Tips Memilih Sayur dan Buah Segar

September 23, 2013

buah segar

Jika ingin tubuh sehat dan kuat, konsumsi sayur dan buah perlu ditambah. Namun, ternyata tak semua sayur dan buah baik dikonsumsi. Alasannya, belakangan ini marak muncul buah dan sayur hasil suntikan.

Buah yang mulus dan padat berair terasa segar ketika disantap. Namun, bisa jadi buah tersebut tampak segar dan menggiurkan akibat suntikan hormon. Sayur pun bisa rawan dari sisa-sisa pestisida. Buah dan sayur ini diperkirakan beredar bebas di pasaran. Oleh karena itu, Anda perlu cermat saat berbelanja sayur dan buah.

Ada saja ulah orang yang tak bertanggung jawab yang mengambil keuntungan tanpa mengindahkan risiko yang mungkin menimpa orang lain, misalnya saja dengan memasukkan kandungan berbahaya ke dalam buah agar tampilannya lebih menarik. Zat-zat tambahan yang ditemukan dalam buah dan sayur di antaranya adalah formalin dan zat pewarna. Selain formalin dan zat pewarna, kandungan lain yang terdapat dalam buah adalah lilin.

Contoh buah yang kerap disuntik formalin antara lain adalah apel, anggur, kelengkeng, dan jeruk. Buah yang disuntik zat pewarna adalah mangga, semangga, pisang, jeruk, pir, dan belimbing. Sementara itu, buah yang kerap dilapisi dengan lapisan lilin antara lain apel dan pir.

Yang terjadi di India, para petani kerap menyuntikkan hormon yang biasanya diperuntukkan bagi kaum perempuan pada buah dan sayuran. Efeknya, buah dan sayuran memang lebih cepat masak dan berukuran lebih besar. Namun, dalam jangka panjang, konsumsi buah dan sayuran yang disuntik hormon bisa membuat kerusakan saraf dan organ tubuh, kemandulan, dan gangguan jantung. Pemerintah India pun melarang peredaran oksitosin yang kerap disalahgunakan untuk menyuntik buah dan sayur.

Berbeda dengan India, Indonesia belum mempunyai peraturan perundangan atau kebijakan yang mengatur tentang peredaran buah dan sayuran suntik. Hal yang perlu dilakukan sekarang adalah mencermati buah dan sayur yang akan Anda beli dan memastikan bahan makanan tersebut bebas dari suntikan.

Teliti sebelum membeli buah dan sayur

Buah yang berformalin biasanya terlihat segar dan tanpa keriput meskipun berumur lebih dari sebulan. Anda bisa memeriksanya dari tangkai yang tampak layu, padahal buahnya masih segar. Baunya pun berbeda dari biasanya karena lebih menyengat.

Biasanya, buah yang disuntik dengan zat pewarna akan meninggalkan bekas lubang kecil agak dalam. Bekas lubang suntikan ini biasanya terdapat pada bagian tangkai buah. Ciri buah yang ditambahkan dengan zat pewarna lainnya adalah warna yang lebih terang. Zat pewarna ini bahkan bisa tersisa di mulut ketika mengonsumsi buah.

Sayur yang kerap disuntik adalah bayam merah. Bayam merah termasuk bayam yang harganya lebih mahal dibandingkan bayam hijau. Untuk memeriksa keaslian bayam merah, potong segenggam bayam merah pada bagian batang. Kemudian rendam dalam air. Jika air rendaman berwarna merah dan bayam berwarna hijau, berarti warna merah dari bayam tersebut berasal dari zat pewarna.

Warna kulit yang mengilat dan mulus bisa menjadi ciri buah-buahan yang dilapisi dengan lilin. Untuk memeriksanya, Anda bisa mengerik kulit buah dan serbuk-serbuk warna putih akan berjatuhan. Pastikan bahwa serbuk yang berjatuhan tadi adalah lilin dengan membakarnya sampai meleleh.

Untuk itu, sebaiknya Anda pilih buah yang bagian luarnya tampak baik, tidak terlalu mengilat, dan tanpa bekas lubang suntikan. Perhatikan bagian tangkai buah. Jika tangkai buah layu tetapi buah tampak segar, waspadai buah ini. Sebaiknya Anda pilih buah yang memiliki tangkai yang segar dan hijau dan penampilan buah yang juga segar.

Sebelum membeli jenis buah tertentu, periksalah dengan cara mengetuk buah perlahan. Suara apel biasanya jernih dan renyah. Melon yang baik biasanya berbunyi saat digoyang. Sementara itu, semangka biasanya memiliki suara yang keras dan mantap. Warna pun berpengaruh. Pilihlah buah yang mempunyai warna alami dan cerah. Jika warna kulit buah terlihat terlalu terang dan tidak wajar, bisa jadi buah tersebut telah disuntik dengan zat pewarna.

Saat memilih sayur, pastikan sayur yang dibeli bebas dari bercak putih yang bisa berasal dari bekas semprotan pestisida. Lebih baik memilih sayuran yang berlubang bekas dimakan ulat. Sayuran yang biasanya dimakan ulat biasanya tidak mengandung pestisida. Jangan lupa, cucilah buah dan sayur dengan bersih sebelum diolah atau disajikan dengan air mengalir. Kupaslah kulit buah sebelum disantap untuk mengantisipasi risiko residu lapisan lilin atau pestisida. Semoga dengan cara ini, Anda bisa memilih sayur dan buah terbaik tanpa tambahan zat tertentu.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: