Penelitian Tentang Khasiat Bawang Putih

February 1, 2015

khasiat bawang putih

Selama ribuan tahun bawang putih digunakan manusia, baik sebagai pencegah penyakit maupun untuk mengatasi gangguan dan penyakit. Beberapa penelitian hingga uji klinis, telah membuktikan klaim-klaim akan khasiat bawang putih tersebut.

Menurunkan Kolesterol dan Resiko Penyakit Jantung

Salah satu khasiat bawang putih yang paling banyak diteliti adalah untuk menurunkan kadar kolesterol serta pengaruhnya untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Memang beberapa penelitian memberikan hasil yang berbeda, bahkan bertolak belakang. Namun uji klinik yang telah dilakukan, mendukung klaim bahwa konsumsi bawang putih membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Penelitian yang diterbitkan The Journal of The Royal College of Physicians oleh Silagy CS dan Neil HAW tahun 1994 menyebutkan bahwa bawang putih merupakan agen untuk mengurangi lemak. Disebutkan bahwa suplemen bawang putih berperan dalam menurunkan kadar kolesterol tinggi. Setelah 4 minggu terapi terjadi penurunan sebesar 12% dari total kolesterol. Konsumsi suplemen bawang putih menurunkan kadar kolesterol total hinggga 7 persen, sedangkan kadar kolesterol jahat (LDL) bisa diturunkan hingga 10% dibandingkan plasebo.

Uji klinik lain dilakukan Ried K dan kawan-kawan selama dua bulan lebih pada orang-orang yang memiliki kadar kolesterol lebih dari 200 mg/dL. Hasilnya, orang-orang yang mendapatkan suplemen bawang putih selama dua bulan, ada penurunan serum kolesterol total sebanyak 17 mg/dL dan kolesterol LDL sebanyak 9 mg/ dL. Penurunan kadar kolesterol sebanyak 8% itu secara signifikan menurunkan risiko terkena penyakit jantung hingga 38%. Peneliti menyebutkan perlu uji lanjutan untuk semakin memperkuat hal tersebut.

Bawang Putih Melawan Flu

Di negara seperti Amerika Serikat, untuk mencegah flu masyarakat diberikan vaksin flu semacam. Vaksin tersebut harganya mahal, namun efektivitasnya dipertanyakan. Sebuah lembaga riset yang kerap mengkritik pemakaian vaksin untuk flu, Cochrane Database, menyebutkan bahwa bawang putih memberikan hasil yang setara untuk mencegah flu seperti vaksin yang mahal tersebut. Mereka menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi bawang putih setiap hari selama tiga bulan, jarang terkena flu daripada mereka yang mendapat plasebo. Jika pun terkena flu, mereka sembuh dalam 4,5 hari sementara yang mendapat plasebo sembuh dalam 5,5 hari. Hasil itu disebutkan lebih baik daripada vaksin anti flu yang mahal. Sehingga daripada mendapatkan vaksin yang mahal dan banyak efek samping, dianjurkan untuk mengkonsumsi bahan alam seperti bawang putih secara teratur setiap hari.

Bagaimana bawang putih melawan flu? Kandungan sulfurnya diyakini dapat meningkatkan dan mempercepat kegiatan selaput lendir pada saluran pernapasan, yang membantu melegakan pemampatan dan mengeluarkan lendir. Bawang putih mentah mengandung fitokimia yang dapat membantu membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit. Pada tahun 1992, peneliti dari Universitas Brigham Young di Utah melaporkan bahwa bawang yang dilumatkan dapat mematikan virus penyebab flu, dan virus herpes dan beberapa virus lain.

Bawang Putih dan Kanker

Bawang putih juga disebut memiliki potensi sebagai antikanker. Senyawa-senyawa sulfida yang dilepaskan bawang putih membantu hati memproses racun, termasuk senyawa kimia penyebab kanker. Beberapa penelitian epidemiologis menunjukan bahwa mereka yang mengkonsumsi bawang putih secara rutin berisiko lebih rendah terkena kanker perut dan usus besar.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, peneliti dari Penn State University menyarankan untuk membiarkan irisan bawang putih sedikitnya 10 menit, agar kandungan-kandungan bermanfaat telah terbentuk. Namun peneliti lain menyebutkan, bawang putih sebaiknya tidak dibiarkan lebih dari 1 jam karena kandungan-kandungan tersebut bisa rusak sehingga tidak banyak bermanfaat.

Bawang Putih dan Kehamilan

Bawang putih bukan hanya aman bagi ibu hamil, tapi bahkan konsumsi rutin selama hamil bisa menurunkan risiko komplikasi pada kehamilan preeklampsia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih juga membantu mempercepat kenaikan berat badan bayi yang terlalu kecil. Penelitian oleh Dr. D. Sooranna dkk dari Inggris menyimpulkan bahwa meski preeklampsia dan pertumbuhan yang terlambat merupakan kondisi yang rumit, namun mengkonsumsi tablet bawang putih secara rutin selama periode kehamilan dapat mengurangi kemungkinan resiko komplikasi ketika melahirkan. Tentunya hal ini masih membutuhkan penelitian lanjutan.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: