Tidak Perlu Sedih Hidup Tanpa Empedu

March 23, 2015

hidup tanpa empedu

Orang bilang empedu adalah organ yang paling pahit di dalam tubuh. Namun, lebih pahit lagi jika dokter mengatakan bahwa empedu Anda ternyata harus dibuang. Mengapa harus dibuang dan apa pengaruhnya bila dibuang? Yuk, cari tahu jawabannya.

Kantong Kecil Bermanfaat Besar

Empedu, adalah kantong kecil berwarna hijau yang terletak di perut kanan atas. Posisinya tepat melekat di bagian bawah hati/liver dan berfungsi untuk menampung cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Cairan empedu adalah cairan yang berfungsi untuk memecah lemak pada makanan yang Anda makan. Saat Anda makan, terutama makanan berlemak, kantong empedu akan mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus agar lemak dapat dipecah dan mudah diserap oleh usus.

Cairan empedu sendiri mengandung kolesterol, garam empedu, serta sisa-sisa metabolisme. Pada kondisi tertentu, cairan dapat mengeras dan membentuk batu. Batu empedu seringkali timbul tanpa gejala. Namun, pada beberapa orang, batu dapat menyumbat saluran keluarnya empedu dan menyebabkan terjadinya iritasi. Gejalanya dapat berupa nyeri hebat di perut bagian tengah atau kanan atas dan menjalar ke tengah punggung. Batu empedu juga dapat menyebabkan
penderitanya merasa mual dan kulit, mata, serta kuku jadi terlihat berwarna kuning. Bila ini terjadi, kandung empedu terpaksa harus diangkat dan dibuang.

Jenis Operasi

Dalam bahasa medis, operasi pembuangan kantong empedu disebut kolesistektomi. Kolesistektomi ini dapat dilakukan melalui dua cara. Cara pertama adalah cara konvensional, yaitu dengan melakukan pembedahan terbuka. Artinya, dokter akan membuat sayatan besar di daerah perut untuk mengambil kantong empedu. Karena lukanya besar, maka pembedahan berlangsung lebih lama, risiko perdarahan dan infeksi lebih besar, dan Anda akan perlu dirawat beberapa hari hingga benar-benar pulih.

Jika ngeri membayangkan perut Anda disayat-sayat, ada cara kedua untuk mengambil kantong empedu, yaitu dengan memanfaatkan teknologi laparoskopi. Dengan laparoskopi, kantong empedu dapat dikeluarkan menggunakan peralatan yang dapat disisipkan melalui sayatan kecil di perut. Karena sayatannya jauh lebih kecil, maka luka operasi umumnya akan lebih cepat sembuh dan Anda tidak perlu berlama-lama dirawat di rumah sakit, bahkan, Anda bisa diperbolehkan pulang pada hari yang sama setelah operasi selesai dilakukan.

Sebagian besar tindakan kolesistektomi dapat dilakukan melalui laparoskopi. Meski demikian, pengambilan kantong empedu melalui cara ini membutuhkan biaya yang lebih besar dan pada beberapa kasus pengeluaran kantong empedu tetap harus dilakukan melalui operasi terbuka. Misalnya jika laparoskopi tidak dapat dilakukan dengan aman. Tindakan ini dapat juga tiba-tiba dilakukan dokter saat laparoskopi berlangsung dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

Meski kantong empedu dikeluarkan, tubuh tetap memerlukan cairan empedu untuk mencerna lemak yang kita makan. Karena itu, setelah kantong diambil, dokter akan menyambungkan saluran empedu dari hati langsung ke dalam usus. Dengan demikian, kita tetap dapat mendapat manfaat empedu.

Risiko Komplikasi

Operasi pengeluaran kantong empedu umumnya aman dan jarang menimbulkan komplikasi. Kalaupun ada, komplikasi biasanya berupa infeksi pada luka bekas sayatan. Meski demikian, ada juga beberapa komplikasi yang cukup serius seperti perdarahan di dalam, cedera atau kerusakan saluran empedu yang menyebabkan bocornya empedu, cedera pada usus halus akibat penggunaan alat selama operasi, dan risiko akibat pengunaan obat bius.

Infeksi pada luka dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Sedangkan perdarahan dalam, kebocoran empedu, kerusakan saluran empedu, serta cedera pada usus dapat diatasi dengan tindakan bedah langsung pada saat operasi pengangkatan empedu dilakukan.

Hidup Pasca Angkat Empedu

Meski kantong empedu adalah organ yang bermanfaat, manusia tetap dapat hidup tanpanya. Pasalnya, kantong empedu ‘hanya’ merupakan tempat penampungan empedu. Yang menghasilkan cairan empedu adalah hati.

Anda dapat tetap hidup normal setelah kantong empedu dibuang. Bahkan, sebagian besar orang mengatakan bahwa tidak ada perubahan yang berarti pada pencernaannya. Meski demikian, kehadiran kantong empedu mungkin akan Anda rindukan saat makan makanan yang pedas atau berminyak. Pasalnya, jumlah cairan empedu yang dikeluarkan hati saat Anda makan makanan ini mungkin tidak cukup untuk mencerna lemak yang masuk. Tidak seperti saat kantong empedu masih ada, ia akan mengeluarkan empedu dalam jumlah lebih banyak saat kita makan makanan yang berlemak.

Beberapa orang yang kantong empedunya sudah diangkat, makan makanan yang berlemak meningkatkan risiko terjadinya diare, kembung, sering buang angin, atau nyeri perut.

Karena itu, setelah operasi dokter biasanya akan menganjurkan Anda untuk makan makanan yang rendah lemak hingga tubuh terbiasa. Jika tubuh sudah terbiasa, kebanyakan bisa kembali makan seperti biasa.

Agar tetap bisa makan enak tanpa takut kembung dan diare, Anda cukup melakukan sedikit perubahan pola makan, terutama menghindari makan makanan rendah lemak dan hindari makanan yang digoreng. Selain itu, dianjurkan untuk makan sedikit-sedikit tapi sering dan hindari balas dendam atau makan terlalu banyak setelah puasa seharian.

Orang yang kantong empedunya sudah diangkat juga dianjurkan untuk menghindari minuman berkafein seperti kopi dan teh, makanan pedas, dan banyak makan makanan yang mengandung serat.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: