Sejuta Manfaat Brotowali Untuk Kesehatan

July 11, 2015

manfaat brotowali

Saat nama brotowali disebut sebagai bahan jamu, pasti yang terbayang adalah rasa pahit yang terdapat dibagian pangkal lidah saat menelannya. Padahal dibalik rasanya yang pahit, tersimpan berjuta manfaat brotowali sebagai tanaman herbal untuk kesehatan.

Si Pahit yang Berkhasiat

Asli dari Indonesia, brotowali atau akar aliali (Tinospora crispa L.) yang biasanya tumbuh liar di berbagai tempat ini ternyata juga sering ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman obat atau sebagai tanaman hias yang unik karena bentuk daunnya yang berbentuk jantung. Tanaman yang juga dikenal dengan nama daerah andawali, antawali, atau putrawali ini merupakan tanaman kaya kandungan senyawa kimia alami seperti alkaloid, damar lunak, zat pahit pikroretin, berberin, serta masih banyak lagi zat bermanfaat lainnya. Berbagai kandungan senyawa tersebutlah yang membuat brotowali sering dimanfaatkan dalam pembuatan jamu atau obat tradisional.

Penggunaan brotowali sebagai obat biasanya paling banyak menggunakan bagian daun atau batangnya dengan cara direbus. Hasil rebusan yang memiliki rasa pahit luar biasa inilah yang sering digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit diantaranya membantu mengurangi gejala kencing manis (dibetes), mengurangi gula darah, serta sebagai obat rematik. Selain itu hasil rebusan batang brotowali juga dapat digunakan untuk mencuci luka karena kandungan alkaloid berberin didalamnya berguna membunuh bakteri pada luka.

Penyakit Luar dan Dalam

Brotowali sebagai tanaman obat memang memiliki berbagai manfaat dalam penyembuhan berbagai luka luar maupun penyakit dalam. Sebagai obat luar, brotowali yang sering dimanfaatkan sebagai obat oles pada kulit yang mengalami luka bakar, juga sering digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit luar seperti seperti memar, kudis, kurap, dan gatal-gatal. Jangan mengeluh saat mendapatkan rasa pahit pada jamu brotowali karena zat pikroretin yang menghasilkan rasa tersebut berguna dalam merangsang kerja urat saraf, meningkatkan metabolisme dan sistem pernafasan tubuh, serta menggiatkan pertukaran zat dalam darah sehingga dapat menurunkan suhu tubuh. Hal Inilah yang membuat brotowali sering dimanfaatkan sebagai obat antipiretik atau penurun panas pada saat demam.

Berguna sebagai penambah nafsu makan, brotowali juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah dalam darah sehingga berpotensi dalam pengobatan penyakit diabetes, selain bermanfaat melancarkan buang air besar, malaria, serta dapat dijadikan sebagai obat demam untuk menggantikan kinine. Di Indonesia, brotowali selain dikenal sebagai salah satu bahan utama pembuatan jamu godog (rebus), juga sering digunakan untuk mengobati sakit perut, sakit kuning, bahkan sebagai obat gosok untuk mengobati sakit punggung dan sakit pinggang serta sebagai masker yang dapat mencerahkan wajah kusam. Selain pengobatan tersebut, beberapa penelitian menyebutkan bahwa kandungan air rebusan brotowali dapat memberikan ketenangan pada tikus percobaan sehingga diduga berpotensi sebagai salah satu obat dalam pengobatan saraf serta penyakit yang berhubungan dengan kesadaran atau kejiwaan (psychosis). Brotowali juga mengandung senyawa terpen, salah satu flavanoid yang berfungsi sebagai hepatoprotektor atau pelindung hati. Sebuah penelitian yang dipublikasikan Indian Journal of Pharmacology (2011) menyebutkan bahwa tanaman brotowali memiliki efek yang cukup signifikan terhadap tikus yang diinduksi penyakit pada organ hati.

Penelitian yang dipublikasikan Journal of Ethnopharmacological (2011) menyebutkan bahwa ekstrak tanaman brotowali memiliki komponen aktif yang bekerja pada sistem kardiovaskular sehingga dapat menurunkan tekanan darah serta meningkatkan detak jantung pada tikus yang telah diberi obat penenang (anastesi). Studi lain yang dilakukan Clifford J Bailey, PhD dan Caroline Day, PhD dari Aston University Birmingham, Inggris dan dipublikasikan American Diabetes Association menyatakan bahwa pengobatan tradisional menggunakan brotowali berpotensi dalam menurunkan kadar gula darah sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengobatan diabetes tipe 2 disebabkan kandungan senyawa kimianya. Hal ini didukung hasil penelitian yang dilansir laman drugs.com (2009) bahwa efek ekstrak tanaman brotowali pada tikus diabetes adalah menurunkan gula darah setingkat dengan obat-obatan kimia serupa seperti glibenclamide dan insulin. Pada ekperimen yang sama ditemukan pula bahwa brotowali juga bermanfaat menurunkan tingkat kolesterol, fosfolipid, serta asam lemak bebas dalam tubuh selain dapat meningkatkan kepadatan massa tulang sehingga dapat menurunkan resiko penyakit osteoporosis. Namun tetap diperlukan studi lebih lanjut dalam mengetahui dosis serta efek samping yang mungkin ditimbulkan.

Walau memiliki beragam manfaat bagi kesehatan, tentu saja penggunaan brotowali harus sesuai dosis serta tidak boleh digunakan berlebihan atau terus menerus. Selain itu karena memiliki efek menurunkan kadar gula darah, maka konsumsi brotowali oleh wanita hamil sebaiknya dibatasi atau tidak dikonsumsi sama sekali untuk menghindari efek samping pada pertumbuhan serta perkembangan janin dalam kandungan. Gejala alergi seperti mual, muntah, serta sakit kepala juga dapat terjadi pada orang yang hipersensitif terhadap kandungan senyawa brotowali. Tepat dosis serta tidak berlebihan tentunya merupakan kunci agar kita tetap memperoleh manfaat brotowali namun tetap terhindar dari efek samping yang ditimbulkannya. Selain itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi brotowali. Nah, jika anda ingin mencoba memanfaatkan brotowali sebagai tanaman obat tradisional, berikut beberapa ramuan yang dapat dicoba.

DIABETES MELLITUS. Cuci bersih 6 cm batang brotowali, 1/3 genggam daun kumis kucing, 1/3 genggam daun sambiloto, kemudian dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas air. Setelah dingin, saring ramuan lalu minum 1 gelas setelah makan, 2 kali sehari.

OBAT DEMAM. 1 ruas jari batang brotowali dicuci bersih lalu dimasak dengan 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa setengahnya. Saring setelah ramuan menjadi dingin, tambahkan madu, lalu minum 2 kali sehari dengan takaran 3/4 gelas setiap minum.

REMATIK. 1 jari batang brotowali dicuci bersih lalu dipotong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa setengahnya. Setelah dingin, saring, tambahkan madu secukupnya lalu minum 3 kali sehari dengan dosis setengah gelas setiap minum.

OBAT KUDIS (SCABIES). 3 jari batang brotowali dan belerang sebesar biji kemiri dicuci dan ditumbuk halus, kemudian beri minyak kelapa. Remas ramuan kemudian dipakai untuk melumasi kulit yang terserang kudis. Lakukan sehari dua kali.

Semoga artikel manfaat brotowali diatas berguna untuk menambah wawasan kesehatan anda.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: