Soal Obat Cina dan Susu Penambah Berat Badan

February 15, 2014

susu penambah berat badan

Ada beragam cara mendapatkan tubuh yang ideal. Dari yang instan sampai yang butuh kesabaran dan pengorbanan. Lantas bagaimana menaikan berat badan dalam waktu singkat namun tetap sehat.

Badan yang kerempeng (bagaikan tulang berbalut kulitnya saja) bisa dikatakan menjadi pandangan yang membuat hati ‘trenyuh’ bagi orang-orang yang memiliki bakat kerempeng sejak lahir, maupun bagi orang di sekitarnya yang melihat. Tentunya tidak keren dilihatnya.

Apalagi pada masa sekarang pola makan banyak yang mengalami kemunduran. Banyak orang yang kerempeng entah itu anak-anak maupun lansia yang ingin cepat-cepat badannya berisi namun tidak memperhatikan pola makan yang baik dan sehat. Maka tidaklah heran mengapa banyak orang yang kerempeng menggantungkan diri pada suplemen, entah itu jamu, obat maupun susu penambah berat badan.

Menurut Dr. Johanes Chandarwinata, SpGK, susahnya mencapai berat badan ideal sering dialami anak dan lansia. Seorang anak bisa awet bertahan dalam zona “awet kurus” sepanjang terus “picky eater”, sambung Dr. Johanes. Anak seperti ini hanya mau makan makanan sekelompok jenis favoritnya saja, umumnya karbohidrat seperti nasi & mi, katanya. Si anak umumnya sering menolak asupan protein seperti daging sapi atau ayam.

Anak kerempeng umumnya berasal dari keluarga yang tidak mengajarkan pola asuh pola makan yang tepat. Tandanya, anak ini hanya mau minum susu saja. Orang tua yang mampu memberikan makanan cair (berbentuk seperti susu) dalam takaran yang cukup tentunya dapat membantu tumbuh normal namun perkembangan kemampuan makannya jadi kurang baik.

Penyebab lain adalah nafsu makan yang kurang. Bisa juga disebabkan aktivitas fisik anak yang berlebihan. Jangan lupakan aktor keturunan atau genetik serta faktor penyakit yang mungkin ada di diri anak sehingga menyusahkan ia untuk bertambah berat badan.

Banyak lanjut usia (lansia) yang kerap mengalami malnutrisi. Semakin bertambah umur seseorang, semakin tinggi risiko menderita malnutrisi. Itu yang membuat lansia gampang kurus. Apa penyebabnya? Menderita penyakit tertentu, menurunnya fungsi fisiologis, pola makan yang salah, faktor ekonomi, berkurangnya kontak sosial, serta mengonsumsi banyak obat adalah faktor yang memengaruhi terjadinya malnutrisi pada usia lanjut. “Namun umumnya orang tua gampang kurus dikarenakan adanya keluhan gigi geligi yang bermasalah, gigi palsu tidak cocok lagi, gangguan menelan, nafsu makan kurang, cepat kenyang, dan lain-lain,” imbuhnya.

Jalan Terbaik

Dr. Johanes mengatakan, anak tidak harus gemuk begitu juga lansia, sebaiknya berat badan diupayakan dalam batas normal saja. “Anak terlalu gemuk juga tidak baik.” Menurut Dr. Johanes, kegemukan pada anak cenderung berlanjut pada usia remaja dan dewasa. Kegemukan beresiko meningkatkan angka kejadian diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan lipid darah, gangguan pertumbuhan tinggi badan dan perkembangan seksual.

Menaikkan tinggi dan berat badan harus di sesuaikan dengan usia. Bagitu juga untuk meningkatkan berat badan pada lansia, perlu dilakukan peningkatan asupan kalori dan protein dengan cara yang sesehat mungkin, dengan disertai olahraga yang disesuaikan dengan kondisi individual.

“Bila ingin meningkatkan berat badan, harus dilakukan dengan cara yang sehat. Hindari lemak jenuh yang banyak terdapat pada junk food karena dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kandungan garam yang berlebihan sebaiknya juga dihindari,” sarannya.

Pada anak, terlebih untuk anak di atas dua tahun disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh serta asupan gula yang tinggi. Cegah asupan anak dari garam yang berlebihan. Intinya, sesuaikan dengan anjuran asupan gizi sesuai standar kesehatan agar terhindar dari penyakit jantung sejak dini. Sedangkan pada usia lanjut, asupan garam perlu dibatasi untuk mengurangi resiko atau mengobati hipertensi dan berbagai jenis penyakit lainnya.

Mengonsumsi obat-obatan China untuk menggemukkan berat badan perlu dilakukan hati-hati, karena banyak produk suplemen atau obat tradisional China penambah nafsu makan yang dicampur dengan hormon steroid. Hormon ini akan menyebabkan nafsu makan meningkat sehingga anak menjadi senang makan. Namun hormon ini menyebabkan kegemukan hanya di perut dan pipi saja sehingga muncul “moon face” pada anak. Hormon ini juga berbahaya karena dapat mempercepat penutupan lempeng pertumbuhan pada tulang panjang anak sehingga anak menjadi pendek. Juga dapat menimbulkan diabetes dan osteoporosis. Jadi sebaiknya gunakan cara yang paling aman yaitu berkonsultasi dengan dokter yang memang pakar dibidang ini, jelas Dr. Johanes.

Masih menurut Dr. Johanes, suplemen baru diperlukan bila asupan makanan masih kurang. Dengan mengonsumsi suplemen ini diharapkan ada perbaikan pada nafsu makan, rasa nyaman tubuh, dan juga daya tahan tubuh.

Sedangkan untuk menambah berat badan dengan mengonsumsi susu cair maupun bubuk penambah berat badan sah-sah saja dilakukan selama itu perlu. Dr.Johanes mengingatkan, umumnya, susu tinggi akan kalori dan protein. Selain yang diiklankan untuk menambah berat badan, dapat digunakan produk lain seperti makanan cair (ada yang berbentuk cairan siap saji dan susu bubuk) yang disukai oleh masing- masing individu. Produk-produk ini banyak terdapat di supermarket. “Ada baiknya mengonsumsi produk susu penambah berat badan atau pengganti makan ini 2-3 jam sebelum atau setelah makan utama agar tidak mengurangi nafsu makan pada saat makan utama.” sarannya.

Ia lalu mewanti-wanti untuk membedakan antara susu biasa dengan makanan cair dan penambah berat badan. Susu biasa (umumnya susu sapi), kandungan kalori 250 ml susu murni sekitar 140 kcal/gelas, protein sekitar 8 gram. Di dalamnya terkandung beberapa jenis vitamin dan mineral terutama vitamin D dan kalsium. 250 ml makanan cair umumnya mengandung 250 kcal dan 10 gram protein disertai kandungan vitamin dan mineral yang lengkap dan dapat mencapai 100% kebutuhan gizi bila diminum sesuai takaran harian.

Susu penambah berat badan umumnya mengandung kalori dan protein yang lebih tinggi dari pada makanan cair namun kandungan gizi nya mungkin tidak dapat mencapai 100% kebutuhan gizi. Untuk jenis susu atau makanan cair mana yang paling cocok untuk tiap individu tentu nya harus berdasarkan penilaian klinis dokternya.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: