Seputar Penyakit Kanker yang Perlu Anda Ketahui

September 10, 2014

penyakit kanker

Kanker asal mulanya adalah sekelompok daging (massa) tak ganas yang muncul di dalam organ tubuh. Dalam istilah kedokteran dinamakan benign tumor. Tumor ganas yang menjadi kanker dalam istilah kedokteran dinamakan malignany tumor. Sebenarnya penyebab kanker, dari sekian banyak penyakit yang saling berhubungan, salah satunya adalah karena sel-sel normal berubah menjadi sel-sel tidak normal.

Tubuh manusia terdiri atas ratusan miliar sel-sel unit yang amat kecil, yang mampu membuat semua jaringan tubuh menjadi hidup. Terbentuknya tumor ganas (kanker) adalah karena sel sel yang normal berkembang biak secara tak terkontrol dan menjadi tidak normal dan akhirnya berubah menjadi sel kanker. Pertumbuhan dan penyebaran sel kanker di dalam tubuh amat sangat cepat.

Pertumbuhan dan perkembangan sel yang normal tidak secepat sel kanker, dalam batas waktu tertentu pertumbuhannya akan berhenti dan sel tersebut tidak berkembang lagi, akibatnya lalu mati. Berbeda dengan sel yang normal, sel kanker akan terus berkembang biak tanpa henti dan di luar kontrol sehingga selnya tidak mati.

Sel kanker biasanya hidup berkelompok atau berupa daging menggumpal menyatu menjadi sebuah tumor ganas. Pertumbuhan sel kanker bisa mematikan sel normal di sekitarnya dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat. Ini karena nutrisi makanan yang seharusnya diberikan untuk sel-sel normal dirampas oleh sel-sel kanker. Akibatnya, penderita kanker menjadi amat kurus dan menderita, dan pada akhirnya bisa meninggal dunia jika tidak segera diatasi oleh dokter onkologi.

Ada saatnya tumor kanker yang telah “matang” pecah, lalu sel-sel kanker tersebut keluar dari tumor kanker induknya dan menyebar ke area organ tubuh lainnya melalui peredaran darah sistemik. Sel-sel kanker tersebut akan hinggap di organ tubuh lainnya, lalu berkembang biak dengan cepat dan bertumbuh menjadi tumor kanker yang baru lagi. Proses penyebaran sel-sel kanker ke organ tubuh lainnya dan menjadi kanker baru ini dinamakan metastasis.

Jika sel kanker diambil melalui biopsi, dilihat bentuknya di laboratorium patologi (cancer ceils pathology), bentuk sel dan nukleusnya (inti sel) relatif besar dan tidak teratur (bergerigi). Ini berbeda dengan sel normal yang bentuknya bulat, intinya juga bulat namun lebih kecil, serta susunan selnya teratur.

Penanganan kanker oleh onkolog secara kovensional adalah sebagai berikut.

(1) Operasi

(2) Kemoterapi

(3) Radioterapi

(4) Herbal terapi

A. Faktor Penyebab Penyakit Kanker

Saat ini, penyebab penyakit kanker belum diketahui secara pasti. Ada ilmuwan kedokteran mengatakan bahwa penyakit kanker 95% dikaitkan dengan faktor lingkungan yang terpolusi berat, 5-10% dari faktor genetik. Faktor lingkungan yang terpolusi dianggap sebagai salah satu penyebab oleh peneliti kanker. Artinya, penyebab penyakit kanker tidak hanya diwarisi secara genetik, dan juga tidak hanya dari zat polusi.

Berdasarkan penemuan peneliti kanker, faktor penyebab kanker yang umum adalah lingkungan yang tidak bersih (terpolusi). Selain itu, kanker juga dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok, makanan yang tidak sehat, atau sering terpapar pada radiasi.

Faktor penyebab lainnya adalah gabungan dari stres dan kurangnya aktivitas fisik.

Hampir tidak mungkin untuk membuktikan apa penyebab penyakit kanker pada seorang individu. Karena penyakit kanker bisa disebabkan oleh berbagai kemungkinan. Faktor penyebab penyakit kanker amatlah kompleks. Misalnya, seorang perokok berat yang terkena kanker paru-paru, barangkali bisa disimpulkan bahwa penyebabnya adalah karena merokok. Namun, bisa saja disebabkan oleh faktor-faktor lain, seperti terpapar pada polusi udara atau terkena radiasi. Terkena polusi udara dan radiasi dalam jangka panjang memang bisa berkembang menjadi kanker paru-paru.

Faktor Zat Kimia

Peneliti kedokteran mengatakan bahwa kanker paru-paru berhubungan erat dengan kebiasaan merokok.

Lebih jauh dikatakan bahwa penyebab sakit kanker bisa dilacak dari mutasi DNA yang punya pengaruh kuat terhadap pertumbuhan sel kanker dan terjadinya metastasis. Zat kimia yang menyebabkan terjadinya mutasi DNA adalah mutagen (zat kimia yang menggiring terjadinya perubahan). Mutagen yang menyebabkan terjadinya kanker juga diketahui sebagai carcinogen (zat penyebab kanker). Zat kimia yang telah dikaitkan dengan tipe spesifik kanker adalah asap rokok. Pengisap rokok diasosiasikan dengan banyaknya bentuk kanker dan menyebabkan 90% kanker paru-paru.

Banyak zat kimia yang mendukung terjadinya mutasi DNA, zat kimia tersebut menjadi penyebab kanker (carcinogen). Ada ilmuwan mengatakan bahwa sebagian carcinogen bukanlah mutagen. Alkohol contohnya. Alkohol adalah zat kimia carcinogen yang bukan mutagen. Di negara-negara Eropa barat, 10% perempuan penderita kanker dihubungkan dengan alkohol.

Suatu penelitian menemukan bahwa jutaan pekerja sedang menghadapi risiko terkena kanker. Seperti kanker paru-paru dan messothelioma (kanker di dalam kulit), yang penyebarannya melalui udara yang dihirup, yang mengandung serat asbes (asbestos fibers) serta asap rokok aktif dan pasif; atau leukemia yang disebabkan karena menghirup uap benzene di tempat kerja.

Makanan dan Olahraga

Suatu penelitian mengatakan bahwa kita harus mewaspadai menu makan yang kurang sayur-mayur, buah-buahan, dan beras tumbuk (whole grains), karena dapat memicu timbulnya kanker. Makanan yang diproses atau daging merah telah dihubungkan dengan beberapa jenis kanker. Makanan yang diasinkan (diawetkan dengan garam), ada hubungannya dengan kanker lambung (gastric cancer); aflatoxin B1 yang sering terkandung dalam makanan akan mengakibatkan terjadinya kanker hati; dan biji pinang (betel nut) yang dikunyah bisa memicu terjadinya kanker mulut (oral cancer). Laporan ini berbeda di setiap negara. Misalnya, kanker lambung lebih umum terjadi di Jepang, karena mereka lebih sering mengonsumsi makanan yang diasinkan. Kanker usus besar (colon cancer) lebih umum terjadi di Amerika Serikat.

Sebanyak 30-35% kematian akibat penyakit kanker berhubungan dengan pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas, jarangnya berolahraga, dan kegemukan atau obesitas. Di Amerika Serikat, kelebihan berat badan sering dihubungkan dengan berkembangnya sekian banyak jenis penyakit kanker, dan kematian akibat kanker diperkirakan mencapai 14-20%.

Kurangnya aktivitas dan olahraga tidak hanya mengakibatkan berat badan bertambah tetapi juga dipercaya memiliki kontribusi terhadap risiko terkena penyakit kanker. Selain itu, bisa juga terjadi efek negatif terhadap sistem imum (sel phagocete dan limphocyte) dan menurunnya sistem endocrine.

Waspadailah bila mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung zat pewarna, apalagi jika menggunakan zat pewarna batik, sangat berbahaya, karena zat tersebut tergolong zat carcinogen.

Sebaiknya kita tidak mengonsumsi makanan yang sudah diawetkan (preserved food), karena biasanya mengandung bahan pengawet, yang juga termasuk dalam golongan zat carcinogen.

Infeksi

Ada artikel yang mengatakan bahwa infeksi bisa mengakibatkan kanker.

Kematian akibat kanker di dunia, 18% berhubungan dengan penyakit infeksi (infectious diseases), 25% di Afrika dan kurang dari 10% di negara berkembang. Virus, bakteri, dan parasit juga bisa menyebabkan penyakit kanker. Virus yang bisa menyebabkan kanker dinamakan on-covirus. Ini termasuk virus kanker serviks, hepatitis B, hepatitis C, dan sebagainya.

Infeksi bakteri juga bisa menambah risiko terkena penyakit kanker, seperti gastritis (infeksi lambung) bisa berkembang menjadi kanker lambung (gastric carcinoma). Infeksi parasit berhubungan erat dengan penyakit kanker dan parasit pengisap darah di dalam liver.

Radiasi

Hingga 10% penyebab penyakit kanker ada hubungannya dengan terkena radiasi, termasuk ionizing radiation dan non-ionizing radiation. Terlalu lama di bawah sinar terik matahari bisa mengakibatkan kankor kulit, yang disebabkan oleh non ionizing ultraviolet radiation.

Terkena radiasi dosis rendah, seperti tinggal berdekatan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (Neuclear Power Plant), juga berisiko, walaupun pada umumnya dianggap tidak akan terkena kanker atau sangat kecil kemungkinannya berkembang menjadi kanker.

Sebaliknya, radiasi dosis tinggi adalah salah satu penyebab penyakit kanker yang potensial, apalagi bila dikombinasikan dengan zat penyebab kanker seperti sorotan gas radon plus merokok.

Faktor Keturunan (Heredity)

Sebagian besar penyakit kanker bukan karena faktor keturunan saja.

B. Jenis-Jenis Kanker yang Sering Dijumpai:

Laki-laki

(1) Kanker tenggorokan

(2) Kanker paru-paru

(3) Kanker usus besar

(4) Kanker prostat

Perempuan

(1) Kanker payudara

(2) Kanker ovarium

(3) Kanker peranakan / kanker leher rahim

(4) Kanker serviks

Umum

(1) Kanker darah

(2) Kanker otak atau tumor otak

(3) Kanker tulang

(4) Kanker kulit

(5) Kanker lambung

(6) Kanker pankreas

(7) Kanker hati

(8) Kanker kantong kemih

Catatan: Khusus kanker pankreas, berkembangnya sangat cepat. Kadang sudah sampai bermetastasis ke mana-mana tetapi belum juga diketahui karena tidak ada gejala menonjol yang bisa membuat si penderita segera menyadarinya, kecuali sudah terdeteksi secara dini oleh dokter. Ketika kanker pankreas sudah mencapai stadium lanjut, barulah terlihat simtom yang jelas, namun itu sudah terlambat dan sulit disembuhkan.

C. Pencegahan (Prevention)

Pencegahan penyakit kanker ditentukan oleh langkah aktif untuk mengurangi risiko terkena kanker. Banyak kasus kanker yang disebabkan oleh faktor risiko lingkungan yang terpolusi, tetapi tentu saja tidak semua. Jadi, kanker bisa dianggap sebagai suatu penyakit yang kemungkinan bisa dicegah dan dikendalikan dengan cara meminimalkan berbagai aspek negatif yang menjadi penyebabnya.

Berdasarkan penelitian para onkolog, 30% lebih kematian yang disebabkan oleh kanker bisa dicegah dengan meminimalkan faktor risiko penyebabnya, termasuk rokok, kelebihan berat badan, pola makan yang tidak sehat, tidak suka berolahraga, alkohol, penularan infeksi melalui hubungan seksual, dan polusi udara. Tetapi memang tidak semua faktor lingkungan bisa dicegah, seperti misalnya punya kedekatan dengan lingkungan yang sudah tercemar oleh radiasi. Dari semua kasus kanker, kanker yang disebabkan oleh faktor genetik keturunanlah yang tidak mungkin bisa dicegah.

D. Makanan (Dietary)

Para ahli kanker mengatakan bahwa dari sekian banyak makanan yang dianjurkan bisa mengurangi risiko terkena kanker, hanya sedikit saja yang didukung oleh penelitian ilmiah yang jelas.

Sementara itu, ada juga penelitian yang mengatakan bahwa mengonsumsi kopi dapat mengurangi risiko terkena penyakit kanker hati. Dan banyak penelitian yang menghubungkan konsumsi daging merah dan daging olahan (processed meat) dengan risiko terkena kanker payudara (breast cancer), kanker usus besar (colon cancer), dan kanker pankreas (pancreatic cancer).

Kebiasaan mengonsumsi makanan berkalori tinggi yang dapat menyebabkan kegemukan, banyak minum minuman beralkohol, kurang makan sayur dan buah, serta sering mengonsumsi daging merah, kerap kali dihubungkan dengan faktor penyebab kanker, namun sampai sekarang masih belum bisa dipastikan kebenarannya.

Ada juga fenomena tentang zat carcinogen yang ditemukan dalam daging, yaitu bila daging dimasak dengan suhu tinggi di atas 200°C, misalnya dibakar atau digoreng dengan minyak yang amat panas, seperti smoked ham dan smoked fish.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: