Sejuta Manfaat ASI dan Menyusui

September 27, 2013

manfaat asi dan menyusui

“Menjadi seorang ibu adalah pengalaman paling menakjubkan dalam hidup saya.”, kicau Ratna dalam Twitter-nya

Seperti Ratna, menjalani bermacam peran dan menyandang tanggung jawab membesarkan anak adalah tugas yang diusung para ibu. Dari sekian banyak tugas mulia itu, memberikan ASI (air susu ibu) secara eksklusif kian menyempurnakan peran seorang ibu.

ASI memiliki sejuta manfaat. Komposisinya yang unik dan sempurna tampaknya memang disiapkan khusus untuk bayi baru lahir atau bayi dengan segala kebutuhannya yang spesifik.

Keuntungan ASI dan menyusui sangat banyak dan sudah diketahui memiliki manfaat jangka pendek dan panjang.

Keuntungan secara global, ASI dapat menurunkan secara bermakna angka kesakitan dan kematian bayi yang disebabkan berbagai faktor. Sementara itu, keuntungan jangka panjang dari ASI dan proses menyusui juga banyak dilaporkan antara lain mencegah penyakit kardiovaskuler, penyakit metabolik seperti diabetes, bahkan kanker.

Anak yang disusui dilaporkan dalam sebuah penelitian yang melibatkan 2.900 ibu hamil yang bayinya diikuti selama 14 tahun mempunyai kesehatan mental yang baik. ASI dan proses menyusui tidak hanya menurunkan angka kematian bayi, tetapi menyiapkan generasi muda sehat dan cerdas.

Masih berdasarkan rilis tersebut, dikatakan bahwa bayi menyusu langsung ke payudara ibu merupakan proses stimulasi terus-menerus terhadap sensorik bayi yang baik untuk perkembangan otak pada fase dini kehidupan.

Aktivitas menyusu bayi berhubungan dengan rangsang beberapa komponen sensorik dan komponen neuroendokrin, serta fungsi sentral motor bayi.

Pakar laktasi sekaligus dokter anak Utami Roesli Sp, IBCLC FABM turut menegaskan, pemberian ASI secara eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan akan menjamin tercapainya pengembangan potensi seperti kecerdasan anak secara optimal.

Utami juga menjelaskan bahwa manfaat ASI tak semata untuk sang buah hati. Ibu pun juga merengkuh kebaikan dari menyusui dari sekarang hingga tua nanti, la menuturkan, “Ada tiga keuntungan yang didapat dari menyusui. Pertama adalah kedekatan (bonding) antara ibu dan anak. Kemudian lewat ilmu psychoneuroirnmunology (PNI), ditelaah bahwa ibu yang menyusui memiliki kesehatan yang baik, dan keuntungan ketiga adalah manfaat ASI itu sendiri.”

Pejuang ASI itu pun kembali menuturkan bahwa dalam dua dekade terakhir semakin dilihat kegunaan ASI untuk ibu. Menurut ilmu kedokteran, dengan menyusui membuat seorang ibu minim risiko sejumlah penyakit antara lain kanker payudara, kanker rahim, kanker indung telur, stroke, diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung koroner.

“Bahkan, baru-baru ini terdapat penelitian dari Inggris yang menuturkan makin lama menyusui, makin jarang terkena risiko penyakit alzheimer di hari tua,” tegasnya. Jadi, Anda siap memberikan ASI eksklusif untuk si kecil?

 

 

loading...

Previous post:

Next post: