Sinar Matahari, si Penyebab Penuaan Dini

February 13, 2014

penuaan dini

Sinar matahari memberikan anugerah luar biasa bagi kehidupan manusia. Namun terkena paparan sinar matahari langsung dengan intensitas lama serta berulang-ulang juga bisa mengganggu kesehatan, salah satunya photoaging.

Istilah photoaging mungkin masih terdengar awam di telinga kita. Photoaging merupakan penuaan dini yang terjadi akibat paparan radiasi ultraviolet (UV), terutama disebabkan oleh karena paparan sinar matahari, meski juga bisa disebabkan sumber ultaviolet lain.

Efek Sinar Matahari

Menjadi tua dan keriput kerap dimaknai sebagai proses alamiah. Namun menjadi persoalan lain bila yang mengalaminya masih muda. “Saya sering dapat pasien yang mengalami penuaan dini ini. Saya kira usianya pasien sekitar 40 tahun diliat dari muka dan kulitnya, ternyata saat ditanya langsung, usianya masih 23 tahun. Ini karena paparan sinar matahari yang terlalu sering dan berulang-ulang bisa membuat kulit kita kusam, timbul bercak-bercak, keriput dan bahkan mengakibatkan lesi pra kanker dan kanker kulit,” terang Dr. Amaranila Lalita Drijono, SpKK.

Tanda penuaan dini lain meliputi keriput halus di daerah sekitar mata bibir dan dahi, kekenyalan kulit yang berubah pada area yang sering terpapar sinar matahari, dan kulit yang terasa lebih tebal dan mengelambir.

Menurut Dr. Nila, saat ini 90% penuaan kulit disebabkan oleh dampak buruk sinar matahari. Secara visual, kita bisa melihat perbedaan kekenyalan, warna, dan tekstur kulit yang mengalami penuaan dini dengan yang tidak, misalnya dengan membandingkan kulit wajah dengan kulit yang jarang terkena matahari. Ini jauh berbeda dengan proses penuaan kulit yang terjadi secara alami yang dipengaruhi oleh usia dan faktor genetik. Namun tak perlu khawatir, karena sebenarnya penuaan dini dapat dicegah dengan melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Sebenarnya kulit kita dapat memperbaiki mutasi yang disebabkan oleh sinar ultraviolet. Namun jika kerusakan yang terjadi sudah terlalu berat, sel kulit dapat mati.

Jika tidak, kemungkinan kulit tidak dapat diperbaiki dengan sempurna dan malah mencetuskan mutasi. Akibatnya, terjadi penuaan dini, hingga terbentuknya lesi pre-kanker dan kanker pada kulit.

Ultraviolet Penyebab Penuaan Dini

Ultraviolet merupakan bagian dari spektrum elektromagnetik yang dihasilkan oleh matahari yang menjangkau bumi. Sinar ultraviolet terdiri dari 3, yakni UVA, UVB, dan UVC. Dari ketiganya, radiasi sinar UVC sangat berbahaya bagi kulit, untungnya ia tidak sampai ke bumi karena terhalang oleh lapisan ozone. “Kecuali kalau kita ke Australia, sinar UVC masuk di sana, karena lapisan ozone-nya sudah ada yang bolong, oleh sebab itu penderita kanker kulit disana cukup banyak karena paparan UVC ini,” jelasnya.

Radiasi sinar UVB dapat menembus lapisan epidermis atau bagian terluar kulit, ia akan menyebabkan kerusakan DNA dan perubahan lainnya pada sel kulit. Inilah yang menyebabkan timbulnya tanda-tanda penuaan dini. Seiring waktu, prekanker dan kanker juga dapat terjadi pada kulit.

Radiasi sinar UVA juga menyebabkan kerusakan pada epidermis, namun juga dapat menembus bagian kulit yang lebih dalam hingga ke lapisan dermis. UVA tidak hanya berbahaya bagi sel-sel di epidermis, namun juga terhadap kolagen dan elastin, yang berperan dalam membentuk struktur kulit dan menjaga elastisitas kulit.

Menurut Dr. Nila cara paling baik untuk mencegah terjadinya penuaan dini akibat paparan sinar ultraviolet ini adalah dengan menggunakan tabir surya (sunscreen). “Kerusakan akibat sinar matahari umumnya bersifat kumulatif sehingga tidak pernah ada kata terlabat untuk menggunakannya.”

Memilih Tabir Surya yang Tepat

Dalam dunia medis, penggolongan sunscreen dibagi menjadi 2 jenis, yaitu physical sunscreen dan chemical sunscreen. Physicalsunscreen disini kita bisa menggunakan topi, kain, payung untuk menutupi kulit kita dari paparan sinar UV. Selain itu bisa digunakan sunscreen dalam bentuk lotion yang dioleskan di kulit, yang banyak di jual dipasaran. “Ingat dalam memilih sunscreen juga harus hati-hati, pilihlah yang tidak menyebabkan iritasi pada kulit kita.”

Untuk Chemical sunscreen, umumnya memerlukan waktu beberapa saat untuk memberikan manfaat sebagai sunscreen setelah pengapsikasian di kulit. “Butuh waktu sekitar 15-30 menit, jadi tunggulah dulu.”

Menurut Dr. Nila, sunscreen yang baik untuk iklim tropis seperti di Indonesia minimal memiliki kandungan SPF (Sun Protection Factor) 30. SPF merupakan ukuran kekuatan sunscreen dalam melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Contoh sunscreen dengan SPF 15 artinya kemampuan dalam proteksi sebesar 93,3% terhadap sinar UVB. Semantara SPF 30 berarti kemampuan proteksi sebesar 96,7% terhadap sinar UVB.

“Semakin besar nilai SPF, kekuatan sunscreen dalam melindungi kulit dari paparan sinar UVB juga semakin besar, tetapi harganya juga akan semakin mahal. Semantara selisih antara SPF 30 ke 50 hingga 100 perlindungannya juga tidak terlalu berbeda bermakna dalam penelitian, sehingga SPF 30 menjadi yang paling memiliki nilai costeffectiveness tertinggi,” jelasnya.

Selanjutnya pilih juga sunscreen yang minimal untuk wilayah seperti DKI Jakarta memiliki PA++. PA artinya Protection Grade of UVA atau tingkat perlindungan terhadap UVA. Tanda + setelah kode PA menandakan tingkat proteksi terhadap UVA. “Makin banyak tanda (+), berarti makin tinggi tingkat proteksinya.”

Pilih juga sunscreen yang memiliki kandungan antioksidan, dari bahan alami seperti ekstrak teh hijau, carica papaya, ekstrak lemon dan vitamin C. “Dengan adanya antioksidan ini akan memperlambat terjadinya penuaan yang disebabkan senyawa-senyawa polutan berbahaya yang banyak terdapat di lingkungan,’ ujar Dr. Farida Soewanto.

Di Mobil Tetap Butuh

Berarti yang butuh sunscreen hanya mereka yang terpapar matahari langsung, seperti petani atau pekerja lapangan? Oh ternyata tidak, karena menurut dr. Nila, mereka yang sering terkena macet di jalan, dalam mobil juga bisa terpapar radiasi UVA. “Karena ternyata, kaca film mobil kita ini tidak bisa menghalangi radiasi sinar UVA. Sehingga kita masih membutuhkan sunscreen,” jelasnya. UVA ada di sepanjang hari mulai pukul 06.00 hingga 14.00, dengan paparan UVA paling tinggi pada pukul 10.00.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: