Tetap Waspada Dengan Penyakit Campak

November 18, 2014

penyakit campak

Campak atau tampek bukanlah penyakit aneh. Lazimnya, penyakit yang menimbulkan bercak-bercak merah di seluruh tubuh ini terjadi pada anak-anak. Meski bisa dicegah dengan imunisasi, penyakit ini masih perlu diwaspadai. Penyakit campak bisa berakibat fatal sehingga kita perlu mengetahui gejala-gejala campak serta mencegah penyakit ini menyebar.

Kenali Campak dan Gejalanya

Campak merupakan penyakit serius yang bisa menular. Penyakit yang disebabkan oleh virus morbilivirus dari keluarga Paramyxovirus ini dikenal pula dengan nama rubeola atau measles. Virus campak pada manusia biasanya bersarang di dalam sel-sel yang berada di bagian belakang tenggorokan dan paru-paru.

Manusia bisa tertular virus ini dengan cara menghirup percikan ludah dari hidung, mulut, ataupun tenggorokan penderita campak. Faktor lain yang membuat seseorang bisa tertular virus ini karena belum pernah divaksinasi campak, suka bepergian keluar negeri, atau kekurangan vitamin A. Virus akan mengalami masa inkubasi selama 10—14 hari sebelum gejala campak muncul. Pada masa ini, belum terlihat tanda-tanda adanya campak.

Gejala pertama yang akan muncul setelah masa inkubasi adalah demam tinggi, hidung meler, batuk, nyeri otot, dan mata merah. Muncul pula gejala bercak koplik atau titik putih yang dikelilingi cincin kemerahan pada langit-langit mulut pada 2—4 hari kemudian. Setelah itu muncul ruam-ruam di bagian wajah dan leher bagian atas. Ruam di kulit akan menyebar ke bagian tangan dan kaki.

Pada saat yang sama, penderita akan mengalami demam tinggi hingga 40 derajat celsius. Setelah demam turun, ruam akan berangsur-angsur hilang mulai dari wajah hingga bagian tangan dan kaki. Penderita campak bisa menularkan virus ini sebelum timbul ruam di kulit dalam waktu 2—4 hari dan 4 hari setelah terjadi ruam di kulit.

Berbahaya karena Ada Komplikasi

Penyakit campak bisa menyebabkan komplikasi. Komplikasi yang dapat muncul adalah infeksi telinga, bronkitis, laringitis atau sesak nafas. Bagi anak-anak, komplikasi yang paling berbahaya adalah munculnya pneumonia (radang paru-paru) dan encephalitis (radang otak) karena bisa mematikan. Terutama, peradangan di otak bisa menyebabkan anak muntah-muntah, kejang, koma hingga meninggal dunia. Meski bisa bertahan hidup, penderita encephalitis akan mengalami kekurangan seperti tuli atau terbelakang mental.

Encephalitis masih menjadi masalah serius yang sulit diatasi sehingga penderita harus dengan cepat dirawat. Komplikasi ini pernah terjadi pada Olivia Dahl, puteri penulis terkenal Roald Dahl. Olivia menderita campak hingga terjadi komplikasi encephalitis di usia 7 tahun pada 1962, dan meninggal dunia. Tak ingin anak-anak lain mengalami hal yang sama, Roald Dahl menyarankan para orangtua untuk mencegahnya dengan memberikan imunisasi campak pada anak mereka.

Tangani Anak yang Terkena Campak

Anak yang terkena campak perlu mendapat perawatan yang tepat. Sebelum ke dokter, anak yang terkena campak bisa dirawat di rumah. Penanganan awal bisa dilakukan dengan menempatkan anak di ruangan yang hangat dan lembap. Untuk mencegah penyebaran, anak yang menderita campak ditempatkan dalam ruangan terpisah. Hindari paparan sinar yang kuat, baik sinar lampu maupun sinar matahari, karena mata penderita campak sangat sensitif. Namun ventilasi udara di kamar harus terjaga dengan baik.

Untuk mengurangi demam dan nyeri tubuh, kompres dengan menggunakan handuk atau spons yang telah direndam di air hangat. Beri anak minum air putih sebanyak-banyaknya sehingga anak terhidrasi dengan baik. Air putih juga membantu menguatkan tubuh untuk melawan infeksi.

Anak juga bisa diberikan jus jeruk atau lemon secara berkala dalam sehari. Rasa jeruknya bisa mengimbangi nafsu makan yang hilang akibat infeksi. Jus yang mengandung vitamin C ini juga membantu mengurangi dehidrasi dan menambah imunitas tubuh.

Selain itu, bubuk kunyit yang dicampur dengan susu atau madu bisa membantu memulihkan diri dan meningkatkan kekebalan tubuh. Untuk meredakan batuk, anak bisa diberi air hangat yang dicampur dengan lemon dan madu. Ketika kondisi tubuh mulai membaik, buah atau sayuran segar bisa menjadi menu makanan sehari-hari. Hindari makanan pedas atau makanan instan yang mengandung sodium yang tinggi.

Cegah Campak Yuk!

Sebelum campak menimpa anak-anak, orangtua bisa melakukan pencegahan. Vaksin adalah salah satu cara untuk mencegah anak tertular penyakit campak. Di Indonesia, bayi berusia 9 bulan harus melakukan imunisasi campak. Kemudian di usia 12—15 bulan, dilakukan kembali vaksinasi MMR dosis pertama. Ini merupakan vaksin kombinasi yang menggabungkan antara campak, gondongan, dan campak Jerman (MMR/mumps, measles, rubella). Dosis kedua vaksin MMR diberikan ketika si anak berusia 4—6 tahun. Selain itu, berilah makanan bergizi seimbang agar anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: