Saat Tulang Belakang Bergeser, Apa yang Harus Dilakukan?

June 12, 2015

tulang belakang bergeser

Sudah beberapa minggu, orang tua Agus mengeluhkan nyeri pada bagian bawah. Awalnya waktu-waktu tertentu atau pada saat bekerja kelamaan frekuensi dirasakan semakin bertambah. Waktu rasa nyeri juga dirasakan semakin lama dan semakin hebat. Beberapa hari berikutnya rasa tegang dan pegal juga muncul pada pinggang bagian belakang.

Saat berkonsultasi ke dokter, didapati tulang belakang orang tuanya mengalami pergeseran. Dokter mengatakan bahwa penyakit yang di derita dikenal dengan spondilolisthesis, atau pergeseran fragmen pada tulang belakang. Menurut dokter kelainan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, kemungkinan yang di alami pada orang tua Agus disebabkan faktor usia.

Tulang Bergeser, Saraf Terkena

Pergeseran segmen tulang belakang pertama kali dikemukakan pada tahun 1782 oleh dokter dari Belgia bernama dr. Herbinaux. Sedangkan istilah spondilolisthesis berasal dari bahasa Yunani yang berarti pergeseran tulang belakang. Kelainan ini dapat terjadi pada anak-anak, dewasa hingga orang tua. Pada anak-anak biasanya karena kelainan kongenital (sejak lahir), pada orang dewasa akibat trauma, sedangkan pada lanjut usia biasanya disebabkan proses degenerasi dan tumor. Penyebabnya masih dalam penelitian, diduga faktor genetik dan lingkungan berperan.

Tulang belakang melindungi saraf yang berperan pada organ gerak, sistem kemih, sistem cerna bagian bawah. Sehingga pergeseran pada tulang belakang dapat mengakibatkan masalah serius fungsi organ tersebut.

Untuk mengetahui kelainan ini dilakukan pemeriksaan rontgen, sehingga dapat diketahui seberapa besar pergeserannya. Selain pemeriksaan rontgen kadang perlu dilakukan pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk dapat mengetahui ada tidaknya jepitan pada saraf tulang belakang.

Apa Penyebabnya

Pergeseran tulang belakang terhadap segmen yang lain disebabkan oleh berbagai faktor. Terdapat lima jenis spondilolisthesis yang dapat terjadi:

  • Displastik, disebabkan kelainan pada proses pembentukan tulang belakang, sehingga bagian tersebut dapat bergeser. Kelainan ini disebabkan faktor kongenital (sejak lahir).
  • Tipe isthmic terdapat kelainan pada bagian vertebra yang dikenal dengan pars interarticularis. Dapat terjadi akibat cedera atau beban yang terlalu berat pada tulang belakang secara berulang. Biasanya dialami oleh atlet olahraga yang mengharuskan tubuh berada pada posisi hiperektensi. Misalnya pada pesenam atau pemain sepak bola.
  • Tipe degeneratif dapat terjadi pada orang tua. Akibat proses kerusakan persendian oleh faktor degenerasi. Biasanya terjadi pada orang tua.
  • Trauma secara langsung juga dapat mengakibatkan spondilolistesis. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan terjadinya pergeseran komponen tulang belakang ke arah lain.
  • Proses patologis, atau terjadi abnormalitas juga dapat mengakibatkan pergeseran, misalnya karena tumor.

Gejala

Bergesernya tulang belakang menimbulkan beberapa gejala seperti berikut:

  • Nyeri, dirasakan pada punggung bawah, bokong dan paha bagian belakang.
  • Gejala adanya gangguan saraf diantaranya, kelemahan, gangguan berkemih atau buang air besar. Penderita terkadang mengompol atau tidak dapat membuang air besar. Selain itu terdapat gejala rasa baal.
  • Kekakuan pada daerah hamstring (paha belakang).
  • Terdapat penonjolan tulang belakang, jika diraba pada bagian punggung.

Untuk mengatasi masalah ini, pilihan terapinya adalah tindakan konservatif dan tindakan operasi. Terapi konservatif terdiri dari mengubah aktivitas fisik, pemberian obat-obat penghilang nyeri, dan fisioterapi. Dokter akan melakukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilannya. Setelah tiga bulan dilakukan tindakan non operasi tidak ada perbaikan, maka perlu dipikirkan untuk tindakan operasi. Pada spondilolistesis jenis tertentu dapat digunakan korset untuk mengurangi rasa nyeri, dan mencegah progresifitas penyakit.

Indikasi Dilakukan Tindakan Pembedahan

Menentukan dilakukan operasi atau tidak, bergantung pada masing-masing orang. Dokter mungkin punya beberapa pertimbangan sebelum menentukan harus dilakukan operasi atau tidak. Ada beberapa faktor yang merupakan menjadi bahan pertimbangan dilakukan tindakan operasi pada penyakit ini, diantaranya :

  • Gejala nyeri berat yang menetap atau berulang, setidaknya selama satu tahun, dengan tidak mempertimbangkan jenis terapi yang digunakan.
  • Otot bagian paha belakang menjadi tegang, berjalan yang tidak normal, atau terjadi perubahan bentuk postur yang tidak dapat di perbaiki dengan fisioterapi.
  • Terjadi nyeri hebat tulang belakang karena terjadi jepitan saraf, dikenal dengan sciatica.
  • Terjadi gangguan fungsi saraf, ditandai dengan rasa nyeri, kelemahan, hingga mengakibatkan kelumpuhan.
  • Terjadi pergeseran progresif, lebih dari 50%, meskipun penderita tidak merasakan nyeri.
  • Terdapat masalah psikologi akibat bentuk tubuh abnormal, misalnya tubuh memendek, atau bungkuk, atau terjadi gangguan berjalan.

Tujuan dilakukan tindakan operasi:

  • Mengurangi nyeri punggung bawah dan nyeri pada kaki.
  • Mencegah pergeseran semakin parah.
  • Stabilisasi segmen yang tidak stabil, sehingga dapat mengurangi rasa nyeri.
  • Menghambat atau mencegah terjadinya masalah persarafan.
  • Mengembalikan mekanisasi tulang belakang, postur dan cara berjalan yang benar.
  • Memperbaiki penampilan, pada penderita yang mengalami perubahan bentuk punggung karena mengalami spondilolisthesis.

Bagaimana Mencegahnya

Hingga saat ini belum ada cara yang benar-benar efektif mencegah spondilolisthesis, bahkan sebagian ahli mengatakan kelainan ini tidak dapat dicegah. Untuk mengurangi progresivitas penyakit, yang dapat dilakukan diantaranya:

  • Menghindari posisi memajukan bagian badan ke depan (hiperekstensi).
  • Senantiasa aktif berolahraga untuk dapat menguatkan otot punggung. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu jenis latihan dan olahraga apa yang sesuai.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: