Tentang Sakit Gigi

March 8, 2014

sakit gigi

Gigi-gigi terdiri atas tulang gigi, glasir gigi dan pulpa. Bagian utama dari gigi adalah tulang gigi. Tulang gigi itu keras, sama seperti tulang biasa. Glasir gigi bahkan merupakan bahan yang paling keras di tubuh kita, yang berfungsi melindungi gigi. Pulpa merupakan jaringan lembut di dalam rongga gigi, yang di dalamnya terdapat saraf dan pembuluh darah. Gigi memerlukan pulpa sebab kalau tidak ada, gigi juga tidak dapat menerima zat makanan dan juga tidak dapat bertumbuh.

Seorang bayi lahir tanpa gigi. Ia memang tidak memerlukannya sebab makanannya untuk sementara waktu terdiri atas susu ibunya dan susu dari botol. Pada usia enam bulan, bayi sudah bisa mencerna makanan yang harus dikunyahnya dahulu. Maka secara berangsur-angsur akan muncul dua puluh gigi susu yang sangat kecil. Kadang-kadang hal itu menyusahkan bayi-bayi.

Gigi susu lebih kecil daripada gigi yang akan tumbuh kalau kita sudah lebih besar.

Kalau mulut kita sudah cukup besar, biasanya pada usia enam tahun, gigi susu akan jatuh satu per satu dan tiga puluh dua gigi baru akan tumbuh sebagai gantinya. Kalau mulut kita masih terlalu kecil, gigi bertumbuh miring. Maka kita harus memakai bingkai penunjang gigi atau begel yang akan memaksa gigi kita bertumbuh lurus.

Gigi dapat juga sakit. Kerusakan gigi atau karies gigi merupakan penyakit gigi yang paling umum. Kerusakan gigi diakibatkan bakteri-bakteri. Di dalam mulut bermukim berbagai macam bakteri tetapi ada juga yang baik. Di mulut selalu ada cukup makanan untuk bakteri yang senang makan gula. Kalau misalnya kita makan permen maka ada gula yang menempel pada gigi maka bakteri yang senang pada gula akan pergi melekat pada gigi dan mengubah gula menjadi asam. Asam itu dapat merusak glasir gigi. Ia membuat lubang dalam tulang gigi sampai ke pulpa. Mula-mula kita tidak merasa apa-apa. Baru kalau asam itu tiba di saraf gigi, saraf ini akan menjerit: “Sakit!” Namun sudah terlambat karena pada saat itu gigi kita sudah berlubang.

Untung kerusakan gigi dengan mudah dapat dihindari dengan menggosok gigi secara teratur, sekurang-kurangnya dua kali sehari. Kita harus perhatikan bahwa pada waktu menggosok gigi jangan ada gigi yang ketinggalan, termasuk gigi geraham di belakang sekali. Dan jangan mengemil terlalu banyak!

Kalau ada lubang di gigi kita, dokter gigi dapat memperbaikinya. Dengan bor yang kecil ia mengeluarkan semua kotoran dari gigi kemudian ia mengisi gigi itu dengan bahan yang mula-mula lembut dan kemudian menjadi sekeras gigi. Untung nya selama proses ini kita tidak akan merasa apa-apa sebab dokter gigi akan memberikan dulu suntikan bius kalau kita mau. Suntikan ini menyebabkan bagian mulut di mana terdapat gigi yang sakit itu untuk beberapa waktu tidak merasa apa-apa. Tetapi gigi yang diplombir (ditambal) tidak pernah sebagus gigi yang sehat. Sebab itu jaga dan rawatlah gigi kita dengan baik.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: