Obat Aman Atasi Mual Untuk Ibu Hamil

November 30, 2014

obat mual

Saat mual muntah melanda setiap lima menit, ibu hamil pasti mengalami dilema. Ingin minum obat untuk menghentikan mual, tapi takut kalau ada efek sampingnya. Ada tidak ya, obat mual yang aman diberikan kepada wanita hamil?

Selama hamil, para calon ibu tentu berharap agar kehamilan berjalan mulus dan menyenangkan. Sayangnya, rasa mual dan muntah akibat kehamilan seringkali membuyarkan impian ini. Siksaan ngidam terjadi terutama pada trimester pertama. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dapat diatasi dengan ramuan herbal dan cara-cara alami. Namun, jika tetap tidak berhasil, harapan berikutnya adalah dengan meminum obat anti mual. Eits tunggu dulu, wanita hamil kan tidak boleh sembarangan minum obat? Benar, tapi ternyata ada obat mual yang aman dan efektif untuk mengatasi ngidam berlebihan, tanpa takut menimbulkan gangguan kehamilan dan kecacatan pada janin. Apa saja?

METOCLOPRAMIDE

Obat antimual ini sudah tergolong aman dan efektif mengatasi mual pada calon ibu. Setiap ibu pasti punya perasaan bersalah saat terpaksa minum obat selama hamil. Meski demikian, metoclopramide dipercaya dapat menghindari risiko yang lebih besar akibat mual dan muntah berlebihan selama hamil.

Metoclopramide merupakan obat resep dokter. Obat ini dapat diminum dua hingga tiga kali sehari bergantung kebutuhan, hingga kehamilan mencapai 12 minggu. Namun, siap-siap mengantuk dan lemas sesudahnya. Pada orang tertentu, obat ini dapat menimbulkan gelisah dan efek ekstrapiramidal seperti gemetar, sering keseleo lidah, cemas, dan stress. Hentikan jika timbul gejala ini.

ANTIHISTAMIN

Beberapa jenis obat antihistamin alias obat anti alergi juga banyak yang dimanfaatkan sebagai obat antimual untuk wanita hamil. Di antaranya adalah promethazine dan doxylamine. Doxylamine adalah salah satu obat yang dianjurkan sebagai pilihan pertama untuk mengatasi mual muntah pada kehamilan. Namun perlu diingat, obat ini menimbulkan rasa mengantuk, sama halnya seperti obat anti alergi lainnya.

ONDANSETRON

Salah satu obat mual mujarab yang didewakan ibu berperut buncit. Obat ini sering diberikan dokter untuk mengatasi mual saat obat yang lain tidak kunjung berhasil. Ondansetron awalnya dirancang untuk mengatasi mual muntah pada pasien yang mendapat kemoterapi. Namun, seiring waktu ia makin luas digunakan sebagai obat anti mual muntah selama kehamilan. Tidak hanya ampuh, obat resep ini juga terbukti aman dan tidak menimbulkan gangguan pada janin. Efek sampingnya adalah konstipasi dan sakit kepala.

DOMPERIDON

Obat ini dapat mendorong agar makanan dan minuman yang berada di dalam lambung agar cepat masuk ke usus halus. Dengan demikian, mual dan muntah dapat dicegah. Domperidon bekerja melalui pusat muntah di otak. Sama seperti obat antimual lainnya, keamanan pemberian obat ini kepada wanita hamil belum dipelajari secara mendalam. Namun, obat ini sudah bertahun-tahun digunakan pada wanita hamil dan belum ada efek samping pada janin yang pernah dilaporkan. Untuk amannya, obat ini hanya dianjurkan jika tidak ada terapi lain yang dapat membantu mengurangi mual dan muntah.

PYRIDOXONE

Pyridoxone alias vitamin B6 adalah salah satu antimual yang murah meriah. Vitamin ini terbukti efektif untuk mengurangi mual muntah pada kehamilan tanpa menimbulkan efek samping pada janin. Dosis yang dianjurkan adalah 10 mg, satu tablet empat kali sehari, dan dapat dibeli tanpa resep dokter.

PROCHLORPERAZINE

Merupakan obat golongan fenotiazin yang terbukti aman dan efektif untuk mengurangi mual muntah, hingga yang berat sekalipun. Sama seperti metoklopramid, obat ini dapat menimbulkan rasa mengantuk, gelisah, dan gejala-gejala ekstrapiramidal.

Istilah medis untuk mual muntah yang berlebihan selama kehamilan disebut dengan hiperemesis gravidarum. Gangguan ini biasanya terjadi paling parah pada trimester pertama kehamilan dan harus ditangani segera. Pasalnya, mual muntah dapat menyebabkan dehidrasi pada ibu, dan yang lebih gawat lagi dapat menggangu kesehatan dan pertumbuhan janin. Selama ini, dokter juga seringkali takut untuk memberikan obat mual kepada wanita hamil dan baru memberikan infus setelah sang calon ibu lemas dehidrasi dan berat badannya menurun drastis. Hal ini tentu tidak dianjurkan, padahal hiperemesis gravidarum dapat diatasi tanpa menunggu pasien harus dirawat.

Setiap wanita hamil dapat memiliki reaksi yang berbeda terhadap masing-masing obat, tidak jarang, calon ibu harus meminum dua jenis obat sekaligus untuk meningkatkan efektivitasnya. Kebanyakan obat yang digunakan untuk mengatasi hiperemesis gravidarum memang tidak mencantumkan indikasi sebagai obat antimual pada kehamilan. Mungkin karena takut jika di kemudian hari terdapat masalah dan menerima tuntutan hukum. Bukan berarti obat ini berbahaya bagi kehamilan. Obat-obat ini telah diuji keamanannya bagi wanita hamil dengan meneliti wanita yang pernah meminum obat tersebut karena tidak mengetahui sebelumnya bahwa dirinya sedang hamil, atau pada calon ibu yang mengalami hiperemesis gravidarum berat sehingga perlu meminum obat tersebut.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: