Semua Terasa Pahit di Lidah

October 18, 2013

lidah

Tahu cerita mengenai “Si pahit lidah”? Cerita rakyat dari Sumatera Selatan ini mengisahkan tentang seorang pangeran yang saking pahit lidahnya, sampai-sampai bisa mengutuk orang di sekitarnya. Tapi bagaimana jika lidah terasa pahit? Tentunya ini bukan disebabkan karena anda tiba-tiba mendapat kekuatan super untuk mengutuk orang, melainkan disebabkan oleh gangguan kesehatan atau kondisi lainnya.

Lidah: Dibenci dan Dicintai

Pengecap merupakan salah satu dari lima indera di dalam tubuh. Rasa pengecap ini tercetus ketika suatu zat di dalam mulut mengalami reaksi kimia dengan reseptor kuncup pengecap. Adanya kombinasi dari rasa, bau, dan rangsangan saraf trigeminus, kita dapat menentukan cita rasa, yaitu kesan yang ditimbulkan oleh suatu makanan.

Ada lima macam rasa yang kita ketahui, yaitu manis, asam, asin, pahit, dan umami. Anda tentu ingat, di masa sekolah dulu kita belajar bahwa masing-masing rasa dapat dikecap melalui bagian lidah tertentu. Ternyata, penelitian membuktikan bahwa hal ini salah. Kuncup-kuncup pengecap di dalam lidah mampu membedakan rasa yang dikecap melalui interaksi dengan berbagai molekul atau ion yang dikeluarkan oleh makanan. Meski memang ada bagian yang lebih sensitif terhadap rasa tertentu, namun setiap rasa sebenarnya dapat dirasakan di seluruh bagian lidah.

Menurut Prof. Drg. Edi H. Soendoro, SpKG(K), di antara ke lima rasa, rasa pahit adalah rasa yang paling mudah dideteksi, ia juga mungkin merupakan rasa yang paling banyak tidak disukai orang. Rasa pahit sendiri, seringkali dikaitkan dengan adanya bahan beracun, mengingat banyak zat beracun yang bersifat pahit. Meski demikian, ternyata rasa pahit juga terdapat di dalam makanan yang menjadi favorit, seperti kopi atau cokelat. Bahkan rasa pahit dapat dengan sengaja ditambahkan ke dalam suatu makanan untuk meningkatkan cita rasa.

Jika Lidah Pahit Terus-Menerus

Anda suka pare? Sekali-sekali makan pare memang enak. Tapi bayangkan jika harus makan pare sepanjang waktu, lama-kelamaan tentu tidak enak. Inilah yang terjadi pada mereka yang terus merasakan rasa pahit di lidah. Menurut Prof. Soendoro, rasa pahit di lidah dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Bisa berasal dari makanan yang dimakan, konsumsi obat tertentu, hingga infeksi pada sinus atau gigi. Tapi bisa juga akibat kondisi dan kebiasaan sehari-hari, misalnya bernapas melalui mulut, kurang minum (dehidrasi), mulut kering, defisiensi vitamin B12 dan zinc, kehamilan, serta merokok.

Salah satu gangguan kesehatan yang sering menyebabkan lidah terasa pahit adalah gastroesophageal reflux disease (GERD), di mana asam yang berasal dari lambung terdorong atau membalik ke kerongkongan (esofagus). Asam ini dapat menimbulkan iritasi pada kerongkongan dan meninggalkan rasa pahit di lidah. Biasanya rasa pahit yang disebabkan oleh refluks hanya berlangsung sesaat dan tidak menetap.

Rasa pahit di lidah juga dapat timbul pada masa kehamilan atau saat meminum obat tertentu. Obat antibiotik seperti chloramphenicol atau cefalexin,dan obat lain seperti captopril, rifampicin, griseofulvin, dan lain-lain. Lidah pahit juga dapat timbul sebagai efek samping dari terapi radiasi, kemoterapi,dan pembedahan di daerah mulut dan THT. “Jika terjadi akibat hal-hal tersebut, biasanya hanya terjadi sementara waktu. Sedangkan rasa pahit yang permanen dapat terjadi akibat merokok jangka panjang atau cedera di mulut, hidung, atau kepala,” jelas dokter yang berpraktik di dari Klinik Denta Medika, Pasar Minggu, Jakarta ini.

Yang perlu diwaspadai adalah jika rasa pahit timbul sebagai gejala keracunan, infeksi, penyakit autoimun (Sindrom Sjogren) ataupun gangguan saraf. Infeksi dapat terjadi di lidah, kelenjar liur, dan saluran napas atas (sinus, tenggorok). Sedangkan keracunan dapat disebabkan karena tidak sengaja memakan makanan beracun atau bahan kimia beracun. Untuk itu, jika anda merasakan rasa pahit terus menerus tanpa diketahui sebabnya, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Bahayakah

Bergantung pada penyebabnya, rasa pahit di lidah ternyata dapat berujung pada komplikasi. Rasa pahit dapat disebabkan oleh penyakit serius, sehingga pengobatan yang kurang tepat dapat menyebabkan komplikasi dan kerusakan permanen. Menurut prof. Soendoro, rasa pahit yang tidak enak secara terus menerus, dapat mencetuskan rasa depresi karena tidak dapat lagi menikmati makanan sebagaimana mestinya. Penurunan nafsu makan dan perubahan kebiasaan makan menyebabkan berat badan turun, bahkan sampai terjadi malnutrisi. Selain itu, penderitanya mungkin secara tidak sengaja makan makanan yang sudah rusak atau basi karena tidak dapat membedakan rasa.

Kapan harus ke dokter?

Jika rasa pahit di mulut tidak disertai gejala lain, mungkin hal ini tidak berbahaya. Namun, rasa pahit juga dapat merupakan tanda adanya kondisi kesehatan yang berbahaya, seperti keracunan. Segera ke dokter atau panggil bantuan jika rasa pahit di lidah disertai dengan:

  • Gangguan kesadaran, seperti pingsan, kurang waspada, dan bingung.
  • Gangguan napas, bersin, napas sesak.
  • Kesulitan menelan.
  • Paralisis atau wajah tampak jatuh sebelah.
  • Bicara pelo.
  • Pembengkakan di mulut, bibir atau lidah secara tiba-tiba.
  • Perubahan pada pengecap atau penciuman.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: