Seputar Penyakit Gagal Ginjal yang Perlu Anda Ketahui

September 23, 2014

gagal ginjal

Kegagalan ginjal atau kepayahan ginjal, dalam bahasa Inggris disebut kidney failure atau renal failure. Penyakit ini disebabkan karena organ ginjal gagal menyaring keluar “sampah” (waste product) dari organ ginjal. “Sampah” tersebut antara lain adalah creatinine dan urea. Keduanya adalah “racun” yang dihasilkan dari proses katabolisme protein.

Berdasarkan penjelasan urolog, ada dua bentuk penyakit kegagalan ginjal, yang satu adalah “kerusakan ginjal akut” (acute kidney injure). Penyakit ini sering kali bisa disembuhkan. Yang kedua adalah “penyakit ginjal kronis” (chronic kidney disease). Penyakit ini sulit disembuhkan. Biasanya pasien yang punya penyakit ini menderita kekurangan darah (anemia) dan bentuk ginjalnya mengecil. Dua kasus penyakit tersebut didasarkan oleh kausanya.

Laporan klinis patologi mengatakan bahwa penyebab kegagalan ginjal sebagian besar ditentukan oleh kemampuan kerja glomerulus, yang adalah komponen jaringan di dalam organ ginjal. Di dalam ginjal yang normal, glomerulus memiliki fungsi menyaring keluar “sampah” (waste products) dari proses katabolisme. Misalnya, urea, uric acid (MIS, niao suan), creatinin, phosphate, elektrolit, dan air (95-96%). Bila saringan glomerulus tidak berfungsi lagi, zat urea dan creatinine dalam darah tertinggal, tidak bisa dikeluarkan lagi dari organ ginjal, dan pada waktu yang bersamaan sel darah dan molekul protein bisa lolos keluar dari saringan glomerulus yang sudah rusak itu. Urine yang mengandung sel darah merah dinamakan hematuria.

Bila simtom itu terjadi dan berlanjut lama, maka orang tersebut sudah menderita “kegagalan ginjal” (renal failure). Akibatnya, kadar creatinine dan urea terakumulasi di dalam darah, tidak bisa dibuang keluar. Maka, pada pasien tersebut perlu dilakukan tindakan “pencucian darah” secara berkala melalui mesin hemodialysis.

Mesin hemodialysis dibuat serupa “ginjal artifisial” yang dilengkapi dengan satu filter, satu pompa peristaltik, dan dua selang plastik steril.

Selang yang satu dimasukkan dengan jarum ke pembuluh darah arteri di lengan kiri. Selang yang satu lagi dimasukkan ke pembuluh darah vena, di lengan kiri yang sama. Kemudian, darah dialirkan dari arteri masuk ke vena, melalui filter “artifisial ginjal”, darah dipompa dengan gerakan mekanik peristaltik ginjal buatan.

Setelah darah disaring melalui sirkulasi sistemik, creatinine dan urea tertahan di permukaan filter, hanya darah bersih yang bebas dari creatinine dan urea bisa lolos lewat filter tersebut. Darah disirkulasi terus-menerus melalui mesin hemodialysis, dialirkan terus sampai darahnya bersih total dan bebas dari urea dan creatinine, setelah itu baru proses hemodialysis dihentikan. Setelah melalui “cuci darah” tersebut, pasien biasanya merasa sehat dan nyaman karena darahnya sudah bebas dari urea dan creatinine. Bila kemudian urea dan creatinine di dalam darah meningkat lagi, maka hemodialysis harus diulang lagi.

Dari pengalaman klinis urolog, penyakit kegagalan ginjal bisa menyebabkan komplikasi yang lain, yaitu cairan tertimbun di dalam jaringan tubuh. Akibatnya terjadilah oedema (bengkak tubuh), dan darah bertambah asam (pH turun di bawah 7), ini menyebabkan terjadinya acidosis. Ion kalium juga meningkat (hyperkalemia), ion kalsium (Ca) menurun, kadar phosphate (P) juga ikut meningkat. Bila kegagalan ginjal meningkat menjadi stadium lanjut, bisa mengakibatkan anemia, dan kesehatan tulang juga bisa terganggu. Jika masalah fungsi ginjal ini berlangsung terlalu lama dan tidak ditangani, bisa menambah risiko terkena penyakit cardiovascular (penyakit jantung koroner).

Penyakit kegagalan ginjal bisa dibagi dua kategori, yaitu kelukaan ginjal akut (acute kidney injury) atau penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease). Tipe kegagalan ginjal ditentukan dari kadar ceatinine dan urea di dalam serum darah. Ini dapat diketahui dari hasil lab fungsi ginjal. Faktor lain yang bisa membantu membedakan keduanya adalah anemia dan bentuk fisik ginjal yang mengecil; ini bisa diketahui lewat pemeriksaan ultrasound (USG). Penyakit ginjal kronis biasanya mengarah ke anemia dan mengecilnya kedua ginjal (atrophy).

 

 

loading...

Previous post:

Next post: