Operasi Katarak dengan Teknologi Laser

April 24, 2014

operasi katarak

Sayatan kecil menggunakan sinar laser mampu melumpuhkan katarak yang membandel. Aman dan lebih nyaman.

Gangguan penglihatan seperti katarak, bagi sebagian orang masih merupakan hal yang menakutkan. Apalagi jaman dahulu operasi katarak dilakukan dengan menggunakan pisau bedah, yang berfungsi membuat sayatan pada katarak yang menutup area lensa mata.

Pembedahan menjadi pilihan umum para penderita katarak yang bertujuan menghilangkan kekeruhan pada lensa mata. Jangan kuatir, ada alternatif teknologi baru bedah katarak tanpa pisau bedah yang aman dan nyaman bagi pasien. Menurut dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM, teknologi baru itu dinamai Bladeless Laser Cataract Surgery. Perangkat ini menggunakan sinar menggantikan pisau dalam menyayat dan menghancurkan katarak. Dengan dikendalikan sistem komputer, hasil operasi jauh lebih tepat.

Laser Berbasis Femtosecond

Bladeless Laser Cataract Surgery terhitung sebagai teknologi terkini dalam dunia bedah katarak. Operasi katarak yang didukung dengan sistem komputerisasi ini menawarkan banyak kelebihan, yang paling utama adalah penggunaan laser femtosecond dalam menghancurkan katarak. Laser femtosecond adalah jenis laser berkekuatan besar yang diaplikasikan dalam waktu sangat singkat, yaitu se-per sejuta miliar detik atau femtosecond. “Laser dengan kekuatan ini bisa digunakan untuk menghancurkan katarak sekeras apapun dengan lebih presisi tanpa menimbulkan panas,” terangnya.

Seperti yang diungkapkan dr. Setiyo, teknologi penanganan katarak sebelumnya menggunakan mesin fakoemulsifikasi dengan getaran ultrasonik. Menurutnya, meskipun teknologi ini sudah sangat maju, fakoemulsifikasi masih memerlukan waktu agak lama untuk menghancurkan katarak yang sudah terlalu keras. “Risikonya, bisa timbul panas yang menyebabkan pembengkakan pada kornea sehingga memperlambat penyembuhan,” ungkapnya.

Pada operasi dengan teknologi Bladeless Laser Cataract Surger, pecahan-pecahan lensa yang mengalami kekeruhan akibat katarak yang telah dihancurkan dan dipecah menggunakan sinar laser akan disedot dan dikeluarkan dari dalam mata melalui luka sayat yang lebih kecil yaitu 1.5-2 dengan menggunakan mesin fekoemulsifikasi.

“Teknik ini tidak memerlukan jahitan sama sekali untuk menutup luka sayatan. Bahkan, bius pun dilakukan hanya dengan cairan tetes mata. Dengan Teknik ini, operasi hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat, tidak lebih dari 15 menit dan pasien boleh pulang saat itu juga tapa harus menutup mata,” urainya.

Semua Jenis Katarak

Dr. Setiyo mengungkapkan, tindakan operasi katarak dengan Bladeless Laser Cataract Surgery bisa dilakukan pada semua pasien katarak. Hanya saja, pada pasien katarak yang memiliki riwayat penyakit diabetes, tindakan baru boleh dilakukan saat kondisi gula darah sudah terkontrol. “Seperti pada operasi katarak lainnya, penderita diabetes harus dalam kondisi gula darah rendah, yaitu di bawah 200,” katanya. Di luar itu, tidak ada persiapan khusus sepanjang operasi. Pasien hanya perlu berbaring dan bersikap kooperatif selama operasi. Tujuannya agar dokter bisa fokus dan konsentrasi, untuk mengeset daerah mata yang akan dihilangkan katarak. Dengan begitu, katarak yang menutupi lensa mata bisa hilang sampai benar-benar bersih.

Seperti dijelaskan di atas, perangkat ini memiliki kemampuan memotong dengan sangat tepat dalam proses operasi. Sebelum melakukan sayatan, dokter terlebih dahulu membuat program rencana sayatan dengan menggunakan bantuan komputer. Setelah pasien ditidurkan menggunakan bius tetes mata, dokter membuat sayatan kecil yang tidak lebih dari 2 milimeter di pinggir kornea mata dengan bantuan laser. Sinar laser kemudian dilakukan pemotongan (kapsulotomi) pada kapsul lensa mata. Lensa mata yang sudah mengalami kekeruhan karena katarak kemudian dihancurkan dengan laser dan dikeluarkan dengan bantuan mesin fakoemulsifikasi.

“Setelah itu, dokter menyelipkan lensa buatan ke dalam mata sebagai pengganti dengan cara dilipat dan diselipkan ke mata melalui sayatan kecil tadi. Luka sayatan kemudian hanya perlu diberikan obat dan luka akan menutup dengan sendirinya. Kemudian pasien boleh pulang dan dalam satu hari pasien sudah bisa melihat lebih terang lagi,” terangnya.

Tidak ada diet khusus yang harus dilakukan pasien. Pasien hanya perlu menjaga kebersihan mata. “Pasien sebaiknya melindungi mata dari air dan debu selama tiga hari. Gunakan kacamata untuk menghindari paparan debu dan sinar mata hari,” tutupnya.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: