Ragam Khasiat Manjakani Untuk Pengobatan Herbal

November 15, 2014

khasiat manjakani

Kita mungkin sering melihat namanya tertera sebagai bahan baku utama produk-produk perawatan organ intim kewanitaan. Namun tahukah anda, manjakani memiliki beragam khasiat pengobatan?

Manjakani bukanlah buah ataupun daun, melainkan gali (cecidia) yang di Indonesia terkadang disebut puru. Gali merupakan jaringan tumbuhan yang pertumbuhannya tidak terdiferensiasi atau abnormal.

Gali terbentuk sebagai akibat adanya interaksi antara pohon dengan cairan dari serangga yang ingin bertelur. Reaksi kimia spontan yang terjadi karena cairan tawon yang ingin menempelkan telurnya memicu daun-daun oak untuk membentuk semacam bola yang keras, itulah gali.

Manjakani merupakan gali yang terbentuk pada daun-daun pohon oak terutama spesies Quercus infectoria yang banyak tumbuh di Asia dan Persia. Pohon ini dalam Bahasa Hindi disebut Majuphal, sementara dalam bahasa Sansekerta disebut Mayaphal.

Secara turun temurun manjakani dikenal sebagai sahabat wanita, karena khasiatnya yang sering digunakan untuk perawatan dan pengobatan yang berhubungan dengan kesehatan organ intim kewanitaan.

Ekstrak manjakani sangat kaya dengan tanin. Kandungan zat tanin ini dipercaya dapat merapatkan dinding dan selaput vagina. Selain itu tanin juga dapat menimbulkan efek astringent.

Berbagai Khasiat Manjakani

1. Anti Bakteri dan jamur

Manjakani berkhasiat sebagai anti jamur dan bakteri khususnya pada organ kewanitaan. Selain itu manjakani juga sebagai antiseptik alami bersifat astringent yang dapat membantu mengatasi infeksi akibat bakteri dan jamur yang menyebabkan timbulnya bau tak sedap dan gatal-gatal pada organ kewanitaan. Gejala ini harus diwaspadai karena merupakan salah satu penyebab kanker serviks.

2. Alat Kontrasepsi KB

Di kalangan wanita Aceh yang telah menikah, nama manjakani sudah tidak asing lagi di telinga. Biasanya manjakani dapat digunakan sebagai penunda kehamilan atau sebagai alat kontrasepsi. Karena itu ada larangan untuk para wanita hamil untuk mengonsumsi manjakani karena dapat mengakibatkan keguguran.

3. Merawat Organ Intim Perempuan

Khasiat manjakani yang dapat membantu elastisitas organ intim wanita ternyata telah dikenal sejak jaman dahulu kala. Ekstrak manjakani selain dapat membantu mengencangkan otot vagina, juga dapat mengurangi keputihan dan membantu mengatasi vagina yang kering.

4. Anti Peradangan

Manjakani dapat digunakan sebagai penyembuh luka, secara topical (dioleskan) atau dari dalam. Manjakani memiliki sifat antiinfiamasi yang efektif untuk mengatasi peradangan. Di India, manjakani digunakan sebagai obat sakit gigi dan radang gusi.

5. Mengencangkan Payudara

Semakin bertambahnya usia dan aktivitas dapat mengurangi elastisitas payudara. Mengonsumsi manjakani dengan teratur dapat membantu meningkatkan elastisitas payudara.

Melawan Bakteri Penyebab Karies

Karies gigi dan penyakit periodontal lazim ditemukan di seluruh dunia. Di negara-negara industri, penderita karies gigi 60-90% adalah anak usia sekolah serta sebagian besar orang dewasa. Bakteri yang ada di plak gigi memiliki peran penting dalam pembentukan karies gigi dan penyakit periodontal.

Upaya yang dilakukan untuk mencegah penyakit mulut tersebut adalah mengendalikan pembentukan plak gigi. Pemberian antibiotik yang telah digunakan untuk pengobatan infeksi seperti penisilin, sefalosporin, eritromisin, tetrasiklin, dan metronidazole dilaporkan telah menunjukkan resistensi terhadap bakteri mulut tersebut.

Manjakani memiliki sifat antibakteri yang memungkinkan untuk mengatasi masalah tersebut. Di India, secara tradisional memanfaatkan manjakani sebagai pengobatan sakit gigi dan radang gusi dan penyakit rongga mulut.

Sebuah penelitian tahun 2011 oleh Department of Biom├ędical Science, Faculty of Health Sciences dan Department of Clinical Oral Biology, Faculty of Dentistry Universiti Kebangsaan Malaysia menguji efektifitas buah manjakani sebagai antibakteri terhadap bakteri mulut yang diketahui menyebabkan karies gigi dan periodontitis.

Bakteri yang digunakan adalah bakteri positif Streptococcus mutans dan Streptococcus salivarius dan dua negatif Porphyromonas gingivalis dan Fusobacterium nueleatum. Tes skrining aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi.

Penelitian tersebut telah membuktikan potensi dari ekstrak manjakani untuk menahan pertumbuhan bakteri mulut. Hal ini juga memberikan wawasan tentang penggunaan manjakani ini dalam pengobatan tradisional penyakit mulut yang berhubungan dengan infeksi bakteri. Selain itu dapat digunakan secara efektif sebagai agen tambahan dalam pengobatan klinis penyakit periodontal.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: