Pro dan Kontra Diet Bebas Gluten

March 31, 2015

diet bebas gluten

Dalam beberapa tahun terakhir, diet bebas gluten semakin populer saja terutama di negara-negara Barat. Diet bebas gluten dilakukan oleh mereka yang terlalu sensitif terhadap gluten sehingga tubuh bereaksi negatif jika mengasup gluten. Apa sebenarnya diet bebas gluten itu?

Gluten merupakan sejenis protein yang ditemukan terutama pada gandum-ganduman seperti wheat, rye, dan barley. Gluten banyak terdapat pada tepung terigu dan produk-produk olahannya. Protein inilah yang membuat mi dan pasta menjadi kenyal, dan roti mengembang dan lembut.

Pada beberapa kondisi, mengonsumsi gluten memang bisa menjadi masalah. Mereka adalah orang yang mengalami alergi terhadap gluten. Hal ini relatif jarang terjadi, namun bisa terjadi pasa siapa saja. Kondisi kedua adalah pada penderita intoleransi gluten atau penyakit seliak (coeliac disease).

Menurut Dr Kavya Sebastion, penderita penyakit seliak punya masalah dalam menyerap atau menguraikan pangan yang mengandung gluten. Saat mengasup makanan yang mengandung gluten, tubuh mereka bereaksi sedemikian rupa sehingga bisa menimbulkan kerusakan usus halus. “Ini bahkan bisa berakibat fatal,” kata Dr. Kavya Sebastian kepada CNN, seperti dikutip 22 News. (3/4/2015). Diet bebas gluten juga dilakukan oleh para penderita autisme, sebab mengonsumsi gluten bisa menyebabkan mereka mengalami gangguan metabolisme yang bisa berakibat rusaknya usus halus. Sedangkan rusaknya usus halus akan menyebabkan sulitnya menyerap zat-zat gizi tertentu sehingga bisa mengalami malnutrisi.

Belakangan, diet bebas gluten bukan hanya dilakukan oleh mereka yang memang perlu melakukannya. Banyak orang yang tidak memiliki masalah mengasup gluten, jadi ikut-ikut melakukan diet bebas gluten. Seolah-olah, diet bebas gluten lebih sehat daripada pengaturan menu makanan yang mengandung gluten. Mereka umumnya mengaku sensitif terhadap gluten.

Di supermarket-supermarket, semakin banyak tersedia aneka produk pangan bebas gluten. Untuk penderita penyakit seliak, dan orang-orang yang memang perlu diet tersebut, hal ini tentu mempermudah hidup mereka. Namun orang yang sehat perlu berhati-hati sebelum memutuskan ikut melakukan diet bebas gluten.

“Setelah berhenti mengasup gluten, mereka bisa melihat perbedaan pada yang gejala mereka rasakan, seperti perut kembung, rasa penuh di perut, nyeri perut, yang semua itu sebenarnya gejala yang sangat umum,” kata Dr. Sebastion.

Sebelum memutuskan menjalani diet bebas gluten sepenuhnya, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani serangkaian tes. Sebab bisa saja gejala yang Anda rasakan merupakan gejala dari penyakit lain. Dr Sebastion juga menyangsikan jika orang yang tidak bermasalah dengan gluten, mengaku menjadi lebih sehat setelah menjalani diet bebas gluten. Menurutnya, itu bisa saja karena mereka menjalani pola makan yang lebih sehat.

Hal yang menurut para dokter harus dipertimbangkan adalah hilangnya zat gizi yang diperlukan. Faktor lain yang juga harus ditimbang adalah kemungkinan bertambahnya berat badan, karena umumnya produk bebas gluten justru banyak mengandung gula, kalori, dan lemak.

Jika anda memang memiliki intoleransi terhadap gluten, atau bahkan alergi gluten, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Sebaiknya tidak melakukan diet bebas gluten tanpa melakukan konsultasi terlebih dahulu.

Makanan yang diketahui memiliki kadar gluten yang sangat tinggi gluten adalah gandum, rye, dan barley, dan semua produk olahan yang dibuat dari tepung terigu. Termasuk roti, bolu, kue kering, mie, pasta, wafel, gorengan yang mengandug tepung terigu, dan banyak lagi. Pada mereka yang menjalani diet bebas gluten, konsumsi tepung terigu digantikan dengan tepung lain yang tidak mengandung gluten seperti tepung beras, tepung tapioka, tepung jagung, tepung garut, dan lainnya.

Di Indonesia, jika anda mau melakukan diet bebas gluten sebenarnya tidak sulit dilakukan. Bagi sebagian besar penduduk yang makanan pokoknya adalah nasih, jagung atau singkong dan ubi, mencari makanan bebas gluten tentu mudah dilakukan. Kebutuhan tubuh kita akan karbohidrat kompleks untuk energi dan mengenyangkan, bisa didapatkan dengan makan nasi. Sedangkan kebutuhan zat gizi lainnya terpenuhi dari makan lauk pauk, sayuran, buah, susu. Namun sekali lagi, jika tidak ada alasan khusus, diet bebas gluten sebaiknya tidak dilakukan tanpa konsultasi dengan dokter Anda.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: