Sudah Tua koq Wajah Berjerawat?

June 1, 2014

wajah berjerawat

Aduh, Jerawatan, padahal sudah tak lagi muda. Apa yang salah ya?

Jerawat sering diidentikkan dengan masa remaja. Namun, bukan berarti jerawat hanya mampir di kulit para ABG. Banyak wanita di usia yang sudah dewasa juga mengeluhkan masalah jerawat. Perbedaannya adalah, jerawat yang muncul di usia remaja biasanya disebabkan perubahan hormon dan kurangnya kebersihan kulit muka. Pada jerawat di usia yang sudah matang, penyebabnya bisa beragam. Biasanya jerawat pada fase ini kerap muncul pada usia sekitar 30-50 tahunan dan wanita yang lebih sering mengalaminya.

Jerawat Batu

Jerawat pada usia dewasa umumnya dikenal dengan istilah jerawat batu, atau nodulo kistik dalam istilah medisnya. Jerawat jenis ini, lebih sering muncul di area dagu dan letaknya dalam serta meradang. Jika pecah, jerawat jenis ini berisiko menyebabkan terjadinya infeksi. Jenis jerawat ini cukup serius karena akan menyebar dan akan meninggalkan bekas parut di wajah jika dipencet.

Jerawat Remaja vs Dewasa

Pada remaja, jerawat selain disebabkan faktor perubahan hormonal, jerawat juga timbul karena tumpukan kulit mati dan kotoran di wajah akibat aktivitas outdoor dan debu. Lebih sering lagi, jika tidak dibersihkan atau pembersihan wajah kurang efektif sehingga muara kelenjar minyak tersumbat kotoran.

Berbeda dengan remaja, penyebab jerawat pada usia dewasa lebih dipengaruhi faktor internal. Umumnya, jerawat ini disebabkan oleh lonjakan produksi sebum secara tiba-tiba karena suatu sebab. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya;

1. Perubahan hormon

Perubahan hormon mengakibatkan produksi minyak berlebih yang bisa menyebabkan penyumbatan. Pada usia dewasa, biasanya perubahan hormon terjadi pada masa menstruasi, kehamilan, pra menopause ataupun menopause. Mereka yang sedang ataupun menghentikan kontrasepsi hormonal rentan terkena jerawat.

2. Stres

Stres juga disebutkan menyebabkan munculnya jerawat. Ini disebabkan karena stres ditengarai sebagai pemicu produksi androgen yang membuat kelenjar sebum berproduksi lebih. Sebum adalah minyak alami yang berkembang di kelenjar kulit. Dalam tingkat normal, sebum bekerja untuk melindungi kulit dari elemen-elemen asing dan menjaga kelembaban kulit. Namun, sebum yang terlalu banyak bisa menyumbat pori-pori dan jerawat timbul. Selain stres, beberapa kondisi yang bisa menyebabkan dominannya kadar hormon androgen, yaitu kecapekan, kurang tidur, banyak makanan berkalori tinggi.

3. Salah Produk

Penggunaan produk kosmetik yang salah bisa mendatangkan jerawat, misalnya penggunaan kosmetik yang bersifat komedoge-nikatau aknegenik. Penggunaan make-up yang salah, terlalu tebal, memakai pelembab yang tidak sesuai, atau malas membersihkan make up, menyebabkan permukaan pori-pori kulit tertutup sehingga timbul jerawat.

4. Mengkonsumsi Obat

Mengonsumsi obat-obatan tertentu bisa memicu jerawat. Beberapa obat tersebut seperti, kortikosteroid, antikejang, suplemen DHEA, obat batuk yang mengandung bromida dan yodida, obat penenang (golongan barbiturat) dan obat tidur. Jika benar jerawat muncul akibat konsumsi obat, sebaiknya Anda berkonsultasi kembali dengan dokter yang meresepkannya.

5. Genetik

Faktor genetik disebut-sebut menjadi penyebab jerawat pada usia dewasa.

Kenali Penyebabnya

Sebagai pertolongan sementara, jerawat bisa diobati dengan obat jerawat yang ada di pasaran, misalnya yang mengandung asam salisilat. Namun, secara menyeluruh penanganan jerawat harus dilakukan dengan memperhatikan faktor pencetusnya.

Jerawat itu multi faktor, sehigga penangannya satu dengan yang lainnya akan berbeda. Namun, yang pasti adalah harus dikenali faktor pencetusnya terlebih dulu.

Sebetulnya, jerawat tidak memerlukan pengobatan khusus sepanjang itu disebabkan oleh lonjakan hormon. Jerawat akan hilang seiring dengan kembali normalnya hormon. Jika akibat stres, yang perlu ditata adalah kadar stresnya agar hormon stres turun. Sang empunya jerawat juga mesti melakukan perawatan diri dan menjaga gaya hidupnya agar jerawat tidak kambuh. Jaga gaya hidup, stres dan kesehatan jiwa dan pikiran, hindari makanan tidak sehat terutama makanan manis.

Jika jerawat tak kunjung membaik, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter ahli. Jika ditemukan infeksi, dokter akan mengobati dan menghentikannya. Lalu dilanjutkan dengan langkah pencegahan supaya tidak terus timbul. Terakhir, baru langkah pemulihan untuk bekas yang sudah terlanjur terbentuk.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: