Suntikan Pengusir Nyeri Tulang Belakang

January 20, 2014

nyeri tulang belakang

Nyeri tulang belakang merupakan keluhan yang sering dialami oleh banyak orang. Pria atau wanita memiliki kemungkinan yang sama mengalami keluhan ini. Ada banyak faktor penyebab nyeri tulang belakang, mulai dari otot, gangguan pada tulang, gangguan pada bantalan tulang belakang (diskus) hingga jepitan saraf.

Untuk menentukan tindakan apa yang akan dilakukan, terlebih dahulu harus diketahui penyebab pasti atau setidaknya kemungkinan paling kuat terjadinya nyeri tulang belakang. Tujuannya agar terapi yang diberikan sesuai dan hasil yang dicapai juga optimal. Umumnya nyeri tulang belakang disebabkan proses radang (inflamasi) akibat jepitan saraf.

Salah satu jenis terapi mengatasi nyeri adalah dengan pemberian injeksi pada bagian epidural, ruang paling luar dari sistem saraf tulang belakang. Obat yang masuk ke dalam ruang ini menyebar ke tempat lain dan dapat menekan reaksi radang penyebab rasa nyeri. Meskipun dapat mengurangi rasa nyeri, injeksi epidural tidak dapat menyembuhan penyakit yang terjadi, hanya mengurangi gejala, selain itu, episode hilang rasa nyeri juga terbatas, berbeda masing-masing orang. Berikut beberapa pertanyaan penting yang mungkin anda ingin tahu dan tentu saja dengan jawabannya.

♦ Mengapa digunakan?

Metode ini digunakan untuk pasien yang menolak tindakan pembedahan, atau pada pasien yang sudah tidak dapat lagi dilakukan tindakan pembedahan dengan berbagai alasan. Pada pasien sudah dilakukan pembedahan, namun hasilnya belum optimal, pemberian suntikan ini juga dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi rasa nyeri.

♦ Apakah efektif mengatasi nyeri?

Injeksi yang diberikan terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang disebabkan oleh berbagai hal. Beberapa penelitian menemukan terapi ini efektif untuk menghilangkan nyeri akibat penyempitan pada saraf tulang belakang (canal stenosis), adanya desakan dari bantalan tulang sendi (disc herniation), atau adanya proses penuaan pada bantalan sendi (degenerative disk disease). Obat yang disuntikkan diperkirakan juga dapat mengurangi zat penyebab inflamasi.

♦ Siapa memerlukan tindakan ini?

Biasanya dilakukan pada orang yang mengalami nyeri punggung (backpain) dan sudah diketahui diagnosisnya. Terapi obat dan fisioterapi kurang optimal sehingga membutuhkan terapi lain, namun belum perlu dilakukan tindakan operasi, atau tidak memungkinkan tindakan operasi karena alasan kesehatan.

♦ Bagaimana prosedurnya?

Penyuntikan dilakukan di ruangan yang steril, pasien tidur telungkup, selanjutnya dari punggung dimasukkan suntikan yang mengandung zat anti radang yang kuat. Untuk memastikan suntikan pada daerah yang tepat, dokter akan menggunakan bantuan semacam alat x-ray yang dikenal dengan c arm atau dikenal juga dengan flouroskopi. Dengan alat tersebut dapat diketahui apakah jarum suntik sudah berada dalam posisi yang tepat atau belum. Setelah berada dalam posisi yang tepat selanjutnya obat dimasukkan dalam ruang epidural. Sebelum dimasukkan suntikan, biasanya diberikan obat anti nyeri lokal.

♦ Berapa lama efek terapi bertahan?

Efeknya berbeda pada tiap penderita. Ada yang bertahan satu minggu, satu bulan, ada yang bertahan hingga bebebera tahun. Bergantung pada tingkat keparahan penyakitnya. Suntikan ini lebih memberikan manfaat saat diberikan bersamaan dengan fisioterapi. Rasa nyeri berkurang bermakna, dan terapi dapat terus dilakukan.

♦ Berapa kali suntikan diberikan?

Belum ada penelitian yang membahas secara mendalam frekuensi penyuntikan yang aman dan efektif. Tiga kali dalam setahun merupakan angka yang rasional. Jika dalam satu atau dua kali suntikan, keluhan nyeri sudah berkurang atau hilang dalam waktu lama, tidak perlu diberikan suntikan tambahan.

♦ Adakah Risiko komplikasi dan efek samping?

  • Jarum suntik masuk ke dalam rongga kantung dura, sehingga masuk ke lapisan dalam saraf tulang belakang. Kondisi ini dapat mengakibatkan bocornya cairan serebrospinal hingga mengakibatkan nyeri kepala.
  • Infeksi pada daerah epidural.
  • Jarum suntik mencederai saraf.

♦ Siapa yang tidak dianjurkan melakukan terapi ini?

Pasien yang tidak disarankan menjalani prosedur ini adalah :

  • Penderita tumor tulang belakang atau infeksi tulang belakang. Untuk mengetahui hal ini, sebaiknya dilakukan pemeriksaan MRI sebelumnya.
  • Nyeri tulang belakang akibat adanya kelainan dari lahir (kongenital), pemberian suntikan tidaklah efektif, bahkan pada beberapa kasus dapat menimbulkan rasa nyeri.

♦ Jenis obat yang digunakan?

Beberapa jenis steroid biasanya digunakan untuk suntikan epidural, diantaranya Betamethason, metil-prednisolon, atau triamcinolone.

♦ Bagaimana kerja obatnya?

Saat masuk ke dalam lapisan epidural, maka obat akan menyebar di dalam ruang epidural, dan memberikan efek menekan reaksi radang. Obat ini tidak sampai masuk kedalam ruang medulla spinalis (saraf pusat), hanya pada daerah di luar lapisan pembungkus saraf (duramater). Biasanya digunakan bersamaan dengan obat anestesi lokal seperti lidokain yang berperan dalam menghilangkan rasa nyeri segera. Efek steroid untuk menghilangkan rasa nyeri, biasanya akan dirasakan dalam 2-3 hari selanjutnya.

♦ Efek samping

  • Nyeri pada lambung, kadang mengakibatkan muntah.
  • Sakit kepala, atau kepala terasa berputar.
  • Efek samping lain, jarang terjadi namun cukup serius, diantaranya perdarahan, infeksi, atau cedera pada persarafan.
  • Risiko infeksi meningkat pada penderita diabetes mellitus, atau penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya HIV).

 

 

loading...

Previous post:

Next post: