Obsessive Corbuzier’s Diet (OCD), Diet Alternatif

September 21, 2013

Obsessive Corbuzier’s Diet

Belakangan ini santer terdengar tentang Obsessive Corbuzier’s Diet (OCD). Dilihat dari sebutannya, Anda pastilah sudah menebak-nebak bahwa cara diet ini berkaitan dengan mentalis kondang, Deddy Corbuzier.

Tidak semua orang sepakat dengan metode diet yang dipelopori Deddy Corbuzier ini. Namun, ada baiknya kita mengetahui lebih detail tentang program diet OCD.

Sebenarnya, OCD Ini menggunakan metode layaknya puasa. Dengan kata lain, metode ini menjalankan pola makan hanya pada jam-jam tertentu. Bedanya, dalam OCD, semua orang diperbolehkan untuk mengonsumsi air putih kapan saja.

Metode OCD menganjurkan untuk melewatkan sarapan. Alasannya, jika tubuh tidak sarapan, sumber energi yang dikeluarkan adalah berasal dari simpanan cadangan energi di dalam tubuh. OCD juga meyakini bahwa proses penyerapan makanan berlangsung mulai sekitar tengah hari. Sebaliknya, makan malam diperbolehkan.

Pola makan dalam OCD menerapkan sistem puasa dengan jendela makan. Jendela makan artinya jam-jam tertentu saat Anda diperbolehkan makan. Jendela makan ini terbagi menjadi jendela makan 8 jam, jendela makan 6 jam, jendela makan 4 jam, dan puasa 24 jam.

Jendela makan 8 jam artinya Anda hanya makan dari pukul 12.00 hingga pukul 20.00 atau selama 8 jam. Selama rentang waktu tersebut, Anda bisa mengonsumsi beragam jenis makanan asal tidak berlebihan. Di luar waktu yang ditentukan atau sekitar 16 jam, Anda wajib melakukan puasa. Namun, Anda tetap diperbolehkan mengonsumsi air putih. Air yang mengandung gula tidak dianjurkan.

Jendela makan lainnya pada prinsipnya serupa dengan jendela makan 8 jam. Hanya saja, jumlah jam makan yang berbeda.

Misalnya, jendela makan 6 jam. Anda pun hanya diperbolehkan makan selama 6 jam dalam sehari, pukul 12.00-18.00. Selebihnya, sekitar 18 jam, Anda diharuskan berpuasa dan mengonsumsi air putih saja.

Lain lagi dengan puasa 24 jam. Puasa ini berarti Anda hanya mengonsumsi makanan satu kali dalam sehari. Misalnya, Anda mengonsumsi makanan pada pukul 12.00 pada hari ini.

Setelah makan, hingga hari berikutnya, Anda tidak mengonsumsi makanan sama sekali dan hanya diperbolehkan mengonsumsi air putih. Anda makan lagi pada pukul 12.00 siang hari berikutnya. Disarankan jenis puasa ini tidak dilakukan setiap hari. Namun, alokasikan waktu-waktu tertentu untuk puasa. Misalnya, seminggu sekali.

OCD dinyatakan sesuai bagi orang yang ingin menurunkan berat badan. Namun, OCD juga tidak terbatas pada orang kurus. Orang yang bertubuh kurus tetap dapat menjalankan diet ini tetapi berat badannya relatif tidak berkurang.

Olahraga

Diet OCD juga perlu diimbangi dengan olahraga. Olahraga dalam diet ini dianjurkan pada pagi hari atau sebelum Anda mengonsumsi makanan. Olahraga dalam OCD ini kerap disebut 07W atau diartikan sebagai OCD 7 minutes workout atau high intensive training.

Artinya, dalam waktu 7 menit, pelaku diet OCD perlu melakukan latihan tanpa istirahat. Aktivitas fisik ini dibagi menjadi beberapa gerakan. Setiap gerakan durasinya sekitar 30 detik. Untuk waktu istirahat, 10 detik, seusai melakukan suatu gerakan. Olahraga ini perlu dilakukan selama OCD dilakukan.

Ada pula latihan pernafasan. Pernafasan yang dimaksud adalah pernafasan perut dan bukan pernafasan dada. Pemusatan pernafasan pun dilakukan pada bagian perut, baik saat menghela nafas atau mengembuskannya.

Efektifkah puasa ini? Gunung, seorang karyawan yang berdomisili di Jakarta, menuturkan ia tertarik mencoba OCD. Namun, ia baru mencoba jendela makan 6 jam selama dua minggu sambil menerapkan olahraga yang dianjurkan. Setelah dua minggu, ia mencoba jendela makan 4 jam sambil tetap meneruskan berolahraga. Dalam waktu sekitar dua minggu, berat badannya turun hingga dua kilogram.

Metode OCD Ini memang masih asing di Indonesia. Belum semua orang menerimanya. Bagaimana dengan Anda?

 

 

loading...

Previous post:

Next post: