Nyeri Minta Ampun Setelah Cabut Gigi

September 11, 2013

cabut gigi

Cabut gigi, bukanlah pengalaman yang paling menyenangkan. Namun yang lebih menyiksa adalah jika setelahnya nyeri makin hebat dan tidak menghilang setelah beberapa hari. Jika hal ini terjadi pada anda, kemungkinan anda mengalami yang disebut dengan dry socket atau osteitis alveolar.

Dry socket dapat terjadi pada sekitar 2-5% setelah pencabutan gigi. Namun kemungkinannya dapat lebih besar pasca pencabutan gigi rahang bawah yang paling belakang. Socket atau lubang pada tulang, akan ditutupi oleh bekuan darah setelah gigi dicabut. Bekuan darah ini membantu untuk melindungi tulang dan saraf yang berada di bawahnya dari paparan udara, makanan, dan minuman yang masuk ke mulut. Dengan demikian, jaringan yang tertinggal setelah pencabutan gigi akan memiliki waktu untuk sembuh.

Terkadang bekuan ini bisa terlepas atau mencair dengan sendirinya sebelum jaringan sembuh. Akibatnya, tulang dan saraf terpapar dan dapat mengalami infeksi. Kondisi inilah yang selanjutnya akan mengakibatkan timbulnya nyeri hebat 1-3 hari setelah gigi dicabut dan umumnya berlangsung selama 5-6 hari. Bahkan dikatakan bahwa nyerinya bisa lebih parah dibanding sakit gigi itu sendiri. Apalagi nyeri bukan hanya dirasakan di socket gigi yang baru dicabut, namun juga di sepanjang rahang yang dipersarafi oleh saraf yang terpapar sampai telinga di sisi yang sama.

Selain nyeri, penderita dry socket biasanya juga mengeluhkan bau mulut atau rasa yang tidak enak di dalam mulut. Penderita juga dapat melihat bekas cabutan gigi yang terlihat kering, bahkan tulang di dalamnya dapat terlihat. Jika terjadi infeksi, kelenjar getah bening di leher juga dapat membengkak.

Rentan Mengenai Orang-Orang Tertentu

Setidaknya ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya dry socket. Di antaranya adalah:

♦ Merokok. Bahan kimia dalam rokok atau cerutu dapat menghambat penyembuhan dan mengkontaminasi bekas luka pencabutan.

♦ Kontrasepsi oral (pil KB). Kadar estrogen yang tinggi dalam kontrasepsi oral dapat mengganggu proses penyembuhan yang normal dan meningkatkan risiko terjadinya dry socket.

♦ Perawatan yang kurang baik di rumah atau higiene mulut yang kurang baik.

♦ Riwayat dry socket sebelumnya.

♦ Infeksi gusi atau gigi.

♦ Trauma yang berlebih saat pencabutan gigi dilakukan. Kebiasaan berkumur atau meludah terlalu sering, serta minum dengan sedotan juga dapat menyebabkan lepasnya bekuan darah dan meningkatkan risiko terjadinya dry socket.

Terapi Bertujuan Untuk Mengurangi Nyeri

Pengobatan dry socket bertujuan untuk membuat penderita merasa nyaman dengan mengurangi rasa nyeri. Namun pengobatan biasanya tidak membantu mempercepat proses penyembuhan. Sebelum memberikan terapi, dry socket harus dibedakan dari kemungkinan penyebab nyeri lainnya, seperti gangguan pada saluran akar gigi. Ini dapat dibedakan dengan terlihat atau tersentuhnya tulang di bekas cabutan gigi dan adanya nyeri serta bau mulut yang tidak enak.

Untunglah nyeri pada dry socket dapat diatasi dengan mudah. Kembali ke dokter gigi, dan dokter akan membersihkan, melakukan perawatan, dan memberi obat penghilang nyeri. Rasa nyeri akan menghilang dalam beberapa jam setelah pembersihan dilakukan.

Mula-mula, socket akan disemprot atau dibersihkan dengan larutan garam hangat untuk menyingkirkan sisa makanan atau kotoran yang berkontribusi dalam mencetuskan nyeri atau infeksi. Setelah itu, socket akan ditutup dengan kain kassa yang dilapisi dengan antiseptik. Terkadang dapat ditambah dengan minyak cengkeh untuk meredakan nyeri. Kain kassa perlu diganti setiap 1-3 hari, bergantung pada beratnya nyeri, sampai nyeri menghilang. Begitu nyeri menghilang, socket harus dibiarkan agar sembuh dengan sendirinya. Jika diperlukan, dokter juga dapat memberikan obat pereda nyeri sampai nyeri reda dan menghilang.

Tugas anda di rumah, yang terpenting adalah menjaga kebersihan mulut. Dokter akan mengajari anda untuk membersihkan socket di rumah menggunakan syringe dan air garam atau larutan khusus. Ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan agar penyembuhan dapat berlangsung baik. Jika berhasil baik, biasanya penyembuhan akan berlangsung sampai sekitar 10 hari.

Tips Mencegah Dry Socket

o Menggunakan mouthwash atau gel segera sebelum dan sesudah pembedahan gigi.

o Meminum obat dari dokter, baik berupa antibiotik maupun obat nyeri.

o Mencari dokter yang berpengalaman, terutama jika gigi yang dicabut adalah gigi geraham paling belakang.

o Jika menggunakan pil kontrasepsi, jika memungkinkan sebaiknya pencabutan dilakukan pada hari ke 23 sampai 28 siklus menstruasi, saat kadar estrogen rendah.

o Tidak merokok setidaknya dalam 24 jam sebelum dan sesudah pencabutan gigi dilakukan.

o Jika mengonsumsi obat yang mempengaruhi pembekuan darah, sebaiknya beritahukan pada dokter gigi.

o Hindari olahraga berlebihan yang mungkin dapat menyebabkan terlepasnya bekuan darah di dalam socket.

o Hindari mengisap-isap gigi, meminum dari sedotan, atau berkumur berlebihan setidaknya selama seminggu setelah pencabutan gigi.

o Banyak minum air putih. Hindari minuman beralkohol, berkafein, berkarbonasi atau minuman panas dalam 24 jam pertama.

o Makan makanan yang lembut untuk 24 jam pertama. Hindari makanan yang keras, liat, pedas atau panas, yang mungkin masuk ke dalam socket atau menyebabkan iritasi.

o Jangan menyikat gigi, berkumur, meludah atau menggunakan mouthwash selama 24 jam pertama. Setelah itu, kumur perlahan menggunakan larutan garam hangat setiap 2 jam saat terjaga, dan setelah makan selama seminggu. Setelah 24 jam, sikat gigi, namun berhati-hati di daerah gigi yang dicabut.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: