Obat Flu itu Ya Tidur

September 7, 2013

obat flu

Orang paling sering terserang flu. Namun, tidak setiap orang terserang flu. Tergantung seperti apa kondisi tubuhnya, kendati berada di lingkungan tercemar virus flu, belum tentu terkena flu. Hanya yang tubuhnya rentan, flu mudah menyerang. Lalu apa obat flu paling manjur? Tidur!

Betul. Obat flu paling manjur sebetulnya dibawa tidur. Badan perlu istirahat, perlu memulihkan tenaga, mengembalikan kemampuan mengenyahkan bibit penyakit, dan menyusun kembali sistem kekebalan tubuh. Lalu di mana peran minum obat flu?

Minum Obat Flu hanya “simpfomatisā€

Benar. Obat flu, baik yang dijual bebas di warung dan toko obat, maupun yang diracik oleh dokter hanyalah bersifat meredakan keluhan dan gejala flunya saja, dan bukan yang menyembuhkan. Untuk sembuh dari flu, diperlukan hal lain. Apakah itu?

Beristirahat itu sendiri. Kendati sudah minum obat flu, namun tetap melakukan aktivitas harian sebagaimana biasa, kemungkinan untuk sembuh lebih susah ketimbang bila dibawa beristirahat. Itu maka, jangan anggap enteng flu.

Selama masih bisa mereda tanpa minum obat, cukup dibawa beristirahat. Beristirahat paling sempurna bagi tubuh bila dibawa tidur. Lebih banyak tidur, lebih menguatkan badan kembali. Kebiasaan selagi flu tetap masuk kerja, masuk sekolah, dan beraktivitas rutin, berisiko flunya tak kunjung menyembuh, lalu berkomplikasi. Komplikasi flu lebih berat dari flunya sendiri.

Orang Inggris langsung mengonsumsi sop ayam begitu mulai bersin dan mulai flu. Prinsipnya, memberikan tubuh gizi bernilai tinggi, selain segala yang serba menghangatkan tubuh. Oleh karena sewaktu flu tubuh dalam kondisi terpapar “dingin” (catch cold, nama lain dari flu), maka untuk meredamnya perlu dilawan dengan yang serba “panas”. Menu berprotein tinggi, masakan berkuah panas, serta minuman panas menjadi pilihannya. Kita terbiasa minum wedang jahe dan mengonsumsi soto.

Selain yang serba hangat dari makanan dan minuman, badan juga perlu dihangatkan pula dengan cara membalurnya. Obat gosok, yang biasanya mengandung bahan berkhasiat terhadap otot (analgesic), ikut membantu menjadikan badan terasa lebih enteng dan tidak pegal linu sebagaimana lazim bila tubuh diserang virus.

Jangan terlambat

Prinsip penanggulangan flu, lebih lekas dibawa beristirahat, dengan atau tanpa obat flu, lebih baik, ketimbang dibiarkan berkepanjangan. Begitu mulai bersin, wajah terasa panas, dan badan mulai pegal dan ngilu, tanda virus flu sudah memasuki tubuh, langsung beristirahat. Siapkan tubuh melawan virus yang sudah telanjur masuk.

Tidak ada obat khusus untuk membinasakan virus flu. Bukan obat yang akan melawan virus flunya, melainkan mengandalkan kekuatan badan. Agar kekuatan badan bisa diandalkan, badan perlu cukup beristirahat. Dengan cara begitu, sistem kekebalan tubuh terbentuk lebih baik.

Namun, makin bertambah umur makin lemah pertahanan tubuh. Maka, flu sering lebih membandel pada mereka yang sudah lansia. Untuk itulah perlu perhatian lebih pada kelompok umur ini. Dan itu amat tergantung seberapa bagus status gizi yang dibangun oleh menu harian masing-masing orang.

Yang acap terjadi, makin bertambah umur, makin tak lengkap menu hariannya, sehingga kecukupan zat gizinya tidak semua terpenuhi. Orang tampak pucat, lemah, lesu, dan lebih berat penderitaan flunya, karena sistem kekebalan tubuhnya tidak sebaik sebayanya yang kecukupan gizi dari menu harian.

Itu sebabnya, silakan tetap mengonsumsi apa saja, namun seiring dengan bertambahnya umur, yang perlu dilakukan adalah membatasi porsi, sedang keanekaragaman menu tetap perlu dipertahankan. Orang yang sama sekali tidak makan daging, ikan, telur, selain berisiko lekas tua, badannya tidak sekuat mereka yang masih berani makan apa saja, asalkan porsinya dibatasi.

Perlu bantuan

Mereka yang sangat ketat dan patuh berpantang, biasanya berisiko lebih rentan terserang flu. Pulang dari mal atau pesta, langsung bersin-bersin, dan kemudian jatuh flu. Itu berarti kondisinya sudah lemah sejak awal.

Tidak demikian halnya dengan sebayanya yang masih tetap mengonsumsi menu harian apa saja, tanpa perasaan takut membahayakan kesehatan. Bahwa tubuh kita memang membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi, yang tidak boleh kekurangan barang satu jenis pun. Bila kekurangan, “mesin” mobil tubuh bisa “pincang” berputarnya, dan kekebalan tubuh belum tentu masih terbentuk utuh.

Oleh karena pertahanan tubuh menurun seiring usia, tidak semua tubuh orang yang sudah uzur bisa diandalkan melawan virus flu sendiri, kendati menu meja makannya lengkap. Oleh karenanya, bila dibiarkan, status flunya bisa terus berkepanjangan. Bertambah sakit tidak, menyembuh pun belum.

Untuk kasus demikian selain perlu memperbaiki menu harian dengan menu berprotein dan yang serba melengkapi kecukupan gizi harian, perlu pula diberi tambahan suplemen yang memicu pembentukan kekebalan ekstra. Kita memberinya immunomodulator. Sekarang ada jenis bahan berkhasiat begitu yang terbuat dari herbal.

Itu makanya, kalau flu berkepanjangan, bukan saja kualitas tampilan harian menurun akibat demam, pegal linu, nyeri kepala, dan dirongrong pula oleh batuk pileknya, risiko flu bakal berkomplikasi juga tidak kecil.

Komplikasi flu bisa menjalar ke paru-paru sehingga membangkitkan penyakit yang lebih berat, bisa juga ke telinga berisiko congekan, atau menjalar ke sinus menjadi radang sinus atau sinusitis. Maka, jangan sekali-kali mengabaikan flu.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: