Saraf Terjepit di Leher

February 18, 2014

saraf terjepit

Saraf terjepit di leher, merupakan masalah yang cukup mengganggu. Biasanya terjadi pada orang tua. Kenali gejalanya dari awal agar pengobatannya lebih optimal.

Sistem saraf yang terdapat di leher merupakan bagian dari sistem saraf pusat yang memanjang mulai dari leher hingga punggung belakang dikenal dengan medulla spinalis. Pada kondisi tertentu, sistem saraf pada bagian ini mengalami jepitan hingga mengakibatkan gangguan baik sensorik atau gangguan motorik. Biasanya terjadi pada orang tua diatas usia 50 tahun, atau pada orang muda yang pernah mengalami trauma serius pada daerah tulang belakang leher. Pada beberapa orang prosesnya terjadi lebih progresif. Keluhan ini diperkirakan terjadi pada 5-20% kasus.

Penyebab Saraf Terjepit

Gangguan penekanan saraf di leher dapat disebabkan berbagai faktor. Terutama faktor penuaan yang menimpa jaringan yang mengelilingi persarafan pada leher. Misalnya pada ligamen, otot, atau pada tulang dan persendian di daerah leher. Selain itu dapat diakibatkan proses radang, adanya tumor, atau penyakit artritis rematik.

Berbagai proses tersebut pada akhirnya mengakibatkan penyempitan pada saluran yang mengelilingi saraf, hingga terjadilah jepitan. Jika dibiarkan jepitan ini akan mengganggu fungsi sistem saraf di leher, sehingga terjadi gangguan sensorik (misalnya rasa baal, kesemutan) atau gangguan motorik (kelemahan otot).

» Radang pada leher

Biasanya disebabkan oleh penyakit artritis reumatoid. Mengakibatkan rasa nyeri dan kaku yang hebat pada leher. Biasanya terjadi pada leher bagian atas.

» Degenerasi diskus

Diskus merupakan bantalan pada sendi tulang belakang. Fungsinya menyerap kejutan yang terjadi. Akibat penuaan, dapat mengalami proses degenerasi sehingga menekan medulla spinalis di daerah leher.

» Cidera

Cidera pada leher juga dapat mengakibatkan penekanan pada saraf. Misalnya pada kecelakaan lalu lintas di tempat kerja, saat olahraga, atau saat di rumah.

» Infeksi, tumor, kelainan kongenital pada tulang belakang.

Gejala

Medulla spinalis berbentuk seperti kabel, ia berfungsi menghantarkan dan menerima sinyal dari otak ke organ lain. Saat saraf ini mengalami tekanan, akan muncul berbagai gejala seperti berikut:

  • Kesemutan dan baal.
  • Sulit mengangkat atau mendorong barang.
  • Sulit berjalan dan mengalami gangguan keseimbangan.
  • Pola jalan berubah, menjadi tidak normal.
  • Gangguan koordinasi gerakan, sulit menulis, membuka dan mengancingkan pakaian, dan kesulitan dalam mengkoordinasikan gerak saat makan.
  • Nyeri dan kekakuan pada leher.
  • Pada kasus yang sudah lama, dapat terjadi pengecilan otot (atrofi), terutama pada alat gerak, tangan dan kaki.

Pemeriksaan Dokter

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan dokter:

  • Reflek abnormal, biasanya yang terjadi adalah reflek berlebihan.
  • Pengukuran kekuatan otot juga dilakukan untuk menilai derajat gangguan pada persarafan dan otot dan untuk memperkirakan keberhasilan pengobatan.

Gangguan ini memerlukan beberapa pemeriksaan penunjang. Awal pemeriksaan umumnya dilakukan foto x-ray, untuk mengetahui ada tidaknya kerusakan pada tulang, atau penyempitan rongga tulang. Jika diperlukan dilakukan pemeriksaan CT Scan untuk mengetahui ada tidaknya kelainan bentuk tulang misalnya benjolan tulang (spur), atau proses lain yang terjadi, sehingga mengakibatkan terjadinya jepitan oleh tulang terhadap saraf. Pemeriksaan ini juga dapat mengetahui diameter dari saluran medulla spinalis.

Untuk mengetahui ada tidaknya jepitan secara lebih tepat dilakukan pemeriksaan yang dikenal dengan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari pemeriksaan ini dapat diketahui ada tidaknya jepitan pada saraf di leher, dan seberapa parah jepitan tersebut.

Terapi Non Bedah

Untuk mengatasi masalah ini, dapat diberikan berbagai pengobatan. Pertama adalah dengan obat-obatan yang diminum, misalnya obat golongan anti inflamasi non steroid, asam mefenamat, ibuprofen, atau obat lainnya. Pemberian suntikan steroid kadang dilakukan untuk membantu mengurangi nyeri.

Selain itu diberikan perlindungan dengan memasang penahan leher (neck collar) ada yang lunak ada yang keras. Pemasangan ini bertujuan untuk mengistirahatkan dan membatasi gerakan leher. Latihan gerakan juga diperlukan untuk memperkuat otot dan fleksibilitas leher. Latihan yang tepat dapat membantu mengurangi rasa nyeri.

Tindakan Pembedahan

Tindakan pembedahan merupakan alternatif terakhir dalam mengatasi masalah ini. Dilakukan jika terapi non bedah tidak memberikan hasil, dan rasa nyeri sudah mengganggu lebih dari tiga bulan. Terdapat berbagai teknik pembedahan, bergantung pada masalah yang terjadi. Pada intinya adalah melakukan tindakan dekompresi (mengurangi tekanan) selanjutnya melakukan stabilisasi pada tulang belakang. Setelah dilakukan tindakan tersebut, diharapkan rasa nyeri berkurang.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: