Vagina Baru Untuk Istriku

January 2, 2014

vagina baru

Ingin “perawan” lagi? Atau punya 3 anak dan kurang percaya diri menghadapi rayuan suami? Mungkin anda dapat mempertimbangkan rekonstruksi alias ‘reparasi’ vagina agar muda kembali. Lalu bagaimana dengan efek sampingnya?

Rekonstruksi vagina bisa terdiri dari vaginoplasti atau rejuvenasi (perbaikan bagian dalam vagina), labioplasti (perbaikan ‘bibir’vagina’), atau hymenoplasti (perbaikan selaput dara). Prosedur ini belum umum dilakukan di Indonesia.

Selain karena batasan budaya dan agama, biaya yang cukup mahal serta tenaga ahli yang masih jarang, pasien juga umumnya masih malu mengungkapkan permasalahannya ke dokter. Tidak jarang pasien lebih memilih ke luar negeri untuk melakukannya.

Prosedur ini hanya boleh dilakukan oleh mereka yang benar-benar ahli, yaitu ahli bedah kosmetik ginekologis, yaitu dokter bedah yang mengkhususkan diri di bidang pembedahan estetik vagina. Pembedahan dilakukan dengan tetap menjaga kerahasiaan pasien. Beberapa prosedur mungkin memerlukan persetujuan dari orang terdekat pasien, seperti orang tua atau pasangannya.

Yang jelas, mengingat prosedur yang dilakukan berada di organ intim, wanita yang ingin melakukan rekonstruksi harus siap secara mental. Terutama jika dilakukan oleh wanita yang belum pernah menikah. Untuk itu, dukungan dari keluarga dan teman dekat sangat penting.

Seribu Satu Alasan

Dahulu, rekonstruksi atau pembedahan di daerah vagina hanya dilakukan pada kasus kelainan bawaan atau kelainan rahim pasca melahirkan. Namun, sekarang rekonstruksi vagina banyak dilakukan dengan berbagai alasan.

Menurut Dr. Elida Sari Siburian SpBP, dokter Bedah Plastik dari RSUP Fatmawati, Jakarta, alasan seorang wanita melakukan vaginoplasti dapat bermacam-macam. Mulai dari masalah ranjang, seperti kurangnya sensasi, nyeri, timbul suara memalukan seperti buang gas, dan pasangan kerap ‘terpeleset’ selama berhubungan seksual, vagina yang terasa longgar, bentuk yang telah kendur dan kurang menarik, bekas luka di daerah vagina, sampai gangguan saat buang air besar dan kecil (mengompol saat tertawa, batuk, bersin, dsb).

Sedangkan labioplasti, dapat dilakukan karena bentuk atau perubahan warna ‘bibir’ vagina, nyeri selama berhubungan atau saat beraktivitas, malu saat mengenakan pakaian tertentu, gangguan kebersihan atau bau, sampai buang air kecil yang berceceran ke mana-mana. “Akibatnya, rasa percaya diri akan terganggu, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam kehidupan intim dengan pasangannya,” jelasnya.

Prosedur lain, hymenoplasti, dilakukan oleh beberapa wanita untuk mengembalikan selaput dara yang robek. Entah karena pemerkosaan atau kecelakaan, untuk memulihkan rasa percaya diri dan menghindari tuduhan suami yang mengharuskannya ‘berdarah’ pada malam pertama. Ada juga yang telah atau pernah menikah, namun ingin memberikan hadiah bagi suaminya.

Apapun itu, menurut Dr. Elida, setelah prosedur dilakukan, disarankan bagi pasien untuk menjaga kebersihan di daerah intim. Hal ini dapat dilakukan dengan pencucian menggunakan cairan antiseptik atau losion pembersih. Hal ini untuk menjaga vagina agar tidak terinfeksi, terutama setelah terkena air seni. Pada beberapa kasus, pasien mungkin memerlukan pemasangan selang kencing atau kateter sementara waktu.

Pasien juga dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang longgar, termasuk celana dalam katun yang longgar untuk mencegah cedera dan mempercepat penyembuhan. Untuk vaginoplasti, pasien dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual setidaknya selama 6 minggu untuk memastikan bahwa luka bekas operasi telah sembuh.

Vaginoplasti

Vaginoplasti dapat dilakukan dengan atau tanpa laser. Menurut Dr. Elida, prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki otot-otot panggul dan memperbaiki vagina setelah melahirkan, mengencangkan vagina, dan memperbaiki inkontinensia urin (mengompol). Gangguan dapat terjadi akibat melahirkan, penuaan, gangguan hormonal, riwayat merokok, dan kenaikan atau penurunan berat badan yang signifikan.

Vaginoplasti dapat membantu fungsi seksual, dengan meningkatkan cengkraman vagina selama hubungan seksual. Namun ia tidak dapat memperbaiki gangguan yang disebabkan oleh disfungsi dan kurangnya hasrat seksual. Perbaikan terutama dilakukan pada saluran vagina dan mulut vagina. Saluran vagina memiliki permukaan yang tidak rata. Pada kondisi tertentu, permukaan menjadi licin sehingga mengurangi sensasi gesekan selama berhubungan. Hal ini dapat diperbaiki menggunakan teknik laser. “Setelah operasi, saluran vagina menjadi lebih kencang dan mulut vagina menjadi lebih sempit sehingga meningkatkan sensasi seksual bagi wanita maupun pasangannya,” tambahnya.

Labiaplasti

Tindakan mengurangi sebagian labia atau bibir vagina, bertujuan untuk memperbaiki bentuknya, sehingga bibir vagina dalam tidak menonjol ke luar. Prosedur dapat dilakukan dengan atau tanpa pengurangan jaringan klitoris. Labiaplasti dapat juga dilakukan dengan menghilangkan lemak berlebih di daerah vagina untuk meningkatkan kenyamanan dan bentuk vagina yang terlihat lebih muda.

Labiaplasti dapat dilakukan pada satu atau kedua sisi. Selain itu, daerah yang berwarna gelap dapat dihilangkan sehingga tampak lebih muda. Penyedotan lemak juga dapat dilakukan pada bagian di atas vagina atau mons pubis, yaitu daerah yang tertutupi oleh rambut kemaluan.

Lemak ini dapat disuntikkan ke bagian lain guna mendapatkan penampilan vagina yang diinginkan. Pada dasarnya perbaikan dapat dilakukan bukan hanya pada bibir vagina, namun pada penampilan bagina luar vagina secara keseluruhan. Di sini termasuk juga daerah mons pubis, selaput dara, perineum (daerah antara vagina dan anus).

Himenoplasti

Merupakan tindakan rekonstruksi selaput dara. Disebut juga dengan perbaikan himen atau rekonstruksi himen. Tepi dari robekan-robekan selaput dara disatukan kembali, sehingga tidak tampak bekas luka dan selaput dara menjadi utuh kembali. Setelah sembuh, jika pasien melakukan hubungan seksual maka selaput dara akan robek kembali, menyebabkan rasa nyeri dan timbulnya darah.

Himenoplasti dapat dilakukan dalam waktu 30-45 menit tanpa perlu dirawat inap. Di Indonesia, pasien hanya dapat melakukan himenoplasti jika didampingi dan mendapat persetujuan dari orang tuanya. Proses penyembuhan akan berlangsung sekitar 6-8 minggu.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: