Sudah Besar Masih Mengompol?

December 18, 2013

mengompol

Tidak, jangan langsung pindah halaman, ini bukan pembicaraan tentang bayi dan ini juga bukan materi untuk membuat orang malu. Sebab, web ini salah satunya membahas tentang penyakit-penyakit dan mengompol termasuk penyakit. Mungkin keterangan berikut akan membuat anda tenteram: orang dewasa juga dapat mengompol. Ada beberapa penyebabnya.

Semua fungsi tubuh diatur oleh otak. Otak bahkan mengontrol apa yang kita makan dan minum. Tubuh akan mengambil apa yang dapat digunakannya. Sisanya dibuang. Zat-zat padat meninggalkan badan kita lewat usus, sedangkan cairan dipompa oleh ginjal ke dalam kandung kemih. Kandung kemih dan ginjal merupakan organ-organ tubuh di bagian bawah perut. Kandung kemih mengumpulkan cairan yang berlebihan sampai kandung kemih itu penuh, saat itu kita merasa harus buang air kecil.

Di bawah kandung kemih ada otot penutup yang atas perintah otak dapat membuka atau menutup. Kesanggupan itu baru mulai pada usia tertentu. Itu sebabnya bayi harus memakai popok. Kadang kadang, otot penutup anak-anak yang sudah lebih besar dan orang dewasa tidak dapat menutup dengan baik. Misalnya, karena kita menjadi lemah secara umum oleh suatu penyakit yang lain. Atau kalau mengalami radang di otak dan dengan begitu kehilangan kontrol sehingga tidak dapat memberikan perintah dengan tepat atau malahan samasekali tidak memberikannya. Pada orang-orang yang sudah tua kadang-kadang otot penutup sudah lemah. Tetapi dengan latihan hal itu dapat juga diatasi.

Ada penyakit-penyakit tubuh yang menyebabkan bahwa otak untuk sementara waktu tidak lagi dapat menguasai kandung kemih terutama pada malam hari. Hal ini sering terjadi kalau orang mengalami radang kandung kemih.

Gadis-gadis dan wanita-wanita lebih sering mengalami radang kandung kemih, sebab saluran kencing mereka – yakni hubungan kandung kemih keluar – lebih pendek daripada saluran kencing laki-laki. Kalau kita mengalami radang kandung kemih, maka akan terasa pedih pada saat kencing dan kadang-kadang ada darah dalam air seni. Dalam hal ini kita harus banyak minum dan mungkin juga minum obat. Dan penting sekali : anus anda harus diseka (dibersihkan) dari depan ke belakang, supaya jangan ada benih penyakit dari usus masuk ke saluran kencing. Dan setelah berenang sebaiknya jangan lama-lama berjalan dengan pakaian renang yang basah dan dingin.

Kebiasaan mengompol dapat juga disebabkan oleh alasan psikis. Cemburu, misalnya. Mungkin karena kita tiba-tiba punya adik dan orang tua tiba-tiba tidak lagi memberikan banyak waktu bagi kita. Atau rasa takut. Atau perasaan yang mencekam bahwa kita tidak akan berhasil dalam suatu hal yang mutlak harus dicapai. Keadaan itu disebut stress. Atau merasa bahwa kita kesepian seorang diri. Mungkin kita dapat mengatasi perasaan seperti itu pada siang hari sebab kita ingin bersikap berani. Tapi waktu tidur, jiwa kita mengingatkan bahwa kita sama sekali tidak bahagia dan tiba-tiba kandung kemih kita kosong dan tempat tidur basah.

Tentu ada macam-macam hal yang dapat menekan jiwa : pindah rumah, masalah di sekolah, ribut dengan orang tua atau dengan sahabat terbaik dan rasa takut tidak akan pernah melihat mereka lagi. Pasti kita tahu alasan-alasan lain juga. Pikiran seperti ini menyebabkan tubuh merasa sakit walaupun yang sebenarnya sakit ialah jiwa kita. Dalam keadaan seperti itu, mengompol merupakan gejala psikosomatis : jiwa memindahkan rasa sakitnya kepada tubuh. Sering sekali berbicara dengan orang lain yang dapat memberikan penjelasan, atau persiapan yang lebih baik untuk menghadapi ulangan, ataupun suatu permohonan maaf dapat lebih banyak menolong daripada obat.

Memamg kesempatan berbicara dengan orang lain mengenai hal yang membuat kita tertekan sangat menolong. Yang juga penting ialah bahwa kita dan orang sekeliling kita juga memahami tubuh dan jiwa kita. Kadang-kadang ada gunanya untuk membuat catatan, pada malam di mana tempat tidur tetap kering, kita menggambarkan matahari dan pada malam lainnya dimana tempat tidur basah kita gambarkan awan. Dengan begitu kita dapat melihat keberhasilan. Menggerakkan badan juga baik. Tetapi kadang-kadang hanya obat yang dapat menolong.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: