Pola Makan Sehat Pantang Daging

December 17, 2014

pola makan sehat

Banyak cara dilakukan untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar. Salah satunya adalah dengan melakukan diet vegetarian alias pantang makan daging dan produk turunannya. Lantas apa plus minusnya diet vegetarian?

Banyak alasan orang menjalani pola makan vegetarian. Seperti ingin lebih sehat atau alasan keagamaan. Pola makan vegetarian bisa dikatakan diet yang sehat karena mengurangi atau menghilangkan asupan protein hewani seperti daging yang tinggi lemak dan kolesterol. Namun jika dilakukan terlalu dini di saat masa pertumbuhan, diet vegetarian dapat menggangu pertumbuhan anak-anak.

Banyak Pilihan Vegetarian

Vegetarian dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Seperti vegetarian vegan atau pure vegetarian. Vegetarian vegan pantang mengonsumsi seluruh produk hewani dan olahannya. Jenis vegetarian ini banyak dikritik karena dapat menggangu kesehatan tubuh karena produk hewani mangandung protein yang diperlukan tubuh, meskipun banyak sumber protein pengganti selain daging dan telur. Sepertu tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Golongan kedua adalah vegetarian lacto vegetarian. Pelaku diet lacto vegetarian masih memperbolehkan mengonsumsi susu sebagai sumber protein. Golongan terakhir adalah lacto-ovo vegetarian. Lacto-ovo vegetarian lebih longgar karena memperbolehkan pelaku diet mengonsumsi susu dan telur sebagai sumber protein namun tetap pantang makan daging.

Dibandingkan dua jenis yang lain lacto-ovo vegetarian memang pola makan yang baik. Perpaduan konsumsi buah sayuran, dan protein nabati akan lebih sempurna dengan tambahan susu dan telur. Kita tahu bahwa susu dan telur adalah bahan pangan yang mudah dicerna dan mengandung unsur gizi yang lengkap. Dengan pola diet lacto-ovo vegetarian, tubuh sepertinya akan tercukupi kebutuhan semua unsur gizi esensial, bahkan lebih sehat karena asupan sayuran, buah, dan protein nabati tetap menjadi menu utama diet vegetarian lacto-ovo.

Awas Bahaya Kurang Darah

Banyak orang yang merasa lebih sehat dan bugar setelah menjalani diet vegetarian namun jika pola makan tidak benar dan asupan gizinya tidak seimbang, maka penyakit akibat diet yang salah bisa saja bermunculan. Kelompok diet vegetarian vegan bisa berisiko mengalami anemia atau penyakit kurang darah. Hal ini terjadi karena mereka kurang mendapat asupan zat besi dan vitamin B12 dari bahan pangan hewani. Orang vegetarian vegan juga berpotensi kekurangan protein yang berfungsi membangun tubuh. Disarankan untuk tidak menerapkan diet vegetarian pada anak di usia pertumbuhan. Diet ini sebaiknya dijalani oleh orang yang telah menginjak usia 18 tahun ke atas. Usia di mana masa pertumbuhan telah berhenti. Kelompok olahragawan juga tidak disarankan menjalani vegetarian karena diet ini seringkali membuat tubuh terasa lemas.

Cara Benar Menjadi Vegetarian

Istilah vegetarian populer sejak tahun 1847. Istilah vegetarian yang berasal dari bahasa latin vegetus memiliki arti, sehat, segar, dan hidup. Tentu arti inilah yang diyakini akan membuat hidup lebih sehat dengan menjalani diet vegetarian.

Sebenarnya jika dilakukan dengan kecermatan, menjalani diet vegetarian adalah gaya hidup yang sehat. Terutama jenis diet lacto-ovo yang masih memperbolehkan konsumsi telur dan susu. Pola makan banyak sayuran, buah memang sangat dianjurkan karena pola makan banyak sayur dan buah berarti tubuh tercukupi asupan vitamin, mineral, dan serat yang cukup. Ketiga unsur gizi ini dapat tubuh menjadi bugar dan terjaga kesehatannya.

Dengan diet vegetarian juga dipercaya dapat mengurangi risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, kolesterol, jantung, stroke, dan hipertensi. Bukan tanpa alasan, dengan mengurangi produk hewani yang tinggi lemak maka tubuh akan lebih sehat. Apalagi produk hewani biasanya diolah dengan cara digoreng atau diolah dengan santan dan garam tinggi. Akibatnya tubuh akan kelebihan lemak, jika sudah begini, beragam penyakit degeneratif akan mudah berdatangan.

Kekuatiran akan kekurangan zat besi bagi pelaku diet vegetarian bisa dihindari asalkan diet tetap dilakukan dengan pola menu yang seimbang. Banyak jenis sayuran, terutama sayuran hijau yang tinggi akan zat besi. Sumber protein nabati seperti tahu dan tempe, serta kacang-kacangan mengandung protein nabati yang tinggi dan rendah lemak jenuh.

Konsumsi susu dan telur dengan protein yang sempurna akan membuat pelaku diet lacto-ovo tidak khawatir kekurangan zat besi dan vitamin B12. Jadi, jangan ragu untuk mencoba diet vegetarian, asalkan jangan terlalu ketat dan tetap berpedoman dengan pola menu yang seimbang.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: