Penyakit Batu Ginjal, Jangan Sembarang Dipijat

July 25, 2014

penyakit batu ginjal

Di kasurnya, Amir mengaduh kesakitan. Ia berguling-guling dan mengeluh pinggang kanannya sakit. Karena bingung, Minah, istrinya, membawa Amir ke dokter. Setelah diperiksa, dokter mengatakan ada beberapa batu besar di kedua ginjal dan saluran kencingnya. Parahnya lagi, saat ini Amir sudah mengalami gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah. Amir pun heran dan sungguh menyesal. Pasalnya, ia memang pernah mengalami kencing batu tiga tahun yang lalu. Saat itu, Amir berobat ke orang pintar yang ‘berhasil’ mengeluarkan batu-batu tersebut di depan matanya sendiri. Karena merasa sudah sembuh, ia pun tidak pernah lagi memeriksakan diri ke dokter. Rupanya, batu-batu tersebut tetap berada di ginjal, bahkan menjadi semakin besar dan menyebabkan gangguan fungsi ginjal.

Banyak penderita kencing batu yang seperti Amir. Entah karena takut dioperasi atau karena takut mengeluarkan biaya besar, mereka memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Memang, saat ini ada banyak obat herbal dan terapi alternatif yang mengklaim dapat mengeluarkan batu saluran kemih, bahkan dapat meluruhkan dan menghancurkan batu. Pengobatan seperti ini menjadi semakin laris berkat slogan “tanpa efek samping dan komplikasi”. Benarkah terapi-terapi ini efektif dan lebih murah? Dan benarkah tidak ada efek samping dan komplikasi? Jika Anda berencana untuk mengobati sendiri batu ginjal Anda, baca dulu uraian berikut ini.

Bisa Keluar Dengan Sendirinya

Batu pada ginjal tidak terbentuk begitu saja. “Pembentukan batu dimulai dengan terbentuknya kristal yang sangat kecil di dalam ginjal. Kristal ini terbentuk akibat pengendapan zat-zat yang sebenarnya dapat larut dan melewati saluran kemih bersama dengan aliran urine,” jelas dr. Gideon Tampubolon, SpU. Namun, ada kalanya kristal dapat tertinggal jika urin yang terbentuk hanya sedikit, misalnya saat kita kurang minum, sedang minum obat-obatan tertentu atau pada penyakit-penyakit yang mempermudah terbentuknya batu ginjal. Kristal-kristal tersebut lama kelamaan akan bersatu dan membentuk batu yang berukuran lebih besar. Bahkan, batu ginjal biasanya tidak hanya satu, melainkan banyak dan tersebar di ginjal kiri maupun kanan.

85% batu ginjal, terutama batu yang berukuran kecil, umumnya masih dapat lewat dan keluar dengan sendirinya saat Anda buang air kecil. Bahkan sekitar 50% di antaranya mengeluarkan batu hanya dalam waktu 48 jam saja. “Jika ukurannya lebih dari 7 mm, batu biasanya sudah sulit lewat atau bahkan tersangkut di saluran-saluran kecil, terutama ureter (saluran antara ginjal dan kandung kemih),” jelasnya. Hal ini akan menimbulkan sumbatan aliran urin dan nyeri yang amat sangat karena tubuh berusaha memeras dan mengeluarkan batu tersebut.

Adakalanya, batu yang tidak dapat keluar menjadi semakin besar karena kristal yang menumpuk semakin banyak. Apalagi jika kebiasaan malas minum berlangsung selama bertahun-tahun. Batu di ginjal biasanya tidak menimbulkan nyeri hingga akhirnya berukuran sangat besar, bahkan hingga memenuhi bagian dalam ginjal. Namun masalahnya, saat batu sudah sangat besar dan menimbulkan nyeri, ginjal mungkin sudah rusak dan tidak terselamatkan lagi.

Pengobatan Alternatif Untuk Batu Ginjal

Saat ini, banyak pasien yang lebih percaya pada omongan tetangga, penjual obat dan ramuan herbal, hingga dukun, ketimbang percaya dengan omongan dokter. Demikian juga pada orang yang mengalami batu saluran kemih. Pasien seringkali termakan bujuk rayu yang mengatakan bahwa batu ginjal dapat disembuhkan hanya dengan minum ramu-ramuan, dipijat, dan diberikan tenaga prana. Apalagi, pengobatan di rumah sakit dianggap mahal. Padahal, batu yang kecil pun sebenarnya dapat keluar dengan sendirinya tanpa bantuan ramuan khusus atau terapi yang lain. Jika Anda rasa Anda dapat menahan sakit dan dokter memperkirakan bahwa batu dapat keluar dengan sendirinya, maka dokter biasanya membolehkan Anda untuk pulang dan minum air dalam jumlah yang banyak guna mengeluarkan batu. Dokter juga biasanya akan memberikan obat anti radang dan obat nyeri untuk mengurangi rasa sakit pada saat batu keluar. Jika memang diperlukan, ada juga obat yang diberikan untuk membantu memudahkan pengeluaran batu.

“Pengobatan alternatif berupa obat herbal mungkin dapat membantu pada kasus-kasus tertentu,” ujarnya. Obat herbal yang sering dikenal dapat membantu pengeluaran batu ginjal di antaranya tanaman gempur batu, kumis kucing, tempuyung, pegagan, keji beling, dan daun sirsak. Tanaman-tanaman ini biasanya memiliki sifat diuretik atau memperbanyak pembentukan urin, dan ada juga yang diklaim dapat meluruhkan batu. Meski demikian, obat-obat herbal ini umumnya hanya efektif untuk batu-batu yang masih kecil. Selain itu, obat herbal di Indonesia masih banyak yang belum terstandar. Dalam artian, dosis zat aktif yang diperlukan untuk menghasilkan obat belum diketahui dan setiap helai daun atau setiap akar/rimpang tanaman memiliki kadar zat yang berbeda-beda. Proses produksi seperti suhu, kelembaban, peralatan, dan kandungan air dapat memengaruhi kualitas obat herbal atau jamu ini. Karena itu, jika ingin menggunakan produk herbal, dianjurkan untuk menggunakan yang sudah terstandar.

Pengobatan supranatural tidak dilandasi oleh studi ilmiah sehingga diragukan efektivitasnya. Namun, tidak sedikit penderita batu ginjal yang memilih terapi ini karena menganggap pasti lebih murah dibandingkan berobat ke rumah sakit. Padahal, pengobatan berulang-ulang tanpa hasil tentu merugikan dibanding berobat ke dokter yang memberikan pengobatan yang sudah terbukti efektif berdasarkan hasil pengamatan ilmiah.

Bisa Berujung Pada Gagal Ginjal

Meski sebenarnya dokter juga tidak melarang pasien mencari pengobatan alternatif, tetapi pasien juga sebaiknya tidak diam-diam mengonsumsi obat selain dari dokter karena ditakutkan terjadi efek yang tidak diinginkan. Pasalnya, ada kepercayaan yang keliru di masyarakat bahwa pengobatan dengan bahan alami pasti aman. Padahal, jangankan obat alami, kopi dan teh saja dapat menimbulkan efek terhadap fungsi tubuh. Penggunaan obat herbal tersebut mungkin saja berinteraksi dengan obat dari dokter dan menimbulkan efek berbahaya.

Orang yang memutuskan untuk melakukan pengobatan alternatif seringkali juga lupa untuk kembali memeriksakan diri ke dokter. Anda perlu ingat bahwa keluarnya batu tidak selalu berarti bahwa Anda pasti sudah sembuh. Diperlukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan bahwa batu sudah semuanya keluar. Mengapa? Meskipun batu sudah keluar saat Anda buang air kecil, bukan berarti tidak ada batu yang tertinggal di ginjal dan saluran kemih. Batu saluran kemih yang terbentuk biasanya tidak hanya satu atau dua buah, melainkan dapat banyak dan ukurannya pun berbeda-beda.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, batu yang berukuran agak besar akan sulit keluar dan lama-kelamaan menjadi besar. Akibatnya, suatu saat ginjal dapat menjadi tersumbat seluruhnya dan bila dibiarkan dapat menyebabkan kegagalan ginjal dalam waktu 48 jam. Batu pada ureter yang dibiarkan nyeri, dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal, infeksi berat di seluruh tubuh, dan kerusakan ureter dalam empat minggu. Adanya batu juga akan menyebabkan penderitanya mudah mengalami infeksi ginjal dan lagi-lagi gangguan fungsi ginjal.

Ada beberapa kasus batu ginjal yang memerlukan penanganan serius dan tidak dianjurkan melakukan pengobatan alternatif. Misalnya pada penderita yang sering mengalami infeksi saluran kemih, pada yang fungsi ginjalnya memang sudah tidak baik, pada mereka yang ginjalnya hanya satu, memiliki kekebalan tubuh yang lemah, pernah menjalani transplantasi ginjal, sedang hamil, dan tentunya pada batu yang berukuran lebih dari 1 cm.

Cegah Dengan Minum Banyak Air

minum air

Meski si batu sudah lewat, bukan berarti masalah sudah ikut lewat. Orang yang pernah mengalami batu ginjal biasanya akan kembali membentuk batu. Karena itu, ada langkah-angkah yang perlu diingat untuk mengusir batu sebelum terbentuk kembali.

  • Minum air sedikitnya 2-3 liter per hari.
  • Batasi konsumsi garam.
  • Batasi konsumsi daging dan protein hewani.
  • Kurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak oksalat (misalnya cokelat, kacang) dan urat (misalnya ikan laut dalam, jeroan, melinjo).
  • Pertahankan asupan kalsium dari susu, keju, ikan teri dan lain-lain.
  • Minta obat untuk mencegah terbentuknya batu kepada dokter, sesuai dengan jenis batu yang anda punya.

 

 

 

loading...

Previous post:

Next post: