Tendang Jamur Mulut dengan Tepat

April 11, 2014

jamur mulut

“Saya masih ingat saat Annisa masih bayi. Annisa sempat tidak mau makan, tidur, ataupun bermain, ia terus menangis dan membuat saya panik. Kata Dokter, ia terkena infeksi jamur di mulutnya. Esoknya, mulut Annisa kembali bersih dan ia pun bisa makan, tidur dan bermain kembali seperti biasa.” Demikian sepenggal cerita seorang ibu yang anaknya pernah mengalami infeksi jamur di mulut. Heran, kok bisa ya jamur menginfeksi mulut? Apa yang menyebabkan dan bagaimana cara mencegah serta mengatasinya?

Mari kita simak penjelasan berikut.

Bintik Putih dan Nyeri

Kalau mendengar infeksi jamur, kebanyakan orang akan ingat dengan kurap, kutu air, atau keputihan. Tapi jangan salah, ternyata jamur juga cukup canggih untuk bisa menginfeksi mulut dan organ-organ bagian dalam tubuh. Meski demikian, infeksi ini biasanya tidak dapat menyerang sembarang orang. Hanya kelompok-kelompok orang tertentu yang rentan mengalami infeksi jamur di mulut.

Menurut drg. Peter Andreas, Mkes, Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan FKG Universitas Indonesia, infeksi jamur di mulut disebabkan oleh ragi Candida albicans atau sering disebut dengan kandida. Karena itu, infeksi ini sering dikatakan sebagai kandidiasis oral atau oral thrush.

Kandidiasis oral tidak menular dan tidak diturunkan. Bahkan, dalam mulut yang normal sebenarnya juga terdapat Candida albicans dalam jumlah kecil. Saat terjadi perubahan dalam mulut yang menyebabkan jamur tumbuh subur, barulah ia menimbulkan infeksi pada mulut.

Kandidiasis oral menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri pada mulut. Umumnya, orang menyadari dirinya terkena kandidiasis oral karena terlihat bintik-bintik putih di dalam mulut. Bintik-bintik ini dapat berkelompok dan membentuk pulau-pulau putih di lidah dan bagian dalam mulut hingga tenggorokan. Plak ini juga dapat berwarna kuning atau keabuan dan tebal seperti beludru. Jika dibersihkan, jaringan di bawahnya dapat terlihat merah, tetapi biasanya tidak nyeri. Ada juga kandidiasis oral yang tidak menimbulkan bintik putih, melainkan hanya kemerahan dan nyeri di dalam mulut. Hal ini dapat terjadi akibat penggunaan antibiotik atau obat-obat golongan steroid.

Selain bagian dalam mulut, kandidiasis oral juga dapat mengenai bibir dan daerah sudut bibir. “Hal ini ditandai dengan kemerahan, lecet, dan rasa nyeri di daerah yang terkena,” jelasnya. Kandidiasis oral yang ringan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Tapi bila cukup banyak dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan perih. Bila terjadi pada bayi, bayi bisa menjadi tidak mau makan, terus-menerus mengeluarkan liur dan menangis terus. Indera pengecap juga dapat terpengaruh akibat jamur. Akibatnya, semua makanan bisa jadi terasa asin atau pahit.

Faktor Risiko

Kandidiasis oral dapat menyerang anak kecil hingga orang dewasa. Meski demikian, tidak semuanya dapat mengalami kandidiasis. Infeksi ini dapat terjadi pada orang yang sedang menjalani pengobatan menggunakan antibiotik dosis tinggi atau jangka panjang, karena gangguan keseimbangan flora normal di dalam mulut. Obat-obat golongan steroid juga mempermudah tumbuhnya jamur karena menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Kandidiasis oral seringkali menyerang orang yang mengenakan gigi palsu, apalagi jika gigi palsunya kurang pas di mulut. Pada pengidap diabetes, kadar glukosa di dalam air liurnya lebih tinggi dibanding orang normal. Ini akan mengundang dan dimanfaatkan oleh jamur untuk bertambah banyak. Sedangkan pada penderita kanker, asma, HIV/AIDS, bayi, dan lansia, kandidiasis mudah terjadi karena daya tahan tubuhnya yang rendah akibat proses penyakit atau pun akibat obat-obat yang digunakan. “Kandidiasis oral juga lebih mudah menyerang orang yang memiliki higiene mulut yang buruk dan merokok,” jelasnya.

Obat yang Tepat

Sebagian besar kasus kandidiasis oral dapat diatasi dengan mudah dengan menggunakan obat anti jamur yang tepat selama 7 hingga 14 hari. Obat anti jamur untuk kandidiasis yang banyak tersedia adalah dalam bentuk cair yang diteteskan ke dalam mulut. Obat ini mudah diberikan, sehingga juga cocok untuk anak-anak dan pada orang yang mulutnya sangat nyeri sehingga sulit untuk dibuka.

Setelah obat dioles atau diteteskan ke dalam mulut, dianjurkan untuk tidak minum atau makan dahulu selama sedikitnya 30 menit agar obat dapat bekerja sebelum terbawa oleh minuman atau makanan yang masuk. “Selama pengobatan, dianjurkan untuk tidak merokok dan tetap menjaga kebersihan mulut.”

Selain pengobatan, kita perlu mengetahui cara-cara untuk mencegah infeksi jamur ini agar tidak kembali terjadi. Jika kandidiasis terjadi akibat minum antibiotik, coba cegah dengan mengonsumsi yoghurt atau meminum probiotik. Kontrol glukosa darah yang baik pada diabetisi dapat membantu mencegah terjadinya kandidiasis oral.

Pada orang yang memiliki kekebalan tubuh rendah akibat penyakit atau karena menggunakan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh, dapat diberikan obat kumur atau obat hisap anti jamur.

“Orang-orang yang rentan mengalami infeksi jamur dianjurkan untuk menyikat gigi sedikitnya dua kali sehari, memeriksakan gigi secara rutin, menghindari rokok, dan selalu membersihkan gigi palsu,” paparnya.

Untuk mencegah infeksi jamur di mulut pada bayi, dianjurkan untuk selalu mencuci bersih dan mensterilkan dot dan botol susu. Setelah terkena infeksi jamur, semua dot dan empeng harus dibuang dan diganti dengan yang baru.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: