Seputar Penyakit Jantung yang Wajib Anda Ketahui

July 31, 2014

penyakit jantung

Manusia bisa bertahan hidup, sangat tergantung pada kelangsungan denyut jantung. Jantung adalah organ yang sangat vital dalam mempertahankan hidup manusia. Maka, organ jantung dijuluki sebagai “generator” (power house) di dalam tubuh manusia. Kalau motor generator stop berputar di dalam pabrik, maka, seluruh pabrik segera stop aktivitas produksinya. Begitu juga, jika denyut jantung berhenti, tamatlah hidup ini. Jantung adalah organ yang sangat vital di dalam tubuh manusia yang harus dipelihara dengan baik, agar otot jantung menjadi sehat, kuat, dan berdenyut secara teratur setiap detik, sepanjang hidup kita.

Sebelum mengenal penyakit jantung, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu jantung kita.

A. Jantung yang Sehat

(1) Jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan manusia atau sebesar jantung babi. Otot organ jantung memerlukan suplai darah segar dan oksigen (O2) untuk bisa mempertahankan hidupnya dan mampu bekerja, memompa darah ke seluruh tubuh secara sistemik, 24 jam setiap hari tanpa henti.

(2) Seluruh jaringan tubuh tidak bisa bertahan hidup tanpa suplai darah segar yang mengandung nutrisi dan oksigen. Tidak terkecuali otot jantung, untuk mempertahankan denyutnya setiap detik tanpa henti.

(3) Darah mengandung beberapa tipe sel darah, yaitu sel darah merah (red blood cell atau erythrocyte), sel darah putih (white blood cell atau leukocyte) yang terdiri atas neutrophil dan lymphocyte, serta platelets (thrombocytes,). Sel-sel darah tersebut mengambang dalam cairan bening semu kuning yang dinamakan plasma. Volume darah dalam tubuh manusia kurang lebih 5 liter.

(4) Komponen paling penting dalam darah adalah hemoglobin (haemoglobln atau Hb) yang dibuat dari zat besi (haem) dan protein (globin). Fungsi hemoglobin adalah sebagai “kereta” yang membawa oksigen dari paru-paru untuk disebarluaskan secara sistemik melalui sirkulasi darah dari organ jantung yang memompa darah ke seluruh jaringan tubuh.

(5) Kemampuan kerja sebuah jantung manusia yang sehat setara dengan kemampuan manusia mengangkat barang seberat 6 kg sampai ketinggian 1,5 m dalam setiap menit.

(6) Pada saat jantung berkontraksi (systole) darah dipompa ke seluruh jaringan tubuh secara sistemik, melalui pembuluh darah arteri (warna merah). Pompaan tersebut menghasilkan tekanan darah, yang diberi nama systolic pressure 120 Hgmm (normal).

Pada waktu yang bersamaan, dengan waktu yang amat singkat (kl 0,4 detik), otot jantung melanjutkan relaksasi, menarik darah kotor yang mengandung karbon dioksida (CO2) berikut hasil produk katabolisme (waste product) melalui pembuluh darah vena; memberi tekanan darah yang diberi nama diastolic pressure, 80 Hgmm (normal).

(7) Jantung manusia mempunyai empat bilik, yaitu bilik atrium kanan dan kiri dan bilik ventricle kanan dan kiri. Keempat bilik tersebut diatur oleh 4 klep (valve) yang bisa bekerja membuka-tutup secara otomatis pada saat jantung berdenyut.

(8) Denyut jantung (heart beat) orang dewasa yang sehat dalam keadaan istirahat adalah 60-72 kali/ menit. Saat sedang berolahraga, gelisah (stres), atau ketakutan, denyut jantung bisa meningkat menjadi 160-180 kali/menit, lebih cepat daripada yang biasa.

(9) Jantung mampu memompa darah paling sedikit 5 liter ke seluruh tubuh dalam setiap menit.

(10) Denyut jantung per menit adalah 60-72 kali, maka dalam:

  • 1 hari (24 jam) = 100.000 kali
  • 1 tahun (365 hari) = 36.500.000 kali (36.5 juta kali)
  • 60 tahun = 2.160.000.000 kali (2,16 miliar kali)
  • 70 tahun = 2.555.000.000 kali (2,56 miliar kali)

Membaca angka-angka tersebut, bisa dibayangkan betapa hebat kerja jantung manusia, berdenyut tanpa henti sepanjang hidup manusia, sampai akhir hayat.

(11) Panjang total pembuluh darah di seluruh jaringan tubuh manusia, termasuk pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler (pembuluh darah serabut halus), kurang lebih adalah 96.000 km.

(12) Otot jantung juga memerlukan makanan yang disuplai oleh jantung itu sendiri, melalui pembuluh darah koroner (corona artinya crown, topi raja) yang mengelilingi permukaan jantung seperti topi raja. Otot jantung mendapat makanan dan oksigen dari darah yang disuplai oleh jantung itu sendiri setiap detik. Dengan demikian, organ jantung mampu mempertahankan denyut jantung dan bekerja terus tanpa henti.

(13) Jantung bekerja terus-menerus sepanjang proses hidup manusia dan tidak pernah berhenti. Bila jantung berhenti, berarti manusia mati. Maka, sayangilah dan peliharalah jantung Anda agar tetap sehat dan kuat.

B. Jantung yang Sakit

(1) Penyakit jantung yang paling krusial adalah terjadinya plak atau pengendapan lemak LDL-kolesterol (plague) di permukaan dinding pembuluh darah koroner. Plak tersebut menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah koroner (ischemic) yang mengakibatkan sebagian jaringan otot jantung tidak mendapatkan darah dan oksigen yang cukup.

Jika plak sudah mencapai 90-100%, maka pembuluh darah tersebut akan tersumbat. Akibatnya, sebagian otot jantung di bawahnya tidak mendapatkan aliran darah yang cukup, atau bahkan tidak mendapatkannya sama sekali. Ini berarti sebagian otot jantung akan mati (damage). Lalu terjadilah apa yang disebut myocardial infarction. Jika gejala itu muncul, terjadilah serangan jantung (heart attack) secara tiba-tiba yang bisa berakibat fatal.

(2) Penyakit jantung adalah pembunuh utama (top killer) di dunia. Penyakit ini juga dijuluki sebagai pembunuh yang tersembunyi (silent killer) karena serangan jantung bisa datang tiba-tiba setiap saat. Orang yang terkena serangan bisa meninggal dunia seketika, bila tidak segera dilarikan ke rumah sakit.

(3) Atherosclerosis berasal dari kata “athere” yang artinya bubur dan “sklero” yang artinya mengeras. Jadi, atherosclerosis adalah terjadinya pengendapan lemak LDL-kolesterol yang bentuknya seperti bubur pada permukaan atas dinding pembuluh darah arteri jantung. Pembuluh darah tersebut akan menyempit dan mengeras (calcified), tidak elastis lagi. Bila hal ini terjadi di sebagian arteri tubuh, maka bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi (hipertensi).

(4) Ischemia adalah penyempitan pembuluh darah koroner (vessel narrowing atau stenosis), dan bisa juga penyempitan pembuluh darah arteri di otak, yang disebabkan oleh terjadinya atherosclerosis. Ini menyebabkan jaringan otot jantung atau jaringan otak di sekitar terusannya tidak dapat menyuplai darah dan oksigen secara memadai. Jika di pembuluh darah koroner atau pembuluh darah di otak terjadi ischemia, maka akan disusul dengan terjadinya simtom infarction (penyumbatan pembuluh darah) di otot jantung atau di jaringan otak. Akibatnya, terjadi serangan jantung atau stroke tiba-tiba.

Infarction terjadi karena sebelumnya terjadi ischemia di pembuluh darah koroner yang sudah mengalami atherosclerosis. Berhubung terjadi penyempitan pembuluh darah, maka jalan (passway) untuk aliran darah koroner terganggu. Sel-sel darah yang mengalir di koridor pembuluh darah koroner yang menyempit itu saling berdesakan. Pada saat itulah sel-sel darah platelet (thromocytes) saling mendesak dan menggesek, sehingga terjadi elektrostatis. Lalu akan terjadi suatu gumpalan (thrombosis atau emboli) yang menyumbat aliran darah di pembuluh tersebut.

Jika sumbatan itu terjadi, akan disusul dengan serangan jantung (heart attack). Si penderita biasanya akan merasakan nyeri di dada (chest pain), keluar keringat dingin, dan sesak napas seperti tercekik. Bisa juga nyeri di dada itu dibarengi dengan sesak napas, karena salah satu pembuluh darah koroner yang sudah menyempit itu tiba-tiba kram (spasm). Gejala ini dinamakan angina pectoris.

(5) Bila terjadi serangan jantung, ini berarti otot jantung di daerah sekitar terusan pembuluh darah koroner yang tersumbat tidak mendapatkan suplai darah dan oksigen lagi (myocardial infarction). Akibatnya, sel-sel jantung di daerah sekitarnya mati (heart muscle damage).

(6) Jika orang yang mendapat serangan jantung tidak cepat ditolong dan segera dilarikan ke UGD, ia bisa meninggal dunia, atau mengalami kerusakan sebagian jaringan otot jantung, yang mengakibatkan “kepayahan jantung” (heart failure).

(7) Nyeri dada pada penderita sakit jantung koroner bisa hilang-timbul. Si penderita mengeluh nyeri dada (chest pain) dan sesak nafas, setelah itu nyerinya hilang, lalu timbul lagi (intermitten chest pain). Ada yang nyeri dadanya berlangsung agak lama, sekitar 20 menit atau lebih (prolonged chest pain). Jika mengalami gejala seperti ini, penderita harus segera memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung.

C. Gejala Serangan Jantung

  • Terasa nyeri di dada, yang bisa menyebar ke bagian rahang, gigi, kedua lengan; atau nyeri di bagian atas lambung.
  • Rasa nyeri tersebut (kadang) disertai dengan sesak nafas.
  • Bisa juga merasa mual atau seperti sakit maag, pusing kepala, palpitasi (denyut jantung tidak teratur); keluar keringat dingin berlebihan, gampang lelah atau merasa lemah sekali.

Catatan: Tidak semua nyeri dada merupakan gejala sakit jantung, bisa saja karena stres atau hal-hal emosional lainnya.

Selain sakit jantung koroner, juga ada sakit jantung yang disebabkan oleh klep jantung yang bocor. Ini umumnya karena adanya kelainan di klep jantung yang dibawa sejak lahir. Selain itu, ada lagi jenis “sakit jantung rematik” (rheumatic heart disease).

D. Faktor Penyebab Sakit Jantung

Sakit jantung bisa disebabkan oleh satu atau gabungan beberapa faktor sebagai berikut.

(1) Merokok

Nicotin, tar, dan karbon monoksida (CO) yang dihasilkan dari asap rokok atau lisong (cigar) dapat bereaksi dan menyerap oksigen di dalam darah, karena kehadiran CO, yang bisa menyerap oksigen menjadi karbondioksida (C02). Maka, bagi perokok berat, jantungnya harus bekerja ekstra keras untuk menyuplai oksigen yang lebih banyak ke dalam darah. Merokok dapat menambah penumpukan lemak (plague deposits) di dalam pembuluh darah koroner dan otak. Ini yang menambah risiko terjadinya pembentukan gumpalan darah (dot formation) di dalam pembuluh darah koroner. Di samping itu, darah perokok menjadi lebih kental (high biood viscosity). Ini tidak baik untuk kesehatan jantung koroner. Banyak merokok juga bisa mengakibatkan terkena kanker paru-paru dan payudara.

(2) Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah yang tinggi mampu merusak lapisan lunak di dalam dinding pembuluh darah koroner. Maka, kolesterol, lemak, dan kalsium (Ca) di dalam darah yang cenderung menumpuk di permukaan dinding pembuluh darah lapisan lunak yang rusak itu akan berubah menjadi atheriosclerosis. Pembuluh darah menjadi menyempit (stenosis) dan mengeras (calsified). Kerja jantung menjadi lebih berat untuk memompa darah ke pembuluh darah yang menyempit itu.

Tinggi rendahnya “systolic pressure” sangat tergantung dari emosi atau usia tua seseorang. Bila seseorang sedang emosi, hormon adrenalin diekskresi relatif lebih banyak lagi ke dalam darah. Akibatnya pembuluh darah menyempit, yang mengakibatkan tekanan darah menjadi tinggi.

(3) Kadar Lemak dalam Darah Tinggi

Bila kadar kolesterol dan trigliserida tinggi di dalam darah, dapat mengakibatkan bertambahnya deposit lemak di dalam pembuluh darah koroner yang mengakibatkan pembuluh darah koroner menyempit. Dengan demikian, suplai darah ke jaringan otot jantung relatif menjadi berkurang, dan kekentalan darah (blood viscosity) meningkat, karena mengandung kadar lemak tinggi di dalam darah.

Oleh karena itu, kemungkinan risiko terjadi penyumbatan (blocking) pembuluh darah koroner bertambah. Maka, akan mudah sekali terjadi penggumpalan darah (blood clots) di dalam pembuluh darah koroner. Tingginya kadar lemak di dalam darah akan mempunyai risiko tinggi terkena penyakit jantung.

(4) Diabetes Mellitus

Pada umumnya penderita diabetes bisa disertai dengan penyakit jantung koroner. Maka, bagi orang yang terkena penyakit diabetes, harus segera diatasi agar gula darahnya tidak tinggi. Bagi penderita penyakit diabetes, dianjurkan periksa gula darah sebulan sekali dan periksa HbAIC 3 bulan sekali.

(5) Kelebihan Berat Badan

Pada orang yang kelebihan berat badan, kerja pompa jantung relatif lebih berat, otot jantung harus bekerja ekstra keras, dan organ tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen. Kegemukan punya risiko besar terkena penyakit tekanan darah tinggi, penyakit diabetes dan jantung koroner. Obesitas (kegemukan) sering dijadikan biang keladi terkena penyakit diabetes. Empat dari lima orang yang terkena diabetes disebabkan oleh kegemukan.

(6) Kurang Berolahraga

Kurang atau tidak berolahraga mendukung risiko terjadinya kegemukan, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung koroner, dan tinggi kadar kolesterol dan trigliserida di dalam darah, yang dapat berkembang menjadi penyakit diabetes dan jantung koroner.

Olahraga aerobik, seperti jalan pagi, jogging, berenang atau bersepeda yang mampu melatih otot jantung agar lebih sehat dan kuat, juga dapat membuang kalori yang berlebihan, sehingga tidak terjadi penumpukan lemak di dalam tubuh. Olahraga paling sedikit bisa dilakukan 5 kali seminggu.

Seorang ahli jantung di China mengatakan bila setiap hari jalan kaki masing-masing 30 menit pada pagi hari dan malam hari, bisa mengurangi 30% risiko terkena penyakit jantung.

(7) Hidup Penuh Stres

Tubuh kita akan segera merespons bila sedang dalam keadaan emosi dan stres, dan segera menghasilkan hormon adrenalin yang dikenal sebagai hormon stres. Hormon tersebut mampu membuat pembuluh darah berkontraksi menjadi sempit, sehingga tekanan darah berubah menjadi tinggi. Adrenalin mengakibatkan kerja jantung lebih cepat dan berat.

Sifat emosional dan stres berat juga dapat mengakibatkan terkena penyakit jantung. Bila stres berkepanjangan atau melampaui batas, akan lebih mudah terkena serangan jantung mendadak. Stres dapat memacu produksi kolesterol lebih banyak lagi. Stres juga bisa membuat badan bertambah gemuk. Umumnya orang yang sedang stres malas bergerak dan tidak mau melakukan apa-apa, sehabis makan lebih banyak duduk-duduk di sofa nonton TV atau DVD untuk mengurangi stres, dan merokoknya juga makin bertambah banyak.

(8) Faktor usia

Bertambahnya usia juga akan menambah risiko terkena penyakit jantung. Ini karena pembuluh darah koroner makin lama makin menyempit dimakan usia. Fungsi organ jantung juga makin melemah karena terjadi proses degenerasi.

(9) Jenis Kelamin

Laki-laki kemungkinan lebih besar mendapat kesempatan terkena penyakit jantung daripada perempuan yang belum menopause, karena “female hormone” (hormon perempuan, estradiol) bisa melindungi terhadap penyakit jantung.

(10) Faktor Genetik/Keturunan

Orang yang mempunyai sejarah penyakit jantung di dalam keluarganya memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung daripada orang yang tidak punya riwayat seperti itu. Terutama bila famili dalam satu garis yang memiliki sejarah sakit jantung, maka bagi laki-laki sebelum usia 55 dan perempuan sebelum usia 65 mudah terkena sakit jantung.

(11) Tipe Kelakuan (Behaviour Types)

Berdasarkan observasi dari Kemple dan Wolf, tipe kelakuan manusia (behaviour types) bisa dikategorikan menjadi dua, yaitu Tipe A dan Tipe B.

■ Manusia Tipe A

Manusia Tipe A adalah orang yang selalu ingin berprestasi dan mau berkomunikasi kepada semua orang sekaligus. Dia mau bekerja lebih cepat dan lincah daripada orang lain, gerak badannya cepat dan tergesa-gesa. Bicaranya berapi-api, suaranya tinggi kalau sedang berbicara.

Orang yang termasuk Tipe A ini, bila bekerja selalu ingin melampaui kapasitas maksimalnya. Mereka juga tidak mau menunda pekerjaan dan bekerja tidak mengenal lelah, dan sulit sekali membuat pikirannya tenang dan merelakskan pikiran dan tubuhnya. Orang seperti ini, tekanan darahnya bisa tinggi terus, karena orang tersebut mengeluarkan hormon adrenaline berlebihan setiap harinya.

Manusia Tipe A ini memiliki risiko terkena serangan jantung dua kali lebih tinggi daripada manusia Tipe B.

■ Manusia Tipe B

Manusia Tipe B ini hidupnya santai dan sifatnya “easy going”, tidak tergesa-gesa, tidak banyak yang dipikirkan, bisa hidup hari ini dia sudah puas dan tidak mau memusingkan apa yang akan terjadi hari esok.

Manusia Tipe B ini memiliki risiko terkena serangan jantung lebih rendah daripada manusia Tipe A.

(Data tersebut sebagian dikutip dari General Hospital Heart Center, Singapura.)

E. Kesimpulan

Pencegahan agar tidak terkena penyakit jantung:

(1) Tidak merokok dan minum minuman beralkohol

(2) Tidak makan terlalu kenyang dan makan makanan yang banyak lemak

(3) Banyak makan sayur-mayur dan buah-buahan

(4) Tidak membiarkan stres berkepanjangan

(5) Hindari marah besar

(6) Tidak terlalu banyak keinginan

(7) Jaga agar pikiran selalu optimis dan selalu gembira

(8) Berolahraga secara rutin, 5x dalam satu minggu, dll.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: