Sejuta Manfaat Pala Untuk Kesehatan

March 21, 2015

manfaat pala

Pala merupakan salah satu jenis rempah yang banyak dicari orang karena sejuta manfaatnya. Sempat menjadi rempah yang langka, sejarah pala diwarnai dengan persaingan, perebutan, hingga pertumpahan darah di antara manusia.

Pala (Myristica fragrans) merupakan tumbuhan asli Kepulauan Banda, Maluku, Indonesia. Tanaman pala tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian antara 0—700 meter (m) di atas permukaan laut. Pala tumbuh baik di daerah beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi, dan suhu antara 25°C hingga 35°C.

Pohon pala memiliki tinggi 10—20 m. Buah pala berbentuk bulat lonjong, dengan warna kuning kehijauan. Di dalam buah pala ada daging buah dan biji berwarna cokelat yang dibungkus daging merah bernama fuli. Buah pala yang sudah masak akan terbuka kulit dan daging buahnya, sehingga biji dan fuli akan tampak.

Sejak zaman eksplorasi Eropa, pala telah menyebar ke berbagai daerah tropika di seluruh dunia. Antara lain Karibia, Amerika Tengah, Asia, hingga Afrika.

Penjelajahan Bangsa Eropa Mencari Pala

Pala sebagai rempah-rempah yang berharga, ikut mewarnai sejarah manusia. Berabad-abad lalu, pala pernah menjadi komoditas paling bernilai, dengan harga melebihi harga emas permata. Akibatnya pala menjadi salah satu
komoditas perdagangan paling penting sejak masa Romawi. Saat itu bangsa-bangsa Eropa hanya bisa mendapatkan pala dari para saudagar Arab, yang tidak mau mengungkapkan dari mana sumber pala itu didapatkan.

Harga pala yang tinggi ini mampu meningkatkan perekonomian dunia. Inilah yang menarik bangsa-bangsa Eropa untuk menemukan wilayah penghasil pala, hingga memicu penjelajahan mereka ke timur. Penjelajah asal Spanyol, Christopher Columbus, ke Samudra Atlantik, gagal menemukan pulau penghasil pala, melainkan daratan Amerika pada 1492. Sementara penjelajah asal Portugis, Vasco da Gama, berlayar menuju Tanjung Harapan yang berada di ujung Benua Afrika. Penjelajahan Da Gama dilanjutkan oleh Alfonso de Albuquerque yang berhasil menaklukkan Malaka pada 1511. Dari Malaka, Albuquerque mempelajari letak wilayah penghasil rempah-rempah, hingga berhasil menemukan Pulau Banda penghasil pala.

Pada awal Abad 17, bangsa Belanda melalui perusahaan VOC, berhasil mengambil alih penguasaan rempah-rempah di sana dari tangan Portugis. Namun, bangsa Belanda pun kemudian mendapat tantangan dari Inggris. Belanda dan Inggris saling bersaing memperebutkan pulau Banda, demi pala. Demi pala pula, Belanda menindas penduduk Banda hingga banyak penduduknya yang menjadi korban. Bahkan gara-gara pala juga, Belanda dengan Inggris mencapai kesepakatan, di mana penguasaan Pulau New Amsterdam (sekarang New York) diserahkan Belanda kepada Inggris sebagai pengganti Pulau Banda.

Pada akhirnya biji pala berhasil diselundupkan ke Mauritius oleh Pierre Poivre asal Prancis. Tumbuhnya pala di luar kepulauan Banda mengakhiri monopoli bangsa Belanda atas pala. Bangsa Inggris melalui The British East India Company berhasil membudidayakan pala dl daerah lain, seperti Penang, Singapura, India, Sri Lanka, India Barat, dan Grenada. Saat ini Pala menjadi simbol nasional negara Grenada.

Manfaat Pala Untuk Kesehatan

Sedikit pala yang dibubuhkan pada sop atau masakan, atau beberapa tetes minyak pala yang dioleskan pada kulit, bisa sangat bermanfaat untuk kesehatan. Rempah yang satu ini sangat banyak manfaatnya. Berikut ini beberapa pemanfaatan pala sebagai obat tradisional.

Obat Tidur Alami

Sejak dulu, pala sudah dijadikan sebagal obat tradisional untuk mengatasi sulit tidur. Ini bisa diberikan baik pada orang dewasa mau pun anak-anak. Di beberapa tempat di India, para orangtua biasa memberikan anak-anak mereka susu hangat yang dicampur pala di malam hari, agar buah hati mereka bisa tidur dengan nyenyak.

Pala kaya dengan kandungan magnesium, sejenis mineral esensial yang membantu menstimulasi ketegangan saraf dan memicu dikeluarkannya zat serotonin yang membantu relaksasi. Serotonin di dalam otak diubah menjadi melatonin yang merupakan perangsang tidur, sehingga membantu mereka yang mengalami susah tidur. Pala juga memiliki kandungan narkotika dalam jumlah yang sangat sedikit, dan baru berefek jika digunakan dalam jumlah sangat besar.

Kecantikan dan Kesehatan Kulit

Dalam pengobatan tradisional, pala telah sejak lama digunakan untuk mencerahkan dan menghaluskan kulit. Biasanya pala dibuat semacam pasta dengan cara dicampurkan dengan air, madu, atau cairan lain, lalu dioleskan pada kulit. Pasta pala bisa mengurangi inflamasi dan iritasi, meningkatkan hidrasi kulit dan mencerahkan kulit. Juga bisa menyamarkan parut bekas luka atau jerawat. Bisa juga melakukan scrubbing pada wajah dengan tujuan yang sama.

Merawat Kesehatan Gigi dan Gusi

Seperti cengkeh, pala juga kerap digunakan sebagai obat tradisional untuk merawat kesehatan gigi dan gusi. Pala diketahui memiliki efek antibakteri yang membantu melindungi gigi dan gusi serta mencegah bau mulut. Minyak pala mengandung eugenol, yang bisa membantu meredakan sakit gigi. Pala juga bisa dikombinasikan dengan kayu manis untuk dijadikan pasta yang memiliki khasiat antiseptik dan antimikrobia. ini sebabnya, banyak pasta gigi dan obat kumur herbal yang menambahkan ekstrak pala di dalamnya.

Melancarkan Peredaran Darah

Kandungan mineral di dalam pala berperan dalam menjaga fungsi organ-organ tubuh. Pala mengandung kalium, yang merupakan vasodilator, menurunkan tekanan darah dan mengurangi tekanan pada sistem peredaran darah. Kalium juga membantu penyerapan zat-zat gizi dari makanan, sehingga membantu proses pencernaan. Kandungan kalsium pada pala bisa membantu kesehatan tulang dan meredakan gejala osteoporosis. Sementara kandungan zat besinya bisa meningkatkan jumlah sel darah merah, dan mengurangi kemungkinan terjadinya anemia.

Pereda Nyeri

Salah satu senyawa di dalam pala memiliki sifat yang menyerupai mentol, yang merupakan pereda nyeri alami. Dengan menambahkan sedikit bubuk pala pada makanan, bisa meredakan rasa nyeri yang ditimbulkan luka, luka dalam, terkilir, dan inflamasi seperti pada artritis. Minyak pala sering digunakan sebagai minyak urut dengan dicampurkan minyak lain. Khasiatnya baik untuk meredakan nyeri otot dan pegal-pegal.

Kesehatan Pencernaan

Selama berabad-abad, pala juga digunakan sebagai obat untuk gangguan pencernaan seperti diare, nyeri perut, hingga perut kembung. Caranya cukup dengan menambahkan sedikit pala ke dalam masakan Anda. Bukan hanya citarasa dan aroma masakan akan menjadi lebih kaya, pencernaan pun lebih sehat.

Kesehatan Otak

Pala juga diyakini bisa membantu menjaga fungsi kognitif otak. Senyawa myristisin di dalam pala diketahui bisa membantu menghambat penurunan fungsi kognitif otak yang kerap terjadi pada penderita Alzheimer. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa myristisin bisa membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif otak, serta menjaga agar otak berfungsi dengan baik dan normal.

Detoksifikasi

Pala seperti tonik untuk tubuh. Dalam banyak hal pala berkhasiat meningkatkan kesehatan tubuh, khususnya pada hati dan ginjal yang merupakan tempat menumpuknya toksin di dalam tubuh yang berasal dari makanan, obat-obatan, polusi, dan sumber-sumber lainnya. Pala juga dipercaya memiliki senyawa yang bisa membantu menghancurkan batu ginjal dan meningkatkan fungsi hati dan ginjal. Pala juga dipercaya bisa memperlancar peredaran darah dan membantu mengatasi infeksi pada ginjal serta memiliki sifat melindungi hati (hepatoprotektor).

Tetap Hati-hati Menggunakan Pala

Pala telah digunakan sebagai bumbu penyedap maupun sebagai obat tradisional sejak lama. Namun seiring semakin berkembangnya ilmu pengetahuan tentang efek samping pala, maka diharapkan kita semakin bijak dalam menggunakan rempah satu ini.

Jangan Berlebihan

Sebagai bumbu penyedap, pala mungkin menjadi salah satu pilihan dikarenakan aromanya yang khas. Berbeda dengan penggunaan sebagai rempah yang biasanya ditambahkan dalam jumlah sedikit, pala yang dijadikan sebagai obat tradisional terkadang digunakan dalam jumlah yang berlebihan dengan harapan dapat lebih cepat mengatasi suatu penyakit. Tidak jarang orang yang telah cocok menggunakan salah satu ramuan berbahan dasar pala menjadi tergantung dan mengonsumsinya secara terus menerus. Hal ini dikhawatirkan memiliki efek samping yang malah membahayakan tubuh.

Sebuah berita yang dilansir Foxnews menyatakan bahwa penggunaan pala dalam jumlah berlebihan dapat membuat seseorang mengalami gangguan pada mental dan proses berpikir. Hal ini diduga karena kandungan senyawa kimia alami pada buah pala bernama myristicin yang walaupun berguna untuk mengatasi gangguan saraf dan memperkuat otak, namun dalam jumlah yang cukup banyak dapat menyebabkan seseorang mengalami pada detak jantung. Sehingga sebaiknya pala tetap dibatasi konsumsinya. Penggunaan pala dalam jangka waktu yang lama juga dianjurkan karena dapat menyebabkan efek samping pada kesehatan mental.

Walau penggunaan pala dalam jumlah sedikit masih diperbolehkan oleh ibu hamil dan menyusui, namun sebaiknya tidak terlalu sering. Hal ini menurut webMD dikarenakan penggunaan pala dalam dosis yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi atau janin yang dikandungnya serta dapat menyebabkan keguguran atau kelainan pada kelahiran.

Efek Samping Pala

Myristicin atau methoxysafrole, salah satu senyawa aromatik yang mudah menguap dari pala, selain merupakan salah satu senyawa alami yang bermanfaat namun ternyata dapat juga menjadi racun yang berbahaya. Kelebihan dosis sekitar 6 – 7 mg per kilogram berat badan dari senyawa ini dapat menyebakan efek keracunan serta gangguan kejiwaan pada manusia seperti penelitian Hailstorm dan Thuvander yang dipublikasikan pada Natural Toxins, 1997. Penelitian lain mengenai senyawa tersebut dalam Food Chemical Toxicol (2007) menyebutkan bahwa senyawa ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata jika mengalami kontak dalam bentuk murninya.

Menurut laman internasional nutrition-and-you komsumsi pala dalam jumlah besar dapat menyebabkan berkurangnya konsentrasi, keluarnya keringat berlebihan, detak jantung yang tidak teratur, rasa nyeri di sekujur tubuh, serta pada beberapa kasus tertentu dapat menyebabkan halusinasi serta mengigau saat tidur. Beberapa kasus penggunaan pala yang berlebihan dilaporkan memiliki efek pusing, mulut kering, hingga mual dan muntah. Pada beberapa kondisi serius, efek samping pala bahkan dapat membahayakan serta dapat menyebabkan kematian. Dokter Joseph Mercola, seorang dokter yang banyak menulis mengenai herbal menyebutkan bahwa penggunaan buah pala secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping pembengkakan pada kulit terutama pada orang memiliki alergi terhadap rempah tersebut.

Bijak Dalam Penggunaannya

Selain bijak menggunakan tanaman herbal, seperti pala, selalu konsultasikan penggunaannya dengan dokter, terutama apabila anda masih dalam tahap pengobatan. Hal ini dikarenakan senyawa kimia alami dalam pala juga dapat bereaksi terhadap jenis obat-obatan tertentu, sehingga sangat penting mengenali jenis obat apakah yang memiliki efek samping berlawanan dengan senyawa kimia yang terdapat pala. Jangan sampai kontra obat tersebut malah membahayakan kesehatan anda.

Nah, jika anda ingin menggunakan pala sebagai obat tradisional, berikut beberapa resep yang dapat dicoba.

• Mengobati insomnia

Taburkan sedikit bubuk pala pada segelas susu, lalu minum sebelum tidur.

• Mengobati maag

Seduh 1 gram bubuk biji pala dan 6 gram serbuk buah pisang batu dengan 100 ml air panas. Minum ramuan selagi hangat sehari sekali. Penggunaan ramuan ini dapat diulang selama 30 hari.

• Menghentikan muntah dan mulas

Seduh 1 sendok teh bubuk biji pala dengan segelas air panas, tambahkan sedikit garam, lalu minum ramuan selagi hangat.

• Suara parau (serak)

Seduh 2 butir biji pala, 3 rimpang jahe, dan 7 butir bunga cengkih dengan menggunakan 50 ml air panas. Dinginkan sebentar, lalu gunakan ramuan dengan cara diusapkan (diborehkan) pada leher setiap 3 jam. Bila perlu, dapat ditambahkan minyak kayu putih sedikit pada ramuan sebelum digunakan.

Walau memiliki efek samping yang patut kita waspadai, namun jangan sampai hal ini membuat kita menyingkirkan serta tidak lagi berani menggunakan pala. Hal Ini akan sangat disayangkan karena kita akan kehilangan beragam manfaat yang dapat ditawarkan rempah tersebut. Penggunaan pala seperti herbal lainnya, harus digunakan secara tepat baik dosis maupun waktu penggunaannya. Jangan berlebihan merupakan salah satu kunci yang harus kita ingat dalam menggunakan berbagai herbal sebagai obat, termasuk pala.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: