Seputar Stroke yang Perlu Anda Ketahui

September 3, 2014

stroke

Penyempitan pembuluh darah arteri (ischemic), selain bisa terjadi di pembuluh darah jantung koroner, juga bisa terjadi di pembuluh darah arteri di otak. Hipocrates (460-370 SM) adalah seorang ahli pengobatan dari Yunani (Greek), Ia adalah orang yang pertama kali menjelaskan tentang pasien yang mendadak lumpuh, yang kemudian sering diasosiasikan dengan gejala stroke.

Bila terjadi penyempitan atau blocking di pembuluh darah arteri di otak, bisa terjadi gejala stroke. Kalau itu terjadi, sebagian jaringan otak sudah mulai rusak (damage); bila tidak segera diatasi oleh dokter, maka terjadilah “minor stroke”. Gejalanya adalah sebagian saraf motorik tidak bekerja dengan baik, sehingga bila berjalan sebelah kakinya agak diseret, gerakan lengannya juga agak berat. Jika terjadi “mayor stroke”, sebelah badan bisa terjadi kelumpuhan atau dinamakan lumpuh sebelah badan. Kedua gejala tersebut di atas juga disebut “stroke ringan” dan “stroke berat”.

Berdasarkan laporan, stroke (cerebrovascular accident, CVA) adalah penyebab kematian ketiga di Amerika Serikat, dan juga banyak terjadi di negara industri di Eropa.

Stroke juga dibedakan menjadi dua jenis, yaitu “stroke ischemic” (stroke karena penyempitan pembuluh darah), dan “stroke hemorrhagic” (stroke karena pembuluh darah arteri di otak pecah). Jenis stroke ini kebanyakan terjadi pada orang yang menderita tekanan darah tinggi (hypertension), dan orang yang temperamental atau mudah marah besar. Hipertensi akan merangsang pembentukan plak di pembuluh darah arteri otak.

Faktor risiko terkena stroke:

  • Rokok
  • Alkohol
  • Diet yang berlemak
  • Tingginya kadar kolesterol dalam darah
  • Riwayat keluarga (genetik)

Penanganan Stroke

Jika mengalami gejala stroke ringan dan/atau berat, kita perlu segera berkonsultasi ke dokter. Jika tidak ditanggani segera oleh dokter, bisa terjadi kelumpuhan yang serius atau kelumpuhan permanen.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: