Radiasi di Sekitar Kita

November 23, 2013

radiasi

Mendengar kata radiasi, apa yang terlintas di benak anda? Bencana Chernobyl? Tragedi bom atom di Hiroshima dan Nagasaki? Ataukah siaga nuklir di Jepang akibat gempa dan tsunami beberapa waktu lalu? Radiasi merupakan kata yang dikonotasikan dengan sejumlah kejadian yang mengerikan. Tapi, tahukah anda bahwa radiasi juga ditemukan di sekitar kita? Apakah radiasi ini berbahaya bagi kesehatan? Bagaimana cara meminimalisirnya? Berikut ulasannya.

Mulai dari Ponsel Sampai Rokok

Radiasi secara normal merupakan bagian dari kehidupan di bumi. Radiasi ini memancar dari materi yang terkandung di dinding dan lantai rumah kita, sekolah, kantor, sampai di dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari. Udara yang kita hirup, juga tidak luput dari gas radioaktif. Bahkan tubuh sendiri, juga mengandung elemen radioaktif.

Radioaktivitas merupakan hasil dari pembusukan atau kerusakan atom. Pembusukan ini menghasilkan energi yang disebut dengan radiasi. Sejak lahir, manusia telah dibombardir dengan radiasi yang berasal dari luar angkasa serta dari bumi itu sendiri. Para ilmuwan memperkirakan bahwa 80% radiasi yang kita dapat berasal dari alam dan benda-benda yang mungkin kita anggap biasa.

Menurut Dr. H. Dede Setiapriagung SpRad, MHKes, yang paling mendapat sorotan dan telah banyak diketahui orang adalah penggunaan telepon seluler atau ponsel.

Studi menyatakan bahwa penggunaan ponsel dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Saat digunakan, antena yang terdapat di dalam ponsel memancarkan radiofrequency di dekat kepala. Apakah hal ini berbahaya dalam jangka panjang, belum diketahui, mengingat ponsel baru mulai populer digunakan sejak sekitar 20 tahun yang lalu. Tapi tidak ada salahnya berjaga-jaga. Radiasi yang dipancarkan ponsel biasanya muncul saat telepon sedang disambungkan. Lebih baik jangan mendekatkan ponsel ke telinga sebelum panggilan sudah benar-benar tersambung. Penggunaan speaker atau earphone juga mungkin dapat membantu.

Alat-alat untuk pemeriksaan kesehatan juga dikenal dapat memancarkan radiasi. Di antaranya adalah rontgen, CT Scan, MRI, dan PET Scan. “Namun umumnya telah dilakukan pencegahan agar efek radiasi yang didapatkan pasien dapat ditekan sesedikit mungkin,” jelasnya. Terlebih lagi, pemeriksaan ini hanya dilakukan untuk pasien yang benar-benar membutuhkannya.

Benda lain yang dapat memancarkan radiasi antara lain rokok, detektor asap, alat pemeriksaan sekuriti di pintu masuk bandara atau tempat-tempat umum, microwave, dan barang-barang antik yang mengandung bahan radioaktif.

Radiasi Dapat Berbahaya Bagi Kesehatan

Menurut Dr. Dede, secara umum, radiasi dapat terbagi menjadi dua, yaitu radiasi terionisasi dan radiasi tidak terionisasi. Radiasi tidak terionisasi berasal dari alat-alat yang kita gunakan setiap hari, seperti televisi, ponsel, teknologi nirkabel, sirkuit listrik, oven microwave, dan lain sebagainya. Radiasi tidak terionisasi umumnya dianggap aman, meski efek jangka panjangnya belum diketahui. Paparan ultraviolet sendiri diketahui dapat menyebabkan kanker kulit, dan paparan ponsel diduga dapat menyebabkan kanker otak.

Bagaimana dengan radiasi terionisasi? Radiasi ini menghasilkan partikel yang disebut ion. Yang termasuk di antaranya adalah rontgen, pintu pemeriksaan sekuriti, dan buangan nuklir. Energi yang dihasilkan dari radiasi terionisasi ini bersifat kuat dan dapat merusak ikatan kimia serta mengganggu struktur atom, termasuk struktur sel. Akibatnya, dapat terjadi kerusakan sel yang memicu tubuh untuk memperbaiki kerusakan, berujung pada pertumbuhan sel yang berlebihan (kanker). Bahaya radiasi terionisasi dapat terjadi akibat paparan radiasi rendah dalam jangka panjang, atau paparan radiasi tinggi dalam jangka pendek. Dampaknya terhadap tubuh antara lain mutasi DNA, kanker, kelainan janin, luka bakar, penuaan dini, sampai kematian.

Lindungi Diri dan Minimalkan Risikonya

Meski sejauh ini radiasi tidak terionasi yang kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari tergolong aman, namun ada baiknya untuk tetap waspada. Salah satunya adalah dengan merninimalisir radiasi. Beberapa cara yang bisa anda lakukan antara lain:

  • Mengenakan headset saat menggunakan ponsel, atau sebisa mungkin menggunakan telepon rumah atau speaker untuk menjauhkan ponsel dari kepala.
  • Periksa microwave secara rutin seandainya terjadi kebocoran, dan ganti oven beberapa tahun sekali.
  • Menggunakan kabel Ethernet ketimbang Wi Fi.
  • Jangan tidur dengan jam radio di dekat kepala, sebaiknya gunakan jam dinding dan jauhkan radio dari tempat tidur.
  • Menonton televisi dengan jarak tidak terlalu dekat.
  • Menggunakan PC ketimbang laptop, dan jauhkan badan dari monitor. Jika menggunakan laptop, jangan gunakan dengan dipangku.
  • Menggunakan pencahayaan alami sebisa mungkin,gunakan lampu hanya jika diperlukan
  • Cabut colokan listrik jika tidak sedang menggunakan alat rumah tangga ataupun gadget.

Selain meminimalisir sumber radiasi, tubuh juga perlu dilindungi melalui gaya hidup yang sehat. “Minum air sedikitnya 8 gelas per hari dan makan makanan yang kaya vitamin dan antioksidan dapat membantu mengeliminasi radiasi” tambahnya. Makanan yang mengandung klorofil dapat mendetoksifikasi darah dan menyingkirkan racun di dalam tubuh, termasuk radiasi.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: