Waktu Tepat Operasi Amandel

March 18, 2014

operasi amandel

Operasi pengangkatan tonsil atau yang biasa disebut dengan operasi amandel merupakan salah satu tindakan medis populer pada anak dibawah usia 15 tahun. Meski begitu, pertanyaan “Haruskah dioperasi?” berikut “Kapan operasi amandel?” sering menjadi pertanyaan para orangtua. Berikut jawabannya.

Operasi Amandel: Mutlak & Relatif

Menurut dr. Soemarwoto SpA, MARS, hanya ada dua alasan sesungguhnya yang mendasari kenapa amandel pada anak harus segera di operasi. Pertama, jika ukuran amandel sudah terlampau besar di bandingkan dengan ruang tenggorok pada anak yang relatif sempit. Sementara alasan kedua berkaitan dengan infeksi amandel yang terjadi berulang.

Selain itu, operasi pengangkatan amandel pada anak diperlukan bila masalah amandel telah memenuhi kriteria. Yang dimaksud dengan kriteria ini adalah; 1) criteria absolute yang mewajibkan untuk segera dilakukan operasi. 2) criteria relative atau dipertimbangkan melakukan operasi.

Kriteria yang sifatnya absolut/ mutlak antara lain dilakukan bila terjadi kondisi seperti berikut;

  • Pembesaran amandel sampai menghambat jalan nafas dan bersifat berat atau menyebabkan gangguan tidur berupa mendengkur atau bahkan terjadi henti napas saat pasien tidurĀ atau jika terjadi komplikasi kardiopulmoler.
  • Infeksi yang kemudian menimbulkan atau memicu terjadinya kejang atau demam.
  • Infeksi yang menimbulkan perdarahan amandel menetap atau berulang.
  • Jika terjadi pembesaran amandel pada satu sisi dan dicurigai sebagai suatu keganasan.

Sementara kriteria relatif atau perlu dipertimbangkan untuk melakukan operasi adalah jika terjadi beberapa kondisi seperti berikut;

  • Infeksi amandel akut berulang, atau infeksi amandel menahun dengan frekuensi serangan infeksi 7 kali per tahun, 5 kali per tahun selama kurang lebih 2 tahun, dan 3 kali per tahun selama 3 tahun.
  • Terjadi komplikasi berupa abses di sekitar amandel.
  • Pembesaran amandel yang menimbulkan gangguan makan atau menelan.
  • Atau jika ditemui adanya serpihan putih kekuningan yang dalam istilah medisnya disebut sebagai tonsillolithiasis yang dapat mengakibatkan bau mulut atau nafas tak sedap.

Aneka Teknik Operasi

Sebelum operasi pengangkatan amandel (tonsilektomi) dilakukan, dokter terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan kesehatan pasiennya. Meliputi pemeriksaan radiologi, pemeriksaan laboratorium seperti darah untuk memastikan apakah anak layak operasi atau tidak. Anak umumnya akan dipuasakan sekitar 6 jam sebelum operasi dilakukan.

Saat ini terdapat beberapa pilihan metode operasi amandel yang dapat dilakukan pada pasien, baik yang klasik maupun yang modern. Menurut dr. Soemarwoto, masing-masing metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan.

Tindakan operasi klasik meliputi teknik guillotine dan teknik diseksi. Pada teknik guillotine, amandel akan dijepit dengan alat yang disebut guillotine, dan kemudian dipotong. Teknik hampir sama dengan teknik guillotine namun dengan menggunakan pisau potong untuk memisahkan amandel dari jaringan pengikatnya.

Sementara untuk cara modern, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, seperti menggunakan teknik electrocauter, teknik mikroderider, teknik radiofrekuensi dan teknik thermal welding.

Pada teknik electrocauter, waktu yang dibutuhkan seorang dokter umumnya lebih cepat dari teknik lain pada umumnya. Sayangnya teknik ini menghasilkan panas yang cukup tinggi mencapai 400-600 derajat celcius. Pemulihan jaringan pasca operasi pada teknik ini juga cukup lama mengingat kerusakan yang terjadi pada jaringan, akibat panas yang terlalu tinggi.

Pada teknik microderider, dokter menggunakan alat khusus yang dapat menyedot darah secara langsung jika terjadi perdarahan. Semantara teknik radio frekuensi prinsipnya sama dengan teknik electrocauter, hanya saja energi panas yang dihasilkan dari alat ini lebih rendah, temperaturnya hanya sekitar 40-70 derajat celcius. Dan dibantu dengan gelombang radio dengan frekuensi 1,5 hingga 4,5 MHz. Terakhir adalah teknik thermal welding, teknik ini merupakan pengembangan dari teknik radio frekuensi. Hanya saja energi panas yang dihasilkan berada di ujung alat pemotong yang dilindungi bahan peredam panas. Ini bertujuan untuk meminimalkan luas jaringan yang terkena panas. Dengan paparan panas yang minimal ini risiko terjadinya nyeri pasca operasi akan lebih minimal dan dengan proses pemulihan yang lebih cepat.

Umumnya operasi pengangkatan amandel berlangsung sekitar 30 – 60 menit, dengan anastesi umum. “Jadi anak akan tidak sadarkan diri, selama prosedur ini” tambahnya.

Perawatan Pasca Operasi

Setelah prosedur selesai, atau segera setelah anak sadar, sebaiknya anak mendapat banyak minum dalam 24 jam pertama. “Hindari minuman yang bersifat asam, karena akan menambah perih lukanya. Es krim malah sangat dianjurkan karena bisa mencegah perdarahan, dan mengurangi rasa nyeri di tenggorokan,” jelasnya. Dan dalam waktu 24 pasca operasi, sebaiknya anak mengkonsumsi makanan saring.

Ada kalanya anak akan muntah setelah operasi. Jika hanya 1 -2 kali dan wujud makanan masih biasa, bukan coklat tua atau darah. Kondisi ini masih dianggap sebagai suatu yang wajar.

Pada hari ke 2 atau ke 3 anak selanjutnya bisa diberi makanan lunak, seperti; jelly, pudding, atau makanan sejenis. Pada waktu proses penyembuhan ini, biasanya terlihat bercak putih di bekas amandel, “Ini dianggap sebagai kondisi yang wajar, layaknya proses penyembuhan luka di tempat lain,” imbuhnya.

Pada hari ke 4 anak boleh diberikan makanan biasa, namun masih harus menghindari makanan yang terlampau kasar, tujuannya agar tidak memicu terjadinya perdarahan atau luka pada bekas operasinya.

“Kadang suara anak juga akan ikut berubah, 1-2 minggu pertama. Tak perlu kuatir, ini merupakan hal biasa dikarenakan adanya ruang baru di bagian faring. Umumnya setelah otot-otot di sekitarnya pulih, suara anak akan kembali seperti sedia kala,” jelasnya.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: