Tips Merawat Kulit Kombinasi

June 8, 2015

merawat kulit

Untuk jadi cantik dan punya wajah mulus terawat, kaum hawa zaman Kartini harus memarut bengkoang, memeras kunyit, mengoleskan lumpur, atau membuat ramuan kulit lainnya. Berbeda dengan wanita modern yang tinggal melangkahkan kaki ke toko kosmetik dan memilih produk yang diinginkan. Meski demikian, rupanya acara pilih-pilih kosmetik tidak selalu mudah. Apalagi kalau bukan karena produk yang tersedia banyak sekali ragamnya. Tugas ini semakin tidak mudah jika Anda memiliki jenis kulit kombinasi, setengah kering, setengah berminyak.

Kering Segan, Berminyak Tak Mau

Apa jenis kulit Anda? Kering, normal, atau berminyak? Meski sederhana, nyatanya banyak wanita yang tidak tahu atau salah mengenali jenis kulitnya. Padahal, mengenali jenis kulit akan sangat membantu dalam menentukan kosmetik dan perawatan yang cocok untuk kulit. Salah memilih produk dapat menyebabkan kulit makin berminyak atau makin kering, hingga muncul jerawat yang merusak penampilan.

Untuk mengetahui jenis kulit sebenarnya sangat mudah. Hanya dengan mencuci wajah menggunakan pembersih yang lembut, kemudian keringkan wajah dan jangan menggunakan kosmetik apapun. Satu jam kemudian tepuk-tepuk wajah menggunakan tissue di daerah hidung, dagu, pipi, dan dahi. Jika wajah terlihat mengkilap dan tissue penuh dengan minyak, ini berarti Anda memiliki kulit berminyak. Jika pada saat itu kulit terlihat kering atau bersisik, seperti tertarik, dan tissue yang ditepukkan tidak berminyak, ini berarti Anda memiliki jenis kulit kering. Namun, jika pada wajah terdapat daerah yang kering dan daerah lain yang berminyak, ini berarti Anda
memiliki jenis kulit kombinasi.

Wanita yang memiliki jenis kulit kombinasi rupanya cukup banyak. Bahkan, kulit kombinasi merupakan jenis kulit yang paling banyak dijumpai. Kulit kombinasi ditandai oleh adanya area kulit yang tampak normal atau kering, tetapi berminyak di area T, yaitu hidung, dahi, dan dagu. Pemiliki kulit kombinasi biasanya juga mengeluh kulitnya makin berminyak dan berjerawat saat sedang haid. Namun, begitu haid selesai sebagian wajah kembali kering dan bersisik.

Kulit kombinasi dapat terjadi akibat pengaruh faktor genetik, hormonal, hingga perubahan iklim. Apalagi, daerah hidung, dahi, dan dagu memiliki kelenjar minyak yang lebih aktif dibanding bagian wajah lainnya. Namun, kulit kombinasi mungkin awalnya merupakan kulit normal yang berubah setelah menggunakan jenis kosmetik yang kurang tepat. Misalnya akibat penggunaan produk yang mengandung bahan iritatif sehingga merangsang produksi minyak di area T, sekaligus mengeringkan kulit di daerah wajah lainnya.

Mendamaikan Perang di Wajah

Pemilik kulit kombinasi biasanya menemukan kesulitan dalam menemukan produk perawatan yang cocok. Pasalnya, bila terlalu banyak mengandung pelembab, daerah T bisa mendulang banyak minyak, sedangkan saat menggunakan produk untuk kulit kering, daerah wajah lainnya bisa makin kerontang dan berkeriput. Untuk mengatasinya, kita perlu pintar-pintar mendamaikan perang di wajah dan menyeimbangkan kedua jenis kulit tersebut, termasuk dengan menghentikan penggunaan produk-produk yang dapat memperparah kondisi kulit dan menggunakan produk yang berbeda pada dua area yang memiliki tabiat berbeda.

Sebagai gantinya, gunakan produk yang lebih ringan atau yang menyerap minyak untuk daerah T dan pelembab atau krim hanya di daerah yang kering. Berikut tips-tips perawatan kulit kombinasi.

► Gunakan pembersih yang lembut

Untuk membersihkan wajah, gunakan produk yang lembut dan larut air. Pembersihan harus dilakukan secara perlahan dan lembut agar tidak semakin mengiritasi dan membuat kulit kering. Pembersih yang bebas iritan dan tidak mengandung pewangi juga mencegah kulit semakin rewel. Hindari penggunaan sabun yang berbentuk batangan karena mengandung bahan yang dapat mengeringkan dan mengiritasi kulit.

► Hindari penyegar yang mengandung iritan

Pada umumnya, penyegar yang ada di pasaran mengandung alkohol, menthol, sitrus, atau pewangi. Bahan-bahan ini dapat membuat kulit semakin kering dan teriritasi. Karena itu, penggunaan penyegar tidak dianjurkan bagi si pemilik kulit kombinasi.

Jika Anda merasa perawatan wajah tidak lengkap tanpa menggunakan penyegar, gunakan yang mengandung bahan antioksidan atau bahan alami yang terdapat di dalam kulit.

► Jangan lupakan tabir surya

Apapun jenis kulit yang kita miliki, tabir surya tetap merupakan bagian dari perawatan wajah yang wajib kita gunakan. Jika kulit cenderung berminyak disertai jerawat, tabir surya yang terkandung di dalam alas bedak dan bedak padat sebenarnya cukup untuk melindungi wajah. Jika kulit sensitif dan kemerahan, gunakan tabir surya yang mengandung titanium oksida atau zinc oxide. Untuk menghindari munculnya jerawat di daerah T, pilih tabir surya yang bersifat nonkomedogenik dan berbentuk lotion ringan.

► Gunakan pelembab

Sama seperti tabir surya, penggunaan pelembab secara rutin juga penting untuk menjaga kesehatan kulit. Bahkan, penggunaan pelembab yang tepat dapat membuat kulit tampil sama cantiknya. Salah satu triknya adalah menggunakan pelembab yang lebih ‘berat’ di daerah yang kering dan pelembab yang yang lebih ringan di daerah yang berminyak. Dapat juga dengan menambahkan serum sebelum mengoleskan pelembab di daerah yang kering. Gunakan pelembab yang bersifat nonkomedogenik untuk menghindari tersumbatnya pori-pori. Rajin menyingkirkan sel-sel kulit mati

Agar kulit selalu tampak sehat dan baru, sel-sel kulit mati perlu rutin dikelupas menggunakan produk yang sesuai untuk jenis kulit. Untuk kulit berminyak dapat menggunakan produk berbentuk gel atau cair, sedangkan untuk kulit yang cenderung normal atau kering dapat menggunakan produk yang berbentuk lotion. Eksfoliator biasanya mengandung beta hydroxy acid (BHA), asam salisilat, atau alpha by-droxy acid (AHA).

 

 

loading...

Previous post:

Next post: