Penyakit Katarak, Penyebab dan Cara Mengatasinya

November 2, 2014

penyakit katarak

Katarak (cataract) adalah kerusakan mata di mana lensa mata yang tadinya jernih menjadi keruh dan tertutup selaput. Pandangan mata menjadi kabur dan suram, atau melihat sesuatu tidak begitu terang dan jelas, atau warnanya tidak seperti biasanya. Istilah katarak berasal dari bahasa Yunani kataraktes, yang artinya “air terjun” (waterfall).

Katarak bisa terjadi pada satu atau kedua mata. Banyak penderita katarak mengatakan bahwa penglihatan mereka seperti kaca mobil depan yang kotor. Di Amerika Serikat, orang yang berusia 80 tahun umumnya sudah terkena katarak ringan, tetapi ada juga yang berat. Ada yang sudah menjalani operasi katarak pada satu mata, ada juga yang dua-duanya. Bagi orang yang sudah mencapai usia 95 tahun, persentase risikonya meningkat, hampir mencapai 100%.

Berdasarkan penemuan klinis dokter spesialis mata, perkembangan terbentuknya lapisan katarak di mata berjalan lambat. Sehingga pada tahap-tahap awal, penderita tidak merasa adanya perubahan penglihatan yang berarti dalam aktivitas sehari-hari. Setelah memeriksakan diri ke dokter spesialis mata (ophthalmologist), barulah ia akan tahu bahwa dirinya positif menderita katarak.

Bila sudah dinyatakan positif menderita katarak, tidak ada jalan lain selain harus menjalani operasi mata untuk membuang lapisan kataraknya. Sampai hari ini, tidak ada obat — yang diminum ataupun tetes mata — yang mampu menghilangkan lapisan katarak itu.

Bila katarak sudah mengganggu panglihatan, dokter spesialis mata akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat lapisan kataraknya. Melalui operasi, lensa yang buram itu diangkat dan diganti dengan lensa artifisial impian yang jernih, yang dinamakan “intraoculor lens” (IOL). Menurut dokter spesialis mata, faktor penyebab terjadinya katarak adalah sebagai berikut.

A. Umur

Umur adalah penyebab yang umum. Seiring dengan bertambahnya umur, protein di dalam lensa mata berubah sifat (denatured) dan mengalami degradasi. Proses ini akan dipercepat lagi dengan adanya penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi. Dan diperparah dengan faktor lingkungan yang mengandung banyak polutan, radiasi, serta sinar UV. Semua itu mempunyai efek akumulasi menjadi katarak.

B. Trauma (luka)

Mata bisa terluka bila terkena benda tumpul, yang bisa membuat mata bengkak, terjadi penebalan dan pemutihan pada serat lensa. Bengkak pada mata akan hilang dalam beberapa hari, namun warna putih akan tetap tertinggal. Jika luka karena benda tumpul ini parah, atau lukanya telah berpenetrasi ke dalam bola mata, bagian dalam kapsul lensa bisa rusak. Akibatnya, cairan dari bagian mata lain akan merembes masuk ke dalam lensa, menjadikan mata bengkak dan lensa memutih, yang mana akan menghalangi sinar masuk mencapai ke permukaan retina.

C. Radiasi

Sinar ultraviolet, khususnya UV-B, merupakan salah satu faktor penyebab terbentuknya lapisan katarak. Memakai kaca mata hitam (sun glasses) akan mencegah sinar UV masuk ke dalam lensa mata. Para pilot atau penerbang memiliki persentase lebih tinggi untuk terkena katarak, karena mereka terbang di ketinggian atmosfer yang relatif lebih dekat dengan matahari (radiasi UV). Karena lapisan ozone (03, trioxygen) yang telah sobek menganga akan menambah kadar radiasi UV ke permukaan bumi. Oleh karena itu, persentase yang terkena katarak di bumi ini akan terus bertambah banyak.

Radiasi X-ray juga bisa merusak lensa mata dan menjadi penyebab katarak. Pekerja yang seharian berkontak dengan radiasi panas, seperti penempa besi panas, glass blower, dan pengecor cairan besi panas, rentan terhadap kerusakan ini. Radiasi panas akan membuat protein di dalam lensa berubah bentuk (deformed), yaitu terjadi protein koagulasi, seperti putih telur terkena panas akan membekukan protein menjadi warna putih. Atau putih telur yang dicampur dengan alkohol kadar tinggi, akan membeku menjadi warna putih.

D. Genetik

Faktor genetik juga diperkirakan memiliki kaitan dengan terjadinya katarak.

E. Penyakit kulit

Kulit dan lensa mata mempunyai permukaan yang sama dan bisa dipengaruhi penyakit yang sama. Sering kali, penyakit kulit atopic dermatitis dan eksem (eczema) berkembang menjadi selapis katarak.

F. Menggunakan obat

Obat corticosteroids dan antipsychotic dapat menyebabkan katarak berkembang. Sementara itu merokok berkontribusi dua kali lipat terhadap perkembangan katarak. Kekurangan iodine (iodine deficiency) bisa juga menyebabkan katarak.

Pencegahan

Mata telanjang yang sering terpapar langsung sinar utraviolet B (UV-B) dan kebiasaan merokok mengandung risiko terkena katarak. Untuk mencegahnya, kita bisa memakai kacamata hitam (sun glasses) untuk melindungi mata saat berada di bawah terik matahari atau saat terpapar oleh sinar ultraviolet. Konon, minum vitamin A, C, dan E (antioksidan kuat) secara rutin dan teratur bisa mencegah risiko terkena katarak.

Cara Mengatasi

Setelah lapisan katarak dibuang, akan digantikan dengan lensa artifisial. Hampir 90% operasi katarak berhasil dengan baik. Penglihatan pasien menjadi lebih baik setelah dioperasi.

Operasi katarak di Indonesia yang dikenal adalah LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis), yang umum disebut “laser eye surgery”. Operasi LASIK dilakukan oleh ophthalmologist, menggunakan alat laser microkeratome untuk mengangkat lapisan katarak dan menggantinya dengan lensa artifisial. Sebagian pasien, setelah operasi LASIK, diberi alternatif permanen contact lenses.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: