Radang Usus Besar Mampir di Usia Muda

January 13, 2014

radang usus besar

Diare dan BAB berdarah menghiasi hari anda hari-hari ini? Jangan abaikan. Bisa jadi itu akibat radang usus besar. Suatu penyakit yang cukup serius yang kerap menimpa kaum muda usia 30-an.

Sedikit saja ada masalah dari saluran cerna, entah itu kembung, diare, nyeri perut, maka hari yang sedang dijalani jadi makin begitu berat. Satu hari saja terkena, segala tugas dan pekerjaan jadi ikut berantakan. Untunglah itu masih bisa diatasi dengan obat-obatan warung. Namun apa jadinya bila bukan satu masalah saja yang mendera tetapi 3, yaitu nyeri pada lambung, diare, dan buang air besar berdarah. Apakah itu masih bisa diatasi sendiri? Apa yang salah dengan tubuh kita?

Penyebab Radang Usus Besar

Nyeri pada lambung, diare, dan buang air besar berdarah atau keluhan saluran cerna lainnya baiknya jangan diacuhkan begitu saja karena mungkin saja merupakan tanda terjadinya gangguan pada usus besar. Salah satu penyakit yang perlu mendapatkan perhatian adalah kolitis ulseratif, atau radang pada kolon yang mengakibatkan ulkus (tukak).

Kolitis ulseratif merupakan salah satu dari kelompok penyakit yang dikenal dengan radang pada saluran cerna iritable bowel diseose (IBS). Penyakit lain yang termasuk dalam kelompok ini adalah penyakit crohns. Bedanya, penyakit crohns dapat menyerang lambung, usus duabelas jari, usus besar dan bagian lain saluran cerna. Sedangkan kolitis ulseratif hanya menyerang bagian kolon (usus besar).

Usus besar dalam sistem pencernaan berfungsi sebagai penyimpan air dan pembentuk kotoran. Sehingga memegang peranan penting dalam proses pencernaan, karena berperan menyerap air, garam, dan beberapa vitamin yang larut dalam lemak. Selain itu juga berperan dalam pembentukan dan pembuangan kotoran. Jika terdapat gangguan pada usus besar, perjalanan sisa-sisa makanan tidak akan mulus.

Kolitis ulseratif ini merupakan penyakit yang berlangsung lama dan terus menerus (kronik). Menyerang dinding usus bagian dalam. Penyakit ini memiliki keunikan, kadang penderita mengalami episode serangan (flare up), dalam periode lain tidak mengalami gejala sama sekali (remisi) yang dapat berlangsung bertahun-tahun.

Di Amerika serikat, kelainan ini dialami oleh sekitar 500.000 hingga dua juta orang. Biasanya menyerang orang Amerika, Eropa dan Yahudi, jarang terjadi pada orang Asia dan orang berkulit hitam. Saat ini terdapat kecenderungan terjadinya penyakit ini pada negara yang pertumbuhan ekonomi baru, diduga akibat terjadinya perubahan pola makan dan gaya hidup akibat meningkatnya taraf ekonomi.

Masih Dicari Penyebabnya

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kolitis ulseratif. Namun kemungkinan adanya aktivasi abnormal sistem pertahanan tubuh (imunitas), sehingga malah menyerang organ tubuh pada bagian dinding sel usus besar. Akibatnya terjadi radang yang berlangsung lama.

Meski masih menjadi pertanyaan. Faktor yang diduga menjadi penyebab adalah faktor genetik, seseorang menderita penyakit ini, memberikan risiko pada keturunannya mengalami penyakit yang sama. Faktor lain adalah infeksi virus atau bakteri pada saluran cerna yang terjadi secara berulang, mengakibatkan aktivasi sistem imunitas yang abnormal. Berapa ahli mengatakan bahwa faktor gaya hidup, termasuk stres berperan tercetusnya penyakit ini.

Ada beberapa yang membuat seseorang rentan mengalami penyakit ini. Terkait usia, mereka yang berusia sebelum usia 30, tapi bisa juga di atas 30 tahun kerap dihampiri radang ini. Bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini ataupun yang punya gaya hidup merokok juga harus waspada.

Radang usus besar ditandai dengan gejala nyeri perut, diare yang mengakibatkan penderita sang penderita alami dehidrasi, atau buang air besar berdarah, kadang hingga mengakibatkan anemia. Selain itu, penderita umumnya kehilangan nafsu makan sehingga badan menjadi kurus.

Komplikasi

Proses yang terjadi terus menerus, mengakibatkan kerusakan yang semakin parah. Kondisi ini tentu saja dapat menimbulkan berbagai komplikasi dalam saluran cerna, diantaranya:

  • Perdarahan saluran cerna, kadang ringan, kadang sangat parah, hingga penderita mengalami kekurangan sel darah merah (anemia)
  • Dehidrasi yang hebat disebabkan keluarnya cairan secara berlebihan akibat diare
  • Kebocoran pada usus besar (perforasi)
  • Dehidrasi (kekurangan) cairan yang parah
  • Risiko mengalami kanker rektum meningkat
  • Pembengkakan usus besar yang berlebihan (toksik megakolon)

Selain komplikasi pada saluran cerna, penyakit ini juga dapat menimbulkan masalah diluar saluran cerna, misalnya:

  • Terjadi batu ginjal
  • Osteoporosis
  • Radang pada kulit, sendi, dan mata

Pemeriksaan Usus Besar

Untuk menentukan seseorang mengalami kolitis ulseratif atau tidak, dilakukan pemeriksaan ke bagian dalam saluran cerna. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, selain itu untuk menyingkirkan kemungkinan terjadinya penyakit lain. Pemeriksaan juga dilakukan untuk mengetahui tingkat keparahan, dan efek pengobatan. Beberapa prosedur yang dilakukan, diantaranya:

Pemeriksaan darah. Untuk mengetahui adanya anemia atau infeksi. Kadang dilakukan pemeriksaan adanya antibodi tertentu untuk membantu menentukan diagnosis jenis dari penyakit radang saluran cerna.

Contoh kotoran, adanya sel darah putih pada kotoran mengindikasikan adanya penyakit inflamasi, kemungkinan kolitis ulseratif. Pemeriksaan kotoran juga dapat mengetahui ada tidaknya infeksi yang disebabkan bakteri, virus atau parasit.

Kolonoskopi. Menggunakan kamera kecil yang dimasukkan melalui anus untuk melihat kondisi usus besar. Dalam pemeriksaan ini mungkin dilakukan pengambilan contoh jaringan, selanjutnya diperiksa menggunakan mikroskop (biopsi) untuk menentukan secara pasti kelainan yang terjadi.

Pemeriksaan barium enema. Digunakan untuk mengevaluasi seluruh kondisi usus besar dengan pemeriksaan rontgen menggunakan zat kontras yang dimasukkan ke dalam tubuh. Pada kondisi tertentu, misalnya sudah terjadi penyempitan usus, pemeriksaan ini tidak dilakukan, karena dapat menambah parah kondisi yang terjadi. Pemeriksaan lain, misalnya rontgen dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi toksik megakolon atau tidak.

Pengobatan Radang Usus Besar

Karena disebabkan oleh kelainan sistem imunitas, maka proses inflamasi yang terjadi pada usus besar tersebut, dapat juga menyerang organ lain. Dalam perjalanannya penderita kolitis ulseratif mungkin saja mengalami proses inflamasi pada persendian, organ mata dan gangguan ginjal (batu ginjal), atau inflamasi di tempat lain. Untuk itu pengobatan yang ada dilakukan untuk menghindari terjadinya radang yang makin parah. Pengobatan juga dilakukan untuk mengatasi komplikasi yang terjadi, baik komplikasi akibat penyakit atau komplikasi akibat pengobatan. Untuk mengatasi proses inflamasi, obat yang diberikan:

  • Asam salisilat. Merupakan terapi lini pertama dalam mengatasi proses inflamasi.
  • Steroid diberikan jika kondisi sudah mulai terjadi perburukan. Saat ini tersedia steroid lokal, sehingga hanya bekerja pada bagian yang mengalami kelainan, obat ini relatif aman.
  • Selain obat diatas, masih terdapat berbagai faktor yang dapat menjadikan hal ini sebagai masalah serius.

Taklukkan Radang Usus Besar Dengan Gaya Hidup yang Benar

Rasa putus asa kadang muncul pada penderita kolitis ulseratif. Namun perasaan itu harus dilawan dengan rasa optimis. Perubahan gaya hidup dan pola makan dapat mengontrol menghindari munculnya gejala dan memperpanjang masa bebas gejala.

Perhatikan Makanan

Beberapa jenis makanan dan minuman dapat memperparah gejala yang terjadi. Konsultasikan dengan dokter jenis makanan apa yang sebaiknya dihindari. Disarankan membatasi konsumsi susu dan produk olahannya. Pada orang normal diet tinggi serat sangat dianjurkan untuk kesehatan saluran cerna. Namun tidak demikian halnya dengan penderita IBS. Makanan berserat dapat memperparah gejala yang terjadi. Untuk itu perlu berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan cara tepat guna mencukupi kebutuhan serat.

Hindari makanan yang dapat membuat masalah pada lambung, misalnya, kol, jeruk yang sangat asam, kafein dan minuman bersoda.

Makan dalam jumlah sedikit, namun dalam frekuensi yang banyak. Misalnya enam kali dalam sehari lebih baik dibandingkan hanya dua kali.

Banyak minum, terutama air putih. Minuman ringan yang mengandung kafein, atau soda dapat mengakibatkan masalah serius pada saluran cerna. Karena kafein dapat merangsang pergerakan usus. Sedangkan minuman soda dapat menimbulkan gas, pada akhirnya mengganggu pencernaan.

Konsumsi vitamin, karena kolitis ulseratif dapat menggangu kemampuan menyerap nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan tubuh. Sehingga perlu suplemen vitamin untuk mencukupi kebutuhan.

Kendalikan Stres

Meskipun stres tidak secara langsung mengakibatkan IBS, kondisi ini dapat memperparah gejala yang terjadi, selain itu dapat memicu terjadinya serangan berulang. Saat Anda mengalami stres, proses pencernaan yang normal akan berubah, gerakan di dalam saluran cerna menjadi lebih cepat atau lebih lambat, sehingga pada akhirnya dapat merubah struktur saluran cerna. Untuk mengatasi stres, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

Olahraga, meski hanya bergerak ringan, dapat mengurangi terjadinya stres, mengurangi rasa depresi, sehingga dapat memperbaiki fungsi saluran cerna.

Lakukan relaksasi dan latihan pengaturan nafas, selain itu teknik yoga juga dapat dilakukan. Carilah waktu relaksasi diantara waktu kesibukan harian Anda. Misalnya dengan mendengarkan musik, membaca, bermain videogame, atau aktivitas lain yang dapat membuat Anda merasakan relaksasi.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: