Pengobatan Infeksi Jamur Vagina Secara Mandiri

March 8, 2013

infeksi jamur

Infeksi jamur vagina adalah jenis vaginitis atau peradangan vagina yang ditandai dengan iritasi, rasa gatal yang intens dan keputihan. Infeksi jamur vagina memengaruhi vagina dan jaringan pada pembukaan ke vagina (vulva).

Infeksi jamur vagina yang juga disebut kandidiasis menyerang 3 dari 4 wanita. Banyak wanita mengalami dua kali atau lebih infeksi jamur vagina.

Infeksi ini tidak dianggap sebagai penyakit menular seksual, meskipun jamur yang menyebabkan kondisi tersebut dapat menyebar melalui kontak oral genital. Pengobatan biasanya efektif, kecuali jika Anda memiliki infeksi jamur berulang empat kali atau lebih dalam satu tahun.

Gejala infeksi ini adalah keputihan abnormal, keluar cairan putih dan sangat kental seperti keju, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri saat buang air kecil, kemerahan dan pembengkakan vulva, vagina dan bibir vagina terasa gatal dan terbakar.

Infeksi jamur vagina disebabkan oleh jamur candida. Candida adalah mikroorganisme yang biasanya hadir dalam vagina Anda secara alami bersama dengan bakteri Lactobacillus. Bakteri ini menghasilkan asam yang menghambat pertumbuhan berlebih dari jamur dalam vagina. Tetapi terganggunya keseimbangan dapat mengakibatkan pertumbuhan berlebih dari jamur, dan terlalu banyaknya jamur dalam vagina dapat menyebabkan vagina gatal, rasa panas, dan tanda-tanda lain infeksi jamur.

Pertumbuhan jamur berlebih di vagina bisa disebabkan oleh antibiotik digunakan membuat penurunan jumlah bakteri lactobacillus dalam vagina dan perubahan pH vagina yang memungkinkan jamur tumbuh terlalu cepat, karena kehamilan, karena tidak terkontrolnya diabetes, gangguan sistem kekebalan, atau apa pun yang mengubah jenis dan jumlah bakteri yang biasanya hadir dalam vagina, seperti iritasi.

Apa Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Mengobati Infeksi Jamur Vagina?

● Jika gejala ringan dan Anda tidak memiliki nyeri panggul atau demam, dan bukan infeksi jamur pertama namun juga tidak berkali-kali terkena infeksi jamur vagina sebelumnya, dan tidak sedang hamil, Anda bisa mengobati sendiri di rumah. Anda dapat membeli miconazole, klotrimazol, tioconazole, atau butoconazole. Baca dengan hati-hati cara menggunakannya. Jangan berhenti menggunakan obat-obat ini lebih awal walaupun gejala telah membaik. Anda harus minum obat selama 3-7 hari, tergantung pada obat yang Anda beli.

● Berendam di bak mandi dengan hangat dapat membantu meringankan gejala.

● Untuk pencegahan dan menghindari kekambuhan, jaga daerah genital tetap bersih dan kering. Hindari sabun dan bilas dengan air saja.

● Makanlah yoghurt atau meminum tablet Lactobacillus acidophilus saat Anda mengonsumsi obat antibiotika untuk mencegah infeksi jamur.

● Hindari menggunakan semprotan kesehatan wanita, wewangian, atau bubuk di daerah kelamin.

● Hindari pemakaian celana sangat ketat yang dapat menyebabkan iritasi.

● Kenakan pakaian dalam katun. Hindari pakaian dalam yang terbuat dari sutra atau nilon, karena bahan ini tidak terlalu mengisap keringat dan membatasi aliran udara.

● Gunakan pembalut dan jangan tampon.

● Kontrol kadar gula darah jika menderita diabetes.

Kapan Saatnya Membutuhkan Bantuan Medis?

Konsultasikan dengan dokter jika Anda baru pertama kalinya mengalami gejala infeksi jamur vagina atau Anda tidak yakin apakah Anda terkena infeksi jamur, atau bila gejala tidak menghilang setelah mengobati diri sendiri dengan krim anti jamur vagina atau Anda mengalami gejala lain.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: