Wanita Karir dan Kesehatan

February 3, 2014

wanita karir

Kini peran wanita telah berubah termasuk di Indonesia. Dahulu wanita hanya memiliki peran mengurus anak dan rumah tangga, namun kini telah memiliki peran sosial dimana dapat berkarir di hampir semua bidang. Sekilas, fenomena ini sangat membanggakan, namun menyandang predikat sebagai wanita karir ternyata memberikan konsekuensi yang tidak kecil. Demi meraih puncak karir, wanita kerap mengabaikan perkara kesehatan hingga pernikahan. Dua hal ini bila tak disingkapi dengan baik akan merugikan kaum hawa itu sendiri. Maka, menjadi wanita yang sukses baik dalam karir maupun kesehatan menjadi prioritas utama.

Stres Wanita Karir

Bagi sebagian wanita, menjadi wanita karir adalah salah satu pilihan yang dapat meningkatkan gengsi di dalam masyarakat. Tapi, menjadi sedikit sulit saat wanita karir juga sibuk menjalani kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu.

Bisa menjalani dua pekerjaan sekaligus, dengan menjadi ibu yang bertugas mengurus rumah tangga dan bekerja sebagai wanita karir, tentunya akan menjadi kelebihan kita sebagai seorang wanita. Dua kegiatan utama ini seringkali menyita waktu dan membuat cemas, stress hingga depresi.

Cemas, stress dan depresi adalah gangguan yang kerap mengintai wanita karir. Pola hidup yang tidak sehat dan kurangnya istirahat, membuat wanita rentan terserang gangguan kesehatan jiwa. Berikut uraian Psikiater Dr. Andri, SpKJ, FAPM.

Jalani Dobel Peran

Seperti diketahui, kesehatan mental adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan badan. Gangguan kesehatan mental sendiri bisa menyerang siapa saja. Hanya saja, kesehatan mental lebih rentan terjadi pada wanita, terutama wanita yang bekerja. “Secara umum, pada beberapa kasus gangguan jiwa seperti depresi lebih rentan menimpa wanita ketimbang pria bahkan sampai 2x lipatnya,” tuturnya.

Menurut Dr. Andri, wanita bekerja (wanita karir) lebih rentan mengalami gangguan kesehatan jiwa karena beberapa faktor. Faktor yang paling utama berperan dalam gangguan mental ini adalah faktor hormonal.

“Biasanya, mereka akan terganggu kondisi kesehatan jiwanya pada masa menjelang menstruasi. Beberapa di antaranya masuk kategori gangguan kejiwaan yang disebut PreMenstrual Disphoric Disorder (PMDD),” tuturnya.

Faktor lain yang mempengaruhi gangguan kesehatan jiwa wanita karir adalah faktor tanggung jawab yang banyak, seperti menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga.

“Beban stres yang berlebihan, pola hidup yang tidak sehat, kurang istirahat, dan kurang berolahraga serta sulit mencari waktu jalani hobi. Sulit beradapatasi dengan stres/kehidupan yang terus berubah juga bisa menjadi pemicu terjadi gangguan jiwa pada wanita,” urainya.

Kualitas Hidup Turun

Dr. Andri menyebutkan, gangguan kesehatan jiwa seperti depresi seringkali diikuti dengan keluhan fisik seperti susah tidur, kepala terasa tertekan atau pusing, gangguan maag dan rasa nyeri di otot yang berpindah. Selain itu, gangguan kesehatan jiwa juga ditandai dengan gejala psikologis seperti putus asa, tidak semangat, murung atau sedih, tidak ada keinginan bergerak atau psikomotornya terganggu.

“Biasanya depresi dibarengi dengan gejala seperti gangguan makan, gangguan pola tidur dan sulit konsentrasi yang berlangsung secara terus menerus minimal 2 minggu. Pada gangguan kesehatan jiwa yang berat, gejala disertai dengan ide atau percobaan bunuh diri,” ujarnya.

Berbeda dengan gangguan kesehatan jiwa ringan, gangguan kesehatan yang berat bisa menyebabkan risiko kematian. Disebutkan Dr. Andri, hal ini terjadi akibat adanya keinginan bunuh diri pada wanita dengan tingkat gangguan kesehatan jiwa yang berat. “Berbeda dengan gangguan yang lain seperti cemas dan somatisasi mungkin tidak terlalu serius, hanya sangat mengganggu kualitas hidup saja,” tuturnya.

Maka itu, jika gangguan kesehatan jiwa tidak bisa lagi ditangani sendiri dan sampai mengganggu kehidupan pribadi dan sosial, dianjurkan segera mencari bantuan pada ahli untuk mendapatkan terapi, baik dengan obat-obatan dan juga psikoterapi.

“Ketika sudah sangat mengganggu sehingga menurunkan kualitas hidup, sebaiknya segera mencari bantuan ahli sehingga akan mendapatkan penanganan yang lebih tepat.”

Tips Usir Stress Bagi Para Wanita Karir

Banyak cara untuk menangkal gangguan jiwa ringan. Berikut beberapa tipsnya

  • Berbagilah beban dengan orang yang Anda percaya. Anda akan nyaman meskipun hanya bercerita saja.
  • Tetaplah aktif dalam kegiatan sehari-hari karena dengan meskipun berat bukan berarti Anda bisa ‘lari’ dari kehidupan sehari Anda.
  • Tingkatkan pola hidup yang baik dan tinggalkan pola hidup buruk Anda.
  • Lakukanlah relaksasi dan atau meditasi agar mencapai keadaan rileks.

Karir Ramah Jiwa

  • Pilih karir yang Anda suka dan mungkin merupakan hobby.
  • Seimbangkan waktu istirahat dan bekerja.
  • Hindari pergaulan yang salah, seperti minum alkohol dan narkotika yang kadang dianggap bagian gaya hidup kaum urban.
  • Lakukan hobby atau luangkan waktu untuk bersenang-senang dengan cara sehat.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: