal racun bersifat neurotoksis antara lain penglihatan kabur/buram, kelopak mata berat, dan pusing.
  • Tanda gangguan pernapasan adalah sesak nafas, serta sianosis (kulit kebiruan).
  • Pasien yang digigit ular berbisa namun belum menunjukkan gejala keracunan sebaiknya diobservasi selama 24 jam.

Gigitan Lebah/Tawon

Gigitan hewan penyengat ini memang tidak terlalu berbahaya, namun dapat meninggalkan bengkak, merah, dan gatal pada bagian tubuh Anda. Ada beberapa sengatan pada waktu yang sama dapat memasukkan racun dalam tubuh korban yang sangat menyakiti.

Pertolongan Pertama:

  • Bila terkena sengatan lebah, cabutlah sengat-sengat itu. Anda tidak boleh menggunakan kuku atau pinset, sebab dapat membuat racun masuk ke dalam tubuh. Cabutlah sengatannya dengan menggunakan pisau yang bersih. Bisa juga mendorongnya kearah samping.
  • Buatlah bagian yang tersengat dan basahi dengan larutan garam inggris.
  • Beri kompres dingin pada gigitan untuk mengurangi rasa nyeri dan gatal.
  • Beri salep antihistamin yang dijual bebas di apotek.
  • Beri sirup parasetamol sesuati aturan pakai.

Gigitan Hewan Laut

Gigitan hewan laut biasanya mengandung racun. Misalnya gigitan hewan ubur-ubur dan ubur-ubur apung yang berbentuk topi perang portugis. Jika anda terkena gigitan hewan seperti ini, atau hewan sejenisnya, maka akan berakibat fatal pada tubuh anda.

Bahayanya:

Bagian tubuh yang terkena gigitan akan terasa sangat panas dan akan memerah. Gejala lain yang ditimbulkan adalah adanya ruam pada kulit. Dapat ditemui juga rasa mual, bahkan muntah. Terkadang pernapasan Anda sedikit susah. Jika anda mengalami alergi dengan gigitan binatang seperti ini, maka anda akan shock, bahkan pingsan.

Pertolongan pertama:

  • Bagian tubuh yang terkena gigitan harus dilapisi dengan kain atau menggunakan penjepit untuk menggunakan penjepit untuk mengambil tentakel yang menempel pada bekas jahitan.
  • Bagian yang terkena gigitan dicuci dengan menggunakan alkohol atau cuka.
  • Saat anda mencucinya akan terasa sakit.
  • Jika ada tanda-tanda shock, segera perhatikan korban sebaik-baiknya.
  •  Jika tidak mempan, bawa penderita ke dokter.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: