Seputar Tekanan Darah yang Wajib Anda Ketahui

August 25, 2014

tekanan darah

A. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi dapat memengaruhi kesehatan seseorang. Ada dua jenis tekanan darah yang perlu diketahui oleh pembaca, sebagai berikut.

Tekanan darah Sistolik dan Diastolik

Jantung memompa darah agar mengalir terus melalui pembuluh darah arteri (warna merah) ke seluruh jaringan tubuh. Maka, terjadi tekanan darah yang diberi nama tekanan darah sistolik (cystolic pressure) dan menunjukkan angka tekanan darah 120-140 mmHg (normal).

Kemudian, setelah kontraksi otot jantung selesai, pada waktu yang bersamaan, otot jantung segera mekar (dilatasi), menarik darah yang mengandung karbon dioksida (C02) serta “waste products” hasil katabolisme tubuh, darah “kotor” tersebut mengalir melalui pembuluh darah vena. Tekanan darah ini diberi nama tekanan darah diastolik {diastolic pressure), yang menunjukkan angka 80-90 mmHg (normal).

Karbondioksida (C02) yang terkandung di dalam pembuluh darah vena dipompa lagi ke dalam jaringan paru-paru, seluruh C02 dibuang melalui pernapasan (exhale). Pada waktu yang bersamaan, “waste products” hasil dari katabolisme (mis. ureum, creatinine) dibuang melalui organ ginjal, lantas dikeluarkan melalui air seni.

Ada dua angka dalam pengukuran tekanan darah untuk orang dewasa, seperti tampak dalam tabel di bawah ini.

Kategori
Sistolik (mmHg)
Diastolik (mmHg)
Hipotensi
<90
<60
Yang diinginkan
90-110
60-79
Prehipertensi
120-139
90-89
Tahap 1 Hipertensi
140-159
90-99
Tahap 2 Hipertensi
160-179
100-109
Krisis Hipertensi
>=180
>=110

Penjelasan

Tabel tersebut menunjukkan klasifikasi tekanan darah tinggi, diambil dari American Heart Association, untuk orang dewasa yang berumur 18 tahun dan lebih. Nilai tersebut diambil dari hasil pengukuran tekanan darah rata-rata pasien yang berkunjung ke dokter.

Di Inggris (UK), biasanya tekanan darah dikategorikan dalam 3 kelompok, yaitu:

(1) Tekanan darah rendah: Nilai 90/60 atau di bawahnya.

(2) Tekanan darah tinggi: Nilai 130/90 atau di atasnya.

(3) Tekanan darah normal: Nilai di atas 90/60 atau di bawahnya.

Ada orang-orang yang pembuluh darah arterinya sudah mengeras (arteriosclerosis). Umumnya, terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut. Pembuluh darahnya menjadi getas (britle), tidak elastis lagi. Bila terjadi demikian, orang tersebut akan mudah sekali terkena tekanan darah tinggi.

Orang yang emosional atau karena urusan kecil saja bisa tersulut emosinya, mudah sekali terkena tekanan darah tinggi. Berhubung tekanan darah terlampau tinggi, pembuluh darah di jaringan otak bisa pecah, lalu terjadi perdarahan otak (cerebralhemorrhagia) dan bisa fatal. Bila terjadi penyumbatan pembuluh darah di otak, bisa terkena stroke.

Cara Mengatasi

Tekanan darah tinggi bila tidak segera diatasi bisa terjadi penyakit jantung dan perdarahan otak. Tekanan darah tinggi dapat dikontrol dengan diet rendah garam dapur (NaCl), mengurangi makanan berlemak, dan banyak makan sayur-mayur dan buah-buahan. Mampu mengontrol dan menstabilkan emosi agar pikiran bisa tenang, tidak gampang marah (save your adrenalin). Olahraga teratur, menghindari stres, mengurangi berat badan, dan minum obat yang dianjurkan dokter secara teratur bila diperlukan.

B. Tekanan Darah Rendah

Dalam istilah kedokteran, tekanan darah rendah diberi nama hypotention (hipotensi), “hypo” artinya rendah dan “tention” artinya tekanan. Tekanan darah rendah ini dimonitor dari sirkulasi sistemik dalam pembuluh darah arteri.

Tekanan darah rendah adalah suatu tenaga yang mendorong dinding pembuluh darah arteri pada saat organ jantung memompa darah keluar dari bilik jantung. Tekanan darah rendah, diukur sebagai tekanan darah systolic kurang dari 90 mmHg atau tekanan diastolik kurang dari 60 mmHg.

Hypotention berseberangan dengan hypertention. Pengertian yang paling baik tentang “tekanan darah rendah” adalah lebih sebagai suatu keadaan fisiologis daripada sebagai satu penyakit. Hypotention sering dikaitkan dengan si penderita bisa mendadak pingsan; (shock). Pada saat dia bangun tidur, tiba-tiba berdiri, lalu jatuh pingsan; atau pasien yang alergi terhadap zat penicillin: belum dilakukan “skin test” untuk mengetahui apakah alergi terhadap obat antibiotik penicillin, langsung diberi suntikan obat penicillin, pasien itu bisa mendadak jatuh pingsan, bahkan bisa sampai meninggal dunia, karena terjadi “anaphyletic shock”. Kedua contoh tersebut di atas adalah gejala hypotention yang membahayakan jiwa manusia. Namun, pada sebagian penderita hypotention yang belum pernah menunjukkan adanya gejala yang nyata sekalipun, bisa tiba-tiba jatuh pingsan.

Juga ada beberapa orang yang menderita hypotention menunjukkan kondisi fisik yang prima. Gejala umum bagi penderita tekanan darah rendah adalah sering pusing kepala dan lemah tubuh, atau menunjukkan gangguan serius terhadap organ jantung, hormonal (endocrine) atau gangguan syaraf. Gejala serius tekanan darah rendah bisa mengurangi suplai oksigen dan zat nutrisi untuk otak dan organ vital lainnya, yang akan mengancam jiwa manusia yang dinamakan “shock”.

Tekanan darah rendah sewaktu dikaitkan dengan beberapa simtom. Kebanyakan simtom tersebut berhubungan dengan beberapa penyebab dan akibat dari penyakit hypotensi itu sendiri. Misalnya gejala nyeri dada, sesak napas, sakit kepala, leher kaku, gangguan pencernaan, diare berkepanjangan, dan sebagainya.

Catatan: Tidak semua simtom tersebut di atas dialami oleh penderita tekanan darah rendah. Mungkin dari beberapa simtom tersebut ada satu atau dua yang dialami oleh penderita tekanan darah rendah.

Penyebab Tekanan Darah Rendah

Tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh kekurangan volume darah, perubahan hormonal, pelebaran pembuluh darah, gejala samping (side effects) obat yang diminum, anemia (kekurangan Hb), masalah jantung atau masalah endocrine (hormonal).

Kekurangan volume darah (hypovolumia) adalah penyebab paling umum terjadinya tekanan darah rendah. Ini bisa disebabkan karena perdarahan (hemorrhage), ketidakcukupan asupan cairan pada waktu kelaparan, atau terlalu banyak kehilangan cairan tubuh akibat diare atau muntah muntah (muntaber). Hypovolumia juga bisa diakibatkan karena terlalu banyak minum obat diuretika (obat pelancar air seni).

Obat lain bisa menyebabkan terjadinya tekanan darah rendah dengan mekanisme yang berbeda. Misalnya, penggunaan obat alpha-blokers atau beta-blokers dalam jangka waktu yang lama. Beta-blokers bisa mengakibatkan tekanan darah rendah, karena memperlambat denyut jantung (heartrate) dan mengurangi kemampuan otot jantung memompa darah.

Meskipun volume darah normal, karena terjadi “congestive heart failure”, kerja jantung jadi menurun. Karena terjadi “myocardial infarction”, akibatnya sebagian jaringan otot jantung mati. Bila kondisi ini terlalu sering terjadi, tekanan darah menjadi rendah. Akibatnya, bisa cepat berkembang menjadi “cardio-genetic shock” (pingsan karena jantung tiba-tiba tidak bisa memompa darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh). Arrhythmia (denyut jantung tidak teratur) juga sering mengakibatkan tekanan darah rendah.

Pengobatan

Pengobatan tekanan darah rendah tergantung pada berat ringan kasusnya. Bagi orang yang sehat, punya gejala tekanan darah rendah (hypotension) ringan, umumnya tidak membutuhkan pengobatan, cukup dengan menambahkan sedikit garam pada makanannya sudah bisa meringankan gejala. Pagi hari minum secangkir kopi juga efektif meringankan kasus hipotensi yang ringan. Bagi penderita tekanan darah rendah yang serius, perlu konsultasi ke dokter.

Berbaring terlentang dengan kaki diangkat ke atas, akan menambah laju darah yang mengalir kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena; dengan demikian, darah yang tersedia lebih banyak dan dipompa oleh jantung untuk menyuplai organ di bagian dada dan kepala. Bila ada gejala tekanan darah yang serius, perlu segera konsultasi ke dokter.

Setiap waktu keadaan tekanan darah (blood pressure) tidak sama. Tekanan darah menjadi lebih rendah pada saat tidur dan meningkat lagi pada saat bangun tidur. Tekanan darah juga naik pada waktu Anda sedang bergairah, tegang atau sedang aktif.

Ada orang yang sangat sensitif pada perubahan tekanan darah. Misalnya, dari posisi duduk kemudian langsung berdiri cepat, tekanan darah akan drop dalam waktu yang singkat. Tubuh kita juga mampu mengatur tekanan darah untuk mengalirkan darah dan oksigen yang cukup ke jantung, otak, ginjal, dan jaringan organ vital lainnya.

Kebanyakan tekanan darah rendah terjadi karena tubuh kita tidak mampu membawa tekanan darah kembali normal dengan segera.

Ada beberapa orang yang memang tekanan darahnya rendah sepanjang masa. Mereka tidak memiliki tanda-tanda atau simtom yang berlainan. Orang yang memiliki tekanan darah rendah tersebut adalah normal juga.

Bagi orang yang memiliki tekanan darah rendah, bila mengalami simtom yang mencurigakan dan juga menderita penyakit jantung, perlu konsultasi ke dokter.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: