Trigliserida Tinggi dan Berbagai Masalahnya

July 23, 2014

trigliserida tinggi

Trigliserida adalah lemak bebas yang paling banyak beredar dalam darah sebagai ‘cadangan’ energi bila suatu saat dibutuhkan. Artinya, semua yang kita makan, dari karbohidrat-protein maupun lemak jika secara kalori berlebih maka akan di’stok’ dalam bentuk lemak, yaitu trigliserida.

Celakanya, manusia menimbun terus kalori tanpa menggunakannya (rajin makan, jarang bergerak). Jadi alih-alih trigliserida benar-benar berfungsi sebagai cadangan energi, ia malah ditumpuk terus sehingga membentuk jaringan lemak yang dikenal sebagai ‘visceral fat’ alias lemak sekeliling lingkar perut!

Trigliserida tidak begitu saja larut dalam darah yang komponen terbesarnya adalah air. Karenanya, trigliserida sebagai lemak darah berikatan dengan protein sebagai pembawa dan disebut sebagai Very Low Density Lipoprotein (lipoprotein yang mempunyai berat jenis sangat rendah). Sebegitu ringannya trigliserida yang telah diikat oleh protein menjadi VLDL sehingga ia bisa ‘ngambang’ kemana saja bersama darah dan ‘nyelip’ kemana pun ia ingin menyusup. VLDL paling banyak akhirnya mengendap di sela-sela dinding pembuluh darah. Celakanya, sekarang terjadi oksidasi VLDL. Akhirnya timbul inflamasi (peradangan) dinding bagian dalam pembuluh darah (endotel). Peradangan ini makin lama membuat endotel semakin menebal, mengeras, bahkan cenderung menjadi plak yang membuat saluran aliran darah semakin menyempit. Hipertensi, stroke, serangan jantung koroner di depan mata!

Apa yang menyebabkan VLDL teroksidasi dan akhirnya membuat peradangan? Ternyata jawabannya sederhana: lonjakan hormon insulin. Bagaimana insulin bisa melonjak? Tentu akibat kadar gula darah yang naik disebabkan oleh karbohidrat buruk (gula, terigu, beras, pati, dan semua turunannya). Karbohidrat buruk berarti semua bahan pangan yang sangat cepat diubah menjadi gula darah. Insulin yang tadinya sebagai penjaga agar kadar gula yang meroket tidak membuat manusianya terkena kencing manis (diabetes) malah menimbulkan masalah baru. Bukan hanya mengoksidasi VLDL, insulin juga memicu munculnya rentetan hormon peradangan (eikosanoid yang buruk) dengan akibat penyempitan pembuluh darah, pengentalan darah, daya tahan kekebalan tubuh merosot, peradangan mudah terjadi, perbanyakan sel-sel tidak normal dan rasa nyeri muncul.

Cara Teraman ‘Menjinakkan’ Trigliserida

Mayo Clinics di Amerika Serikat yang sangat terkenal itu mencanangkan perbaikan gaya hidup sebagai kunci segalanya.

1. Turunkan berat badan. Menangani obesitas dengan memahami pola makan sehat seimbang menjadi pilihan utama.

2. Menghentikan sama sekali penggunaan minyak goreng. Bukan hanya karena cara pembuatan minyak goreng yang tidak baik (melalui proses pemanasan) tapi juga semua minyak goreng mengandung omega 6. Bukan kabar baik. Tidak semua jenis minyak omega bisa disebut ‘baik’! Omega 6 berasal dari asam linoleat (terdapat dalam minyak sayur yang biasa dipakai: minyak jagung, minyak kedele, minyak biji matahari). Dalam perjalanan biokimia tubuh, asam linoleat diubah menjadi gamma-linolenic acid (GLA), kemudian menjadi Dihomo Gamma Linolenic Acid (DGLA): ini bahan baku pembentukan eikosanoid yang anti-peradangan. Tetapi, akibat konsumsi minyak sayur berlebihan maka DGLA melalui kerja enzim Delta-5-Desaturase (D5D) diubah menjadi Asam Arakhidonat (Arachidonic Acid/ AA) yang justru menjadi bahan baku eikosanoid pro-peradangan dengan segala akibatnya seperti yang sudah dipaparkan di atas. Bukan suatu kebetulan, pemicu kerja enzim D-5-D adalah insulin, hormon yang diproduksi tubuh akibat asupan karbohidrat berlebih. Siapa yang mampu menghambat kerja enzim D-5-D agar tidak mendorong DGLA menjadi Asam Arakhidonat dan eikosanoid pro-peradangan? Jawabnya terletak pada EPA (Eicosa-Pentaenoic Acid), bahan baku Omega 3.

3. Selalu upayakan untuk hidup aktif. Bergeraklah! Pakailah semua cadangan trigliserida yang tersedia, sambil membatasi pembentukannya kembali. Sehabis sarapan, jalan pagi satu jam! Selepas makan malam, jangan langsung memegang remote TV. Untuk tetap dapat menikmati acara televisi bukan berarti kita hanya duduk diam (dan ngemil lagi). Gunakan stepper, sepeda statis, atau bahkan treadmill. Pasang di depan pesawat TV.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: